DIAGRAMKOTA.COM – Pasar kembali dihebohkan dengan isu akuisisi saham antara PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Namun, JARR secara tegas membantah informasi tersebut.
Dalam pernyataannya, Direktur Utama JARR, Indra Irawan, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham BYAN. “Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, perseroan maupun grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham Bayan Resources,” ujarnya dalam klarifikasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/8).
Indra juga menegaskan bahwa manajemen JARR belum menerima konfirmasi resmi dari pemegang saham pengendali terkait rencana akuisisi saham BYAN. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa jika ada informasi material yang pasti dan mengikat, pihaknya akan segera mengumumkan.
Sebelumnya, manajemen BYAN juga telah membantah adanya rencana pengambilalihan mayoritas saham oleh Haji Isam. Namun, mereka menyatakan tetap membuka kemungkinan untuk memastikan investasi mereka di emiten dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp500 triliun ini.
Latar Belakang Isu Akuisisi
Rumor tentang rencana akuisisi mulai beredar setelah foto Haji Isam dan Low Tuck Kwong, pemegang saham pengendali BYAN, beredar di media sosial. Harga saham JARR sempat melonjak lebih dari 40% usai rumor tersebut beredar, sementara harga saham BYAN naik lebih dari 50% dalam beberapa hari terakhir.
Low Tuck Kwong saat ini tercatat sebagai pemegang 40,25% saham BYAN secara langsung, serta tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham. Sementara itu, Haji Isam mengendalikan 86,64% saham JARR melalui PT Eshan Agro Sentosa, serta tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham.
Analisis Pasar
Menurut data IDNFinancials.com, isu akuisisi ini memicu spekulasi di kalangan investor. Namun, hingga saat ini, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut. Klarifikasi dari kedua perusahaan menunjukkan bahwa informasi yang beredar masih bersifat spekulatif.
Meski isu akuisisi masih menjadi topik hangat, JARR dan BYAN sama-sama membantah adanya rencana pengambilalihan saham. Investor diminta untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
FAQ
Apakah JARR benar-benar tidak mengakuisisi BYAN?
Ya, JARR secara tegas membantah adanya rencana akuisisi saham BYAN.Apa dampak isu akuisisi terhadap harga saham?
Harga saham JARR dan BYAN sempat melonjak karena spekulasi, namun kini kembali stabil.Siapa pemegang saham utama JARR dan BYAN?
Haji Isam mengendalikan 86,64% saham JARR, sedangkan Low Tuck Kwong memiliki 40,25% saham BYAN.




















