Sejarah dan Pengaruh Ron Kenoly dalam Musik Pujian Kristen
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ron Kenoly, seorang tokoh penting dalam dunia musik pujian Kristen, meninggal pada usia 81 tahun. Ia dikenal sebagai pemimpin ibadah yang mengubah cara umat Kristen merayakan iman mereka melalui lagu-lagu yang penuh makna dan kekudusan. Karyanya tidak hanya membentuk arah musik pujian modern, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang makna pelayanan dalam konteks kekristenan.
Kenoly adalah salah satu tokoh yang memperkenalkan konsep “worship as service” kepada jemaat, bukan sekadar tampil di panggung. Dalam wawancara tahun 2024, ia menyampaikan bahwa tujuan utamanya adalah untuk membawa orang-orang ke hadirat Tuhan, bukan sekadar menampilkan kemampuan vokal atau musikalnya. “Saya tidak pernah menjadi seniman atau entertainer. Saya adalah pemimpin pujian,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Lagu-Lagu yang Membentuk Generasi Baru
Beberapa lagu karya Kenoly seperti Ancient of Days, Anointing Fall On Me, dan Jesus Is Alive menjadi sangat populer dan dianggap sebagai bagian dari tradisi pujian gereja modern. Album live-nya Lift Him Up pada tahun 1992 menjadi album pujian tercepat yang terjual, mengantarkan generasi baru gereja ke pengalaman pujian yang besar dan kolaboratif. Album lainnya, Welcome Home, juga mencapai kesuksesan yang luar biasa, bahkan memenangkan penghargaan Dove Award dari Gospel Music Association pada tahun 1997.
Karyanya tidak hanya berdampak pada musik, tetapi juga pada teologi pujian itu sendiri. Kenoly sering menekankan pentingnya keseimbangan antara pujian dan Firman Tuhan. “Jika kita hanya fokus pada pujian tanpa Firman, kita bisa terjebak dalam fanatisme. Dan jika kita hanya fokus pada Firman tanpa pujian, kita bisa menjadi legalis. Kita butuh keduanya,” katanya dalam wawancara dengan Christian Today pada tahun 2006.
Perjalanan Karier dan Dedikasi Terhadap Ibadah
Sebelum fokus pada pelayanan rohani, Kenoly pernah menjalani karier musik populer dengan nama panggung Ron Keith. Ia juga pernah menjadi anggota duo musik R&B bersama Candy Rae. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk beralih ke musik gereja setelah merasa ada panggilan yang lebih dalam.
Ia mulai merilis album pertamanya You Ought to Listen to This pada tahun 1983, meski harus melewati masa obskuri di mana ia tidak menerima bayaran. Meski begitu, ia tetap berkomitmen untuk menggunakan bakatnya dalam pelayanan. “Saya akan melewati setiap pintu yang Tuhan buka,” katanya.
Setelah bergabung dengan Jubilee Christian Center di San Jose, California, Kenoly berkembang pesat sebagai pemimpin pujian dan pendidik. Ia juga menempuh pendidikan akademis, termasuk gelar Master of Divinity dan Doktor Kehormatan dalam musik suci. Buku-bukunya tentang pujian menjadi referensi bagi banyak pemimpin gereja dan penulis musik.
Warisan yang Tak Terlupakan
Ketika kabar kematian Kenoly disampaikan melalui Instagram oleh Bruno Miranda, rekan kerjanya selama lebih dari dua dekade, banyak tokoh gereja merasa kehilangan. Pastor Tony Suarez menyebutnya sebagai “psalmis generasi,” sementara banyak jemaat mengingat momen-momen pujian yang penuh anugerah saat ia memimpin.
Meski detail upacara pemakamannya belum diumumkan, warisan Kenoly akan terus hidup melalui lagu-lagunya, ajarannya, dan pengaruhnya terhadap pujian modern. Ia meninggalkan jejak yang tak terhapus dalam sejarah musik gereja.

>

Saat ini belum ada komentar