DIAGRAMKOTA.COM – Pemilihan direksi Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) memasuki tahapan penting setelah 13 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi. Proses ini menjadi perhatian khusus dari DPRD Surabaya, terutama Komisi B yang menekankan bahwa kualitas calon direksi harus menjadi prioritas utama.
Proses Seleksi Direksi KBS
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menjelaskan bahwa proses seleksi saat ini masih berada pada tahap verifikasi administrasi. Dari total pelamar, sebanyak 13 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan berikutnya.
Dari jumlah tersebut, tiga orang mendaftar sebagai calon Direktur Utama, lima orang untuk posisi Direktur Keuangan dan SDM, serta lima orang untuk posisi Direktur Operasional dan Umum. Yuga menegaskan bahwa proses rekrutmen harus mengutamakan kualitas calon direksi agar mampu membawa KBS semakin berkembang.
Kemungkinan Pengulangan Seleksi
Yuga mengakui proses seleksi terkesan berlangsung cukup lama. Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh minimnya jumlah pelamar, khususnya untuk posisi Direktur Utama yang hanya diikuti tiga orang. Ia menyatakan bahwa jika proses seleksi perlu diulang demi mendapatkan lebih banyak kandidat yang memenuhi kriteria, hal tersebut bukan menjadi persoalan.
“Kita lihat dulu prosesnya sejauh apa. Kalau memang harus diulang karena pendaftarnya belum memenuhi harapan, silakan saja. Yang penting hasilnya adalah yang terbaik untuk KBS,” tegasnya.
Tren Positif Kinerja KBS
Selain menyoroti proses seleksi, Yuga juga menilai kinerja Perumda KBS sepanjang 2025 menunjukkan tren positif, terutama dari sisi keuangan. Menurutnya, capaian tersebut harus mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan oleh jajaran direksi yang baru.
Ia berharap seleksi tersebut menghasilkan sosok direktur utama yang memiliki kepemimpinan kuat, visi yang jelas, serta mampu menyeimbangkan orientasi bisnis dengan fungsi edukasi Kebun Binatang Surabaya sebagai perusahaan daerah.
Kriteria Ideal Direktur Utama
Yuga menekankan bahwa Direktur Utama harus punya visi dan misi yang jelas untuk KBS. Statusnya sekarang sudah menjadi Perumda, sehingga harus berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi fungsi edukasinya juga tetap harus berjalan.
Langkah Selanjutnya
Proses seleksi akan terus berjalan dengan pengawasan ketat dari DPRD Surabaya. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa direksi yang terpilih mampu membawa KBS menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Pemilihan direksi KBS menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan kualitas dan kompetensi yang baik, KBS dapat terus berkembang dan menjalankan fungsinya secara optimal. Yuga menegaskan bahwa proses seleksi harus dilakukan secara transparan dan profesional agar menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.***























