DIAGRAMKOTA.COM – Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur kota, termasuk dalam hal pengembangan dan penataan trotoar. Langkah ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Iriawan. Menurutnya, penataan trotoar tidak hanya sebagai pelengkap infrastruktur jalan, tetapi juga simbol penghormatan terhadap hak masyarakat untuk berjalan kaki dengan aman.
Trotoar Bukan Sekadar Pelengkap Infrastruktur
Eri menekankan bahwa trotoar memiliki fungsi penting dalam membangun kota yang lebih tertib dan beradab. Penataan trotoar yang disertai dengan penertiban parkir liar dan bangunan yang mengganggu jalur pejalan kaki menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kota yang ramah bagi seluruh warga.
“Trotoar tidak boleh lagi dipandang sekadar pelengkap infrastruktur jalan. Keberadaannya merupakan simbol penghormatan terhadap hak masyarakat untuk berjalan kaki dengan aman dan nyaman,” ujar Eri dalam keterangannya.
Kota yang Memuliakan Pejalan Kaki
Menurut Eri, upaya pengembalian fungsi trotoar menjadi indikator penting dalam membangun kota yang ramah. Dengan penataan yang baik, pejalan kaki bisa merasa nyaman dan aman saat beraktivitas di luar rumah.
“Ini merupakan bagian dari upaya memuliakan pejalan kaki. Sehingga jadi salah satu tolak ukur kota yang beradab,” tambahnya.
Pengawasan Harus Terus Dilakukan
Meski memberikan apresiasi, Eri menegaskan bahwa pengawasan terhadap implementasi kebijakan di lapangan tidak boleh berhenti. Ia menilai, pengawasan harus terus dilakukan untuk memastikan program penataan pedestrian berjalan sesuai tujuan.
Langkah Konkret untuk Masyarakat
Selain penataan trotoar, Pemkot Surabaya juga telah meluncurkan voucher parkir yang berlaku di seluruh titik parkir resmi Pemkot. Ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.
Tantangan dan Solusi
Meskipun ada progres, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam penerapan kebijakan ini. Misalnya, kesadaran masyarakat tentang pentingnya trotoar yang bersih dan aman masih perlu ditingkatkan. Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan trotoar oleh pedagang kaki lima atau pemilik usaha juga menjadi isu penting.
Penataan trotoar di Surabaya bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari visi kota yang lebih manusiawi. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dapat tercapai. Dalam waktu dekat, DPRD Surabaya akan terus mengawasi dan memastikan bahwa semua kebijakan ini benar-benar berdampak positif bagi warga kota.***
















