Heboh di Konser Siti Nurhaliza: Izara Aishah Ungkap Sikap Tim Lesti Kejora yang Kurang Sopan

DIAGRAMKOTA.COM – Ketegangan antar selebriti kembali mencuat setelah insiden tak terduga terjadi di balik panggung konser megah penyanyi legendaris Malaysia, Siti Nurhaliza. Pedangdut asal Cianjur, Jawa Barat, Lesti Kejora, menjadi sorotan publik usai menantu sang penyanyi, Izara Aishah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku tim pendampingnya selama acara berlangsung.

Peristiwa ini bermula saat Lesti tampil sebagai bintang tamu dalam rangkaian pertunjukan besar yang digelar di Kuala Lumpur. Meski penampilannya sukses memukau penonton, di balik layar muncul dinamika sosial yang menimbulkan kontroversi. Melalui akun media sosial Threads-nya, Izara secara gamblang menyampaikan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh keluarganya terhadap sikap tim Lesti.

Perlakuan Tidak Merata di Ruang VIP

Izara menjelaskan bahwa ruang VIP tempat ia dan ibu mertuanya berada memiliki akses terbatas. Hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan masuk—bahkan dirinya menyebut tidak ada satu pun yang diizinkan masuk, termasuk Lesti sendiri. Namun, demi memberikan pengalaman positif bagi anak Lesti yang masih kecil, izin diberikan untuk putranya masuk ke ruangan tersebut.

“Ruanganku berada di area yang sama dengan ibu mertuaku, di mana tidak ada yang diizinkan masuk, bahkan kamu; tetapi kami menyambut putramu dan merawat putramu di ruangan kami bersama asisten-asistenku agar anakmu berada di tangan yang aman dan setidaknya tidak bosan terkurung di ruanganmu.”

Tidak hanya itu, Izara juga menambahkan bahwa anak-anaknya—Afiyah, Afwa, dan Ara—secara aktif ikut menghibur putra Lesti selama sang ibu tampil di atas panggung. Mereka bermain bersama, membacakan cerita, dan membuat suasana jadi lebih hangat.

Respons Dingin Setelah Konser Berakhir

Namun, kebaikan yang diberikan justru dibalas dengan sikap yang kurang mengenakkan. Setelah konser selesai, Izara mencoba menanyakan kabar kondisi anak Lesti kepada anggota rombongan. Ia mengharapkan jawaban yang ramah dan peduli.

Alih-alih mendapat respons baik, ia justru mendapatkan tatapan sinis dari sebagian anggota tim. Hanya satu pria yang menjawab dengan sopan, sementara yang lainnya memandang dengan ekspresi sombong dan dingin.

“Putri saya, Afiyah, Afwa, dan Ara ada di sana untuk menghiburnya. Setelah konser, ketika aku bertemu tim kamu, aku bertanya—apakah putramu baik-baik saja? Tim kamu itu melirik tajam/sinis ya ke aku. Yang pria saja yang menjawab dengan baik, tetapi pada saat yang sama, yang lainnya memandang dengan sangat sombong ya.”

Ungkapan ini langsung memicu perdebatan di media sosial, dengan banyak netizen yang memilih berpihak pada Izara, menilai bahwa sikap tim Lesti mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap lingkungan dan tamu yang telah memberikan ruang serta perlindungan bagi anak mereka.

Dampak Kepada Reputasi dan Hubungan Antar Selebriti

Insiden ini bukan sekadar soal ego atau kesalahpahaman kecil. Ia menunjukkan pentingnya etika profesional dalam dunia hiburan, terutama saat bekerja sama lintas budaya. Siti Nurhaliza sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun beberapa sumber menyebut bahwa beliau sangat menghargai keramahan dan kehangatan yang ditunjukkan keluarga Izara.

Di tengah kontroversi ini, Lesti Kejora juga kembali menjadi sorotan karena isu-isu sebelumnya terkait hubungannya dengan Rizky Billar dan Asila Maisa. Namun, kali ini fokusnya bergeser ke aspek perilaku tim dan budaya kerja di lingkup profesi artis.

Pentingnya Kesadaran Sosial dalam Dunia Hiburan

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak di industri hiburan: keberhasilan di atas panggung tidak cukup tanpa integritas di balik layar. Kebaikan, kerendahan hati, dan penghargaan terhadap sesama adalah nilai dasar yang harus dijunjung tinggi, terlebih saat berada di luar negeri dan berinteraksi dengan budaya yang berbeda.

Saat ini, publik menunggu respons resmi dari pihak Lesti Kejora, apakah akan ada klarifikasi atau permohonan maaf atas insiden ini. Namun yang pasti, kasus ini telah menggugah kesadaran akan pentingnya sikap profesionalisme dan empati dalam dunia selebriti global.