Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Canggih Hadapi Musim Hujan 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya telah mempersiapkan berbagai langkah inovatif untuk menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada bulan Februari 2026. Salah satu upaya utama adalah penambahan lima unit rumah pompa baru, yang akan meningkatkan kapasitas sistem pengendalian banjir di kota ini.
Penambahan Rumah Pompa sebagai Solusi Utama
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa penambahan rumah pompa menjadi salah satu strategi penting dalam mengurangi risiko genangan air. “Jumlah rumah pompa di Surabaya akan bertambah lima unit dari total sebelumnya sebanyak 85 unit,” ujarnya.
Lokasi penambahan rumah pompa mencakup beberapa area rawan banjir seperti Gereja Bethany, kawasan Semolo dan Nginden, serta kawasan Teluk Kumai, tepatnya di Teluk Betung. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem drainase dan memastikan aliran air tetap lancar selama musim hujan.
Normalisasi Saluran Air dan Perbaikan Infrastruktur Drainase
Selain pembangunan rumah pompa, pemerintah juga fokus pada normalisasi saluran air. Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan bahwa evaluasi sistem drainase dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan pola curah hujan.
“Sejumlah saluran yang sebelumnya dirancang dengan kapasitas tertentu kini perlu diperbesar untuk mengakomodasi intensitas hujan yang semakin tinggi,” jelasnya. Proses normalisasi ini dilakukan di kawasan Simo Kalangan, yang memiliki tingkat sedimentasi cukup tinggi.
Peran Satgas dan Partisipasi Warga
Pemerintah juga melibatkan Satgas di tingkat kecamatan untuk menangani saluran-saluran air di lingkungan warga. Upaya ini bertujuan untuk memastikan saluran tetap bersih dan tidak tersumbat oleh sampah atau limbah.
Hidayat menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kelancaran aliran air. “Kami juga melibatkan Satgas di tingkat kecamatan untuk menangani saluran-saluran di lingkungan warga,” tambahnya.
Evaluasi dan Pengembangan Sistem Pompa
Selain itu, sistem pompa yang sudah ada juga terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, pernah menyampaikan bahwa efektivitas sistem pompa menjadi fokus utama dalam menghadapi banjir.
Bima Arya, Mantan Wali Kota Bogor, juga pernah memberikan apresiasi atas sistem pompa yang diterapkan di Surabaya, menilai bahwa model ini bisa ditiru oleh daerah lain.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski telah melakukan berbagai persiapan, tantangan tetap ada. Curah hujan yang meningkat dan perubahan iklim membuat pemerintah harus terus berinovasi dalam menghadapi risiko banjir.
Pemkot Surabaya juga sedang mengevaluasi proyek-proyek infrastruktur lainnya, seperti penataan parkir dan pengelolaan limbah, untuk memastikan kota tetap siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Dengan penambahan rumah pompa, normalisasi saluran air, dan partisipasi aktif masyarakat, Pemkot Surabaya menunjukkan komitmennya dalam menghadapi musim hujan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan memastikan kenyamanan bagi warga kota.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar