IHSG Anjlok ke 5.975, Asing Tetap Borong Saham GOTO

Ringkasan Berita:

  • IHSG ambles hampir 2 persen ke level 5.975,78 pada penutupan sesi I Senin (12/10/2026), menyentuh titik terendah dalam 3 bulan terakhir.
  • Meskipun seluruh sektor menyeret indeks ke zona merah, investor asing mencatatkan akumulasi pembelian bersih (net buy) sebanyak 3,93 miliar lembar saham.
  • Saham GOTO dan ASII memimpin aksi beli bersih asing, sedangkan saham BUMI dan BBCA mendominasi daftar pelepasan asing (net sell).

DIAGRAMKOTA.COM — Tekanan jual masif melanda pasar modal domestik pada awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hampir 2 persen ke posisi 5.975,78 pada perdagangan sesi pertama, Senin (12/10/2026). Penurunan tajam ini menyeret IHSG ke level terendah dalam kurun tiga bulan terakhir, setelah sempat dibuka menguat tipis pada awal perdagangan pagi.

Koreksi serempak di seluruh sektor saham menjadi pemicu utama kejatuhan indeks komposit. Tercatat nilai total transaksi pasar saham Indonesia mencapai Rp6,48 triliun pada paruh pertama hari ini, dengan volume perdagangan menyentuh 39,19 miliar lembar saham.

Anomali Pasar: Asing Bukukan Net Buy 3,93 Miliar Lembar Saham

Kendati IHSG tertekan cukup dalam, perilaku pemodal luar negeri memperlihatkan dinamika menarik. Berdasarkan indikator volume, investor asing justru memanfaatkan momentum penurunan harga untuk melakukan akumulasi, membukukan pembelian bersih (net foreign buy) mencapai 3,93 miliar lembar saham.

Aksi belanja selektif investor asing terkonsentrasi pada emiten teknologi dan konglomerasi multisektor. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi incaran utama dengan nilai serapan asing mencapai ratusan miliar rupiah, disusul oleh emiten otomotif terkemuka PT Astra International Tbk (ASII).

PeringkatTop 5 Net Foreign Buy (Saham Diborong)Nilai Pembelian Bersih
1PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)Rp133,02 miliar
2PT Astra International Tbk (ASII)Rp48,53 miliar
3PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)Rp12,35 miliar
4PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)Rp11,78 miliar
5PT Timah Tbk (TINS)Rp9,97 miliar

Daftar Saham Dilepas Asing: BUMI dan BBCA Catat Net Sell Tertinggi

Di sisi lain, tekanan arus modal keluar asing (net foreign sell) turut membayangi sejumlah emiten komoditas tambang dan perbankan berkapitalisasi besar. Saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan perbankan swasta raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi dua portofolio yang paling banyak dilego pemodal non-residen.

PeringkatTop 5 Net Foreign Sell (Saham Dilepas)Nilai Penjualan Bersih
1PT Bumi Resources Tbk (BUMI)Rp44,40 miliar
2PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)Rp38,65 miliar
3PT Darma Henwa Tbk (DEWA)Rp23,93 miliar
4PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)Rp19,34 miliar
5PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)Rp15,94 miliar

Koreksi tajam indeks gabungan di level 5.975 ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah fluktuasi sentimen makro, kendati aliran modal masuk asing pada saham-saham pilihan tetap memperlihatkan adanya perburuan valuasi di titik terendah kuartal ini.