Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau: Studi Tiru ke Surabaya untuk Kembangkan KSB
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hanipah, melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya guna mempelajari strategi pengelolaan sampah dan penataan ruang terbuka hijau (RTH). Kunjungan ini dilakukan beberapa hari lalu sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat KSB.
Pertemuan antara Wabup Hanipah dengan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, serta Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Maria Agustin Yuristina, menjadi momen penting dalam proses pembelajaran. Selain itu, Wabup KSB juga didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Syahril serta Kepala DLH KSB Aku Nur Rahmadin beserta jajaran.
Strategi Pengelolaan Sampah yang Sukses di Surabaya
Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah studi tiru terhadap sistem pengelolaan sampah yang telah berhasil diterapkan di Surabaya. Menurut Asisten II Surabaya, Syamsul Hariadi, kunci keberhasilan tersebut adalah keterlibatan aktif masyarakat melalui 29 ribu Kader Surabaya Hebat (KSH) dan optimalisasi 919 bank sampah yang terintegrasi secara digital melalui aplikasi Sibasam.
Selain itu, Surabaya juga mengembangkan inovasi produk ramah lingkungan seperti popok kain pakai ulang merek Bumbi yang diproduksi oleh UKM disabilitas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi sampah popok sekali pakai. TPA Benowo, yang dikelola bersama PT Sumber Organik, mampu menghasilkan energi listrik sebesar 11 megawatt per hari melalui metode gasifikasi dan landfill gas.
Tantangan Pengelolaan Sampah di KSB
Meski memiliki sembilan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hanya satu TPA yang beroperasi aktif. Dengan jumlah penduduk sekitar 158 ribu jiwa, Wabup Hanipah menyadari bahwa penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami berharap dapat memetik pengalaman dan kebijakan yang telah diterapkan di Surabaya untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi di daerah kami, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Hanipah.
Konsep Pengelolaan RTH yang Inovatif
Selain pengelolaan sampah, Pemkab KSB juga tertarik mempelajari pengelolaan 45 taman aktif di Surabaya. Konsep tersebut rencananya akan diterapkan di kawasan Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang yang memiliki luas sekitar 40 hektare.
Dalam kunjungan ini, Wabup Hanipah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan. Ia berharap model yang sukses di Surabaya dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi lokal KSB.
Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Selain itu, Wabup Hanipah juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan program edukasi dan partisipasi aktif warga, diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.***

>

Saat ini belum ada komentar