- Kemnaker melalui inisiatif Kemnaker Peduli Bencana menyalurkan pelatihan vokasi guna memulihkan perekonomian warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Bantuan direalisasikan lewat 40 paket Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) di UPTD binaan serta 38 paket pelatihan berbasis kebutuhan lokal atau Tailor Made Training (TMT).
- Program ini difokuskan mencetak kecakapan kerja yang relevan dengan potensi wilayah agar penyintas gempa mampu terserap kembali ke dunia kerja maupun merintis wirausaha mandiri.
DIAGRAMKOTA.COM — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia menggulirkan program intervensi pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui gerakan Kemnaker Peduli Bencana. Langkah rehabilitasi sosial-ekonomi ini diwujudkan lewat penyelenggaraan rangkaian pelatihan vokasi intensif guna mengerek kembali kompetensi serta kecakapan kerja para penyintas agar mampu bangkit dan mandiri secara finansial.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menegaskan bahwa pemulihan wilayah terdampak bencana tidak cukup hanya bertumpu pada penyaluran logistik darurat, melainkan membutuhkan rekonstruksi kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat memiliki daya tahan ekonomi jangka panjang.
“Kemnaker hadir untuk membantu masyarakat terdampak bencana melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan, masyarakat diharapkan memiliki bekal untuk kembali bekerja atau mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Sukro Muhab melalui keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Kamis (8/10/2026).
Penyaluran 40 Paket PVN Melalui Jaringan UPTD se-NTT
Sebagai instrumen pemulihan terstruktur, Kemnaker mengalokasikan sebanyak 40 paket Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN). Paket pelatihan bersertifikasi ini didistribusikan secara merata ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) binaan yang tersebar di kabupaten-kabupaten di Provinsi NTT.
Melalui jejaring balai latihan kerja daerah tersebut, para peserta dibekali penguasaan keterampilan teknis dasar hingga lanjutan yang terstandarisasi, sehingga lulusan pelatihan memiliki sertifikat kompetensi yang diakui pasar tenaga kerja formal.
Pendekatan Tailor Made Training: Sesuaikan Potensi Komoditas dan Kebutuhan Lapangan
Melengkapi program nasional tersebut, Kemnaker turut mengucurkan 38 paket skema Tailor Made Training (TMT) ke berbagai pelosok wilayah NTT. Model pelatihan adaptif ini dirancang secara khusus dengan menyesuaikan karakteristik demografis, tingkat keparahan dampak bencana, serta potensi ekonomi unggulan di masing-masing lokasi penerima manfaat.
Sukro menjelaskan bahwa kelenturan skema TMT memastikan materi yang diajarkan tepat sasaran dan berdaya guna langsung bagi warga pascapelatihan.
“Pelatihan tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan. Yang penting, keterampilan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah sehingga bisa dimanfaatkan untuk bekerja ataupun mengembangkan usaha secara mandiri,” urai Sukro memaparkan.
Dengan total 78 paket pelatihan vokasi yang disalurkan, pemerintah menargetkan komunitas masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi dapat segera melepaskan ketergantungan dari bantuan kemanusiaan serta bertransformasi kembali menjadi motor penggerak ekonomi keluarga yang produktif.


















