Inovasi Budaya di Lapangan Sepak Bola: Persebaya Surabaya dan Jersei Khas Imlek
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya kembali menunjukkan inovasinya dalam dunia olahraga dengan merilis seragam tanding khusus bertema tahun baru China atau Imlek. Ini menjadi pertama kalinya sebuah klub sepak bola di Liga Indonesia menggunakan desain seragam yang terinspirasi dari perayaan Imlek. Seragam ini akan digunakan oleh pemain dalam pertandingan resmi, bukan hanya sebagai merchandise.
Desain yang Mewakili Identitas Kota
Jersei edisi Imlek 2026 hadir dengan warna dominan hijau dan merah. Dua warna ini memiliki makna mendalam. Merah melambangkan semangat dan energi Imlek, sementara hijau adalah simbol identitas Persebaya. Desain ini juga mencerminkan multikulturalisme kota Surabaya, yang telah lama menjadi tempat tinggal bagi komunitas Tionghoa.
Logo Persebaya berada di bagian tengah dada, sedangkan logo AZA, produsen merchandise resmi klub, terletak di atasnya. Di samping logo klub, terdapat dua logo sponsor, Extra Joss dan Indomie. Sementara itu, di bagian dada dan perut jersei terpasang logo Kapal Api dan Antangin. Di lengan kiri, satu sponsor lainnya terpampang, dan dua sponsor lainnya mengapit nama serta nomor punggung pemain.
Selain itu, desain jersei juga memuat elemen bernuansa kuda dan api untuk menyambut tahun Kuda Api. Gambar tersebut tersaji pada nomor punggung pemain, sehingga menambah kesan khas Imlek.
Sejarah dan Tradisi
Manajer Persebaya Store Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa sejak 2018, ketika Persebaya kembali ke Liga Super Indonesia, tradisi merilis jersey khusus Imlek sudah menjadi rutinitas bersama AZA. Namun, untuk musim 2025–2026, jersei Imlek kali ini berbeda. Sebelumnya, jersey khusus hanya digunakan sebagai merchandise atau seragam prapertandingan. Tahun ini, jersei tersebut resmi menjadi seragam tanding keempat tim.
Rojil NB Aji, sejarawan dari Universitas Negeri Surabaya, menyebut desain hijau dan merah ini sebagai inovasi pertama Persebaya dalam sejarah jersey tanding. Ia menegaskan bahwa tidak ada catatan atau foto yang menunjukkan Persebaya pernah menggunakan jersey bermotif garis hijau–merah sebelumnya.
Jersey Imlek di Luar Indonesia
Tidak hanya di Indonesia, beberapa klub internasional juga merayakan Imlek dengan desain jersey khusus. Manchester City misalnya, telah merilis jersey edisi Imlek sejak 2023. Pada tahun 2026, mereka merilis jersey berwarna putih dengan motif kuda hitam. Jersey ini digunakan oleh Erling Haaland dan rekan-rekannya saat prapertandingan.
Sementara itu, Manchester United dan Real Madrid juga pernah merilis jersey khusus Imlek. MU merilis jersey prapertandingan pada 2020, sedangkan Real Madrid menggunakannya selama latihan pada 2023–2024.
Jersey Imlek yang Berbeda
Di sisi lain, Persis Solo juga merilis jersey Imlek, tetapi hanya sebagai merchandise koleksi suporter. Warna utama jersey ini tetap merah, sesuai dengan warna kebesaran klub. Logo Persis didesain dengan motif siluet emas, dan tidak terdapat logo sponsor klub karena jersey ini tidak akan digunakan pemain saat pertandingan.
Persebaya Surabaya terus menunjukkan keberanian dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mewakili nilai budaya dan identitas kota. Jersey Imlek 2026 menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi wadah untuk mengekspresikan keberagaman dan kekayaan budaya. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar