Kasus J-1 Visa dan Persoalan Ketenagakerjaan di Marriott International
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pekerja yang menggunakan program J-1 visa sedang memperjuangkan kelas sertifikasi dalam gugatan terhadap Marriott International Inc. Gugatan ini mengklaim bahwa perusahaan tersebut terlibat dalam tindakan pemerasan untuk mendapatkan tenaga kerja dengan biaya lebih rendah melalui program J-1 visa. Pejabat yang memimpin gugatan tersebut menekankan bahwa Marriott tidak boleh menghalangi proses kelas sertifikasi.
Penjelasan tentang Program J-1 Visa
Program J-1 visa adalah bagian dari sistem imigrasi Amerika Serikat yang dirancang untuk memberikan kesempatan bagi warga asing untuk melakukan pertukaran budaya, pendidikan, atau pelatihan di negara tersebut. Namun, dalam beberapa kasus, program ini digunakan sebagai alat untuk memperoleh tenaga kerja murah. Dalam gugatan ini, pekerja mengklaim bahwa Marriott International Inc. memanfaatkan struktur program ini untuk mengurangi biaya operasional perusahaan.
Gugatan yang Diajukan
Gugatan ini diberi nama Lopez v. Marriott International, Inc., dan telah diajukan ke pengadilan Colorado. Pihak tergugat, yaitu Marriott International Inc., diduga melakukan tindakan ilegal dengan memanipulasi sistem J-1 visa. Gugatan ini juga menyebutkan bahwa perusahaan tersebut berpotensi terlibat dalam aktivitas yang termasuk dalam RICO (Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act), sebuah undang-undang yang digunakan untuk menangani tindakan kriminal terorganisir.
Peran Pemimpin Gugatan
Pemimpin gugatan menegaskan bahwa kelas sertifikasi harus diberikan karena adanya potensi kerugian yang signifikan bagi para pekerja. Ia menilai bahwa Marriott International Inc. mencoba menghindari tanggung jawab dengan menghalangi proses kelas sertifikasi. Hal ini menjadi isu penting karena kelas sertifikasi dapat memberikan perlindungan hukum bagi banyak pekerja yang mengalami kondisi serupa.
Konteks Hukum dan Persoalan Tenaga Kerja
Kasus ini berada dalam konteks yang lebih luas tentang masalah ketenagakerjaan di Amerika Serikat. Banyak perusahaan besar dituduh memanfaatkan aturan hukum untuk mengurangi biaya tenaga kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan jumlah gugatan yang menyangkut praktik kerja yang tidak adil, termasuk pemotongan upah, pelanggaran jam kerja, dan penyalahgunaan sistem visa.
Perkembangan Terkini
Beberapa kasus serupa telah muncul dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya, ada laporan tentang perusahaan-perusahaan yang diduga memperlakukan pekerja kontrak secara tidak adil. Selain itu, ada juga kasus-kasus yang menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan federal mulai meningkatkan pengawasan terhadap praktik-praktik ini.
Tantangan Hukum yang Dihadapi
Perusahaan seperti Marriott International Inc. sering kali memiliki sumber daya hukum yang kuat, sehingga membuat proses hukum menjadi lebih rumit bagi para pekerja. Namun, dengan adanya kelas sertifikasi, para pekerja dapat bekerja sama untuk menuntut hak-hak mereka secara kolektif.
Kasus ini menunjukkan pentingnya perlindungan hukum bagi para pekerja, terutama dalam situasi di mana mereka berada dalam posisi yang tidak seimbang terhadap perusahaan besar. Gugatan ini juga menjadi peringatan bagi perusahaan lain untuk tidak memanfaatkan sistem hukum dan regulasi untuk keuntungan pribadi. Dengan adanya kelas sertifikasi, para pekerja memiliki peluang untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum yang layak.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar