Inovasi Pengelolaan Sampah di Surabaya: PSEL Benowo, Solusi Menuju Ekonomi Sirkuler
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, sebagai kota metropolitan dengan populasi yang terus meningkat, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Namun, inovasi yang dilakukan melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy telah menunjukkan potensi besar dalam mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi sirkuler.
Teknologi PSEL: Jawaban untuk Masalah Sampah Berlebih
Teknologi PSEL yang diterapkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, menjadi contoh sukses dalam mengelola sampah yang mencapai ratusan ton per hari. Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa, KLH/BPLH, Gatut Panggah Prasetyo, menyatakan bahwa PSEL adalah solusi strategis yang tidak bisa ditawar. Ia menilai, tanpa intervensi teknologi yang tepat, akumulasi sampah perkotaan akan membentuk gunung sampah yang berpotensi mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Jika sampah tidak dikelola, ia akan menjadi masalah serius. PSEL di TPA Benowo adalah contoh bagaimana timbulan sampah yang besar bisa dikendalikan,” ujar Gatut. Ia menambahkan bahwa jika tidak ada tindakan, gunung sampah akan terus bertambah dan menimbulkan risiko lingkungan yang lebih besar.
Re-Mining: Optimisasi Sampah Lama
Selain penerapan PSEL, TPA Benowo juga terus dikembangkan melalui skema re-mining, yaitu optimalisasi kembali timbunan sampah lama. Melalui teknologi pirolisis, sampah hasil re-mining diolah menjadi bahan bakar alternatif. Inovasi ini menjadi kunci dalam mengurangi beban kapasitas TPA sekaligus mempercepat transisi energi hijau di tingkat lokal.
Proses ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dengan menghasilkan energi yang dapat digunakan kembali. Dengan demikian, PSEL dan re-mining menjadi dua pendekatan utama dalam mengelola sampah secara efektif.
Transformasi Eks TPA Menjadi Ruang Terbuka Hijau
Selain pengelolaan sampah, Kota Surabaya juga tercatat memimpin dalam pemulihan ekosistem melalui transformasi kawasan eks TPA menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Contohnya, Taman Harmoni yang sebelumnya merupakan area pembuangan sampah kini menjadi destinasi wisata yang asri bagi masyarakat.
Proses pembersihan dan pembangunan yang dilakukan pada periode 2011–2014 berhasil mengubah wajah lahan bekas pembuangan menjadi ruang yang nyaman dan hijau. Penanaman vegetasi yang masif di area eks TPA terbukti efektif memperbaiki kualitas udara dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di tengah kepadatan kota.
Namun, Gatut menegaskan bahwa setiap alih fungsi lahan TPA harus didasari pada kajian teknis yang mendalam. “Keamanan struktur tanah, potensi sisa gas dari TPA, dan aspek teknis lainnya harus benar-benar dipastikan aman agar tidak menimbulkan dampak di kemudian hari,” jelasnya.
Peran Penting Kesadaran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah
Meski sistem di hilir seperti PSEL dan pemulihan lahan telah berjalan sukses, penguatan pengawasan lingkungan dan kesadaran di tingkat hulu tetap menjadi fondasi utama. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan TPA. Upaya pengurangan dan pemilahan dari sumbernya harus semakin ditingkatkan agar sistem pengelolaan berjalan optimal.
Gatut menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, sehingga mengurangi beban pengelolaan dan meningkatkan efisiensi sistem.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Kota Surabaya, dengan dinamika populasi yang tinggi, memiliki tantangan besar dalam mengelola volume sampah. Meskipun inovasi seperti PSEL dan re-mining telah menunjukkan hasil positif, diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk mencapai target pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dengan komitmen untuk terus mengembangkan teknologi dan meningkatkan kesadaran lingkungan, Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.***

>

Saat ini belum ada komentar