Pelecehan Seksual pada Atlet: Peran Ayah dan Perlindungan dari DP3APPKB Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pelecehan seksual terhadap anak menjadi isu serius yang perlu segera ditangani dengan pendekatan holistik. Di Kota Surabaya, kasus ini menimpa DS (15), seorang atlet yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan oleh mantan pengurus Perbakin Surabaya. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya turun tangan untuk memberikan pendampingan kepada korban.
Korban Merasa Kecewa dan Menyesal
Dari hasil pendampingan, DP3APPKB mengungkap bahwa korban merasa sangat kecewa setelah mengetahui bahwa sosok yang selama ini dikaguminya, JL, diduga melakukan perbuatan tidak senonoh. Ida Widayati, Kepala DP3APPKB Surabaya, menjelaskan bahwa korban sempat menemukan sosok lain yang memberikan perhatian, sehingga terjalin kedekatan yang memicu rasa percaya.
“Menyesal banget, dia enggak mengira kalau ternyata si pelaku yang dikagumi ini perangainya begitu gitu. Dia kecewa,” ujarnya.
Peran Ayah dalam Membangun Komunikasi dengan Anak
Ida menekankan pentingnya peran ayah dalam membangun hubungan dekat dan komunikasi dengan anak. Dalam kasus ini, ayah korban dinilai kurang hadir karena sibuk bekerja. Hal ini membuat korban merasa kehilangan sosok yang bisa dipercaya.
“Jadi kita menyampaikan ke orang tua, bahwa menurut kita itu ada sosok yang hilang di korban ini. Karena bapaknya sibuk bekerja, jadi memang enggak terlalu dekat dengan anaknya,” katanya.
Edukasi untuk Korban dan Orang Tua
Selain memberikan pendampingan, DP3APPKB juga melakukan edukasi kepada korban dan keluarganya. Tujuannya adalah untuk membantu korban memahami bahwa tindakan yang dilakukan oleh JL adalah kesalahan. Selain itu, orang tua juga diberi pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang terbuka dengan anak.
“Kita mengedukasi anak ini juga, bahwa yang dia lakukan itu keliru, kita juga mengedukasi orang tuanya juga untuk menjalin komunikasi dengan anak itu. Peran ayah itu penting banget gitu,” tambah Ida.
Harapan Keluarga untuk Proses Hukum
Pihak keluarga korban berharap proses hukum terhadap JL dapat segera berjalan setelah laporan polisi dan visum dilakukan. Ida menyebutkan bahwa keluarga ingin aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.
“Ya, segera minta segera ditangkap itu si pelakunya,” pungkasnya.
Langkah Preventif untuk Menghindari Pelecehan
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada terhadap lingkungan yang dijajaki anak. Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan olahraga atau organisasi.
Beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan antara lain:
– Meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak
– Memberikan edukasi tentang batas kekerasan dan pelecehan
– Melibatkan lembaga perlindungan anak dalam menangani kasus-kasus serupa
FAQ
Apa yang harus dilakukan jika menemukan indikasi pelecehan?
Laporkan segera ke pihak berwajib atau lembaga perlindungan anak seperti DP3APPKB.
Bagaimana cara mendidik anak agar lebih waspada?
Ajarkan anak tentang batas pribadi dan bagaimana mengenali tindakan yang tidak wajar.
Apa tanggung jawab orang tua dalam mencegah pelecehan?
Orang tua perlu memperkuat komunikasi dengan anak dan tetap hadir dalam kehidupan mereka.

>

Saat ini belum ada komentar