Surabaya Menjadi Wajah Indonesia di Forum Global tentang Anak Tokyo 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 42 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya, yang dikenal sebagai kota pahlawan, kembali menorehkan prestasi luar biasa dengan menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Tokyo Global Forum on Children (TGFC) 2026. Ajang ini berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 4 hingga 6 Februari 2026. Forum internasional ini dihadiri oleh 20 kota dari seluruh dunia yang tergabung dalam jejaring Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF. Tujuan utamanya adalah untuk berbagi kebijakan, praktik baik, serta inovasi dalam pemenuhan hak anak dan remaja.
Pendekatan Holistik dalam Pembangunan Kota Ramah Anak
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan kebijakan dan model pembangunan kota ramah anak di hadapan kota-kota global. Kehadiran Surabaya menunjukkan bahwa kota ini mampu bersaing dengan kota-kota besar di dunia dalam hal pengembangan kebijakan anak dan remaja.
Pendekatan yang digunakan Surabaya adalah layanan anak yang holistik dan integratif, mulai dari usia dini hingga remaja. Proses ini melibatkan orang tua dan ayah sebagai bagian penting dari ekosistem pengasuhan dan pendidikan. Hal ini menegaskan bahwa kebijakan ramah anak di Surabaya tidak bersifat sektoral, melainkan terintegrasi lintas usia dan peran dalam keluarga maupun masyarakat.
Layanan Publik yang Terjangkau dan Berkelanjutan
Selain itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan Manusia Bappeda Kota Surabaya, Puspita Ayuningtyas Prawesti, menyampaikan bahwa Surabaya membangun kota ramah anak dengan memastikan kehadiran layanan publik yang dekat, menyeluruh, dan berkelanjutan. Layanan tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kesehatan mental, pengembangan karakter, serta penguatan kapasitas keluarga dan komunitas melalui Balai RW.
Surabaya juga memastikan bahwa pemerintah hadir sejak anak usia dini, mendampingi fase remaja yang krusial, serta memperkuat peran orang tua dan ayah dalam pengasuhan. Anak tidak hanya dilindungi, tetapi juga didengar dan dilibatkan dalam proses pembangunan kota.
Partisipasi Anak dalam Forum Global
Selain perwakilan Pemkot Surabaya, forum tersebut juga menghadirkan suara anak secara langsung melalui partisipasi Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya. Revalina merupakan anggota Forum Anak Surabaya dan Organisasi Pelajar (ORPES) Kota Surabaya, serta peraih Eco Student (Junior) of the Year 2025 dan Putri V Lingkungan Hidup 2024.
Kehadiran Revalina mencerminkan praktik partisipasi bermakna anak yang selama ini dikembangkan di Surabaya. Dalam presentasinya, Revalina memaparkan pengalamannya tumbuh di Surabaya sebagai kota ramah anak, termasuk akses terhadap ruang aman, pendidikan lingkungan, partisipasi anak dalam pengambilan keputusan, serta dukungan pemerintah kota terhadap berbagai inisiatif anak dan remaja.
Keberhasilan yang Menginspirasi
Model pembangunan kota ramah anak yang dipresentasikan Surabaya mendapat apresiasi dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dan peserta forum dari berbagai negara. Pendekatan tersebut dinilai berhasil menerjemahkan konsep Child-Friendly City ke dalam praktik nyata yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas. Hal ini menjawab tantangan global terkait kesejahteraan dan kesehatan mental anak serta remaja.
Keikutsertaan Surabaya dalam TGFC 2026 didukung oleh rekam jejak yang kuat. Kota Pahlawan tercatat tujuh kali berturut-turut meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional, serta menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam jejaring CFCI UNICEF.
Partisipasi Surabaya sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam TGFC 2026 menegaskan bahwa pembangunan kota berkelanjutan harus dimulai dari anak dan keluarga. Melalui pendekatan holistik, integratif, dan berbasis komunitas, Surabaya menunjukkan bahwa kota di Indonesia mampu berdiri sejajar dan berkontribusi nyata dalam diskursus global mengenai masa depan generasi muda. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar