Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » NASIONAL » FIFA Menghukum Mantan Manajer Timnas Indonesia dengan Sanksi Berat

FIFA Menghukum Mantan Manajer Timnas Indonesia dengan Sanksi Berat

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – FIFA, lembaga tertinggi sepak bola dunia, telah mengambil tindakan tegas terhadap mantan manajer tim nasional Indonesia, Sumardji. Putusan ini dijatuhkan setelah ditemukan bahwa ia melanggar aturan disiplin FIFA dalam sebuah insiden yang terjadi saat pertandingan krusial antara Indonesia dan Irak pada Oktober 2025. Sanksi yang diberikan mencakup larangan untuk mendampingi tim selama 20 pertandingan serta denda sebesar 15 ribu franc Swiss atau sekitar Rp 324 juta.

Insiden yang Memicu Sanksi

Peristiwa yang menjadi dasar pemberian sanksi terjadi usai laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Irak dan Indonesia di Jeddah. Dalam laporan resmi FIFA, Sumardji diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap wasit asal Tiongkok, Na Ming. Ia diklaim melakukan dorongan fisik hingga wasit tersebut terjatuh. Peristiwa ini langsung memicu kartu merah dari wasit setelah peluit panjang berbunyi.

Sanksi ini merupakan konsekuensi dari tindakan yang dinilai melanggar Pasal 14 ayat (1) Kode Disiplin FIFA. Meski FIFA memberikan kesempatan bagi pihak terkait untuk klarifikasi sejak pertengahan Oktober 2025, tidak ada pembelaan resmi yang diajukan oleh Sumardji atau pihak terkait. Hal ini dianggap sebagai pengakuan atas tuduhan yang diajukan oleh FIFA.

Respons dari Sumardji

Menanggapi putusan ini, Sumardji menyatakan kekecewaan mendalam. Ia menilai hukuman yang diterimanya tidak proporsional dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Baginya, larangan 20 pertandingan adalah sanksi yang sangat berat, terlebih karena ia pernah menjalani tanggung jawab sebagai manajer tim nasional.

Namun, meskipun merasa tidak puas, Sumardji menyatakan menerima keputusan FIFA sebagai bagian dari konsekuensi dari situasi yang memanas di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai Kepala Badan Tim Nasional (BTN), yang kini menjadi fokus utamanya.

Dampak Terhadap Operasional Timnas

Meski sanksi yang diterima Sumardji cukup berat, dampaknya terhadap operasional tim nasional dianggap tidak signifikan. Hal ini karena Sumardji telah mundur dari jabatan sebagai Manajer Timnas sejak pertengahan Desember 2025. Saat ini, ia lebih fokus pada perannya sebagai Kepala BTN, sehingga absensinya dari bench tidak akan memengaruhi struktur kepelatihan tim nasional.

Keterlibatan Sumardji dalam Sepak Bola Indonesia

Sumardji bukanlah sosok asing dalam dunia sepak bola Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Kepala BTN, ia pernah memimpin Bhayangkara FC dan juga bertugas sebagai manajer tim nasional. Pengalaman dan pengetahuannya tentang manajemen tim dianggap penting dalam membangun strategi dan kebijakan sepak bola nasional.

Reaksi Publik dan Media

Putusan FIFA ini mendapat perhatian luas dari publik dan media olahraga Indonesia. Banyak yang mengecam tindakan Sumardji, sementara sebagian lainnya menilai hukuman yang diberikan terlalu berat. Namun, FIFA tetap bersikeras bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk menjaga integritas dan etika dalam sepak bola.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Jatim Dorong Ekspor-Investasi Lewat Local Currency Transaction

    BI Jatim Dorong Ekspor-Investasi Lewat Local Currency Transaction

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 213
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya menggelar diskusi publik Jatim Talk bertema “Local Currency Transaction: Memperkuat Ekspor dan Investasi untuk Mewujudkan Ekonomi Jawa Timur yang Resilien, Inklusif, dan Berdaya Saing”, Senin (29/9/2025). Ketua ISEI Surabaya Koordinator Jawa Timur, Prof. Dr. Drs. Soni Harsono, M.Si, […]

  • Agak Laen 2: Detektif Bersembunyi di Panti Jompo

    Agak Laen 2: Detektif Bersembunyi di Panti Jompo

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 127
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Film Agak Laen 2 hadir dengan cerita baru yang berbeda dari film pertamanya, membawa nuansa segar sekaligus melanjutkan kesuksesan seri sebelumnya. Film pertama, Agak Laen, sukses besar dan berhasil meraih 9,1 juta penonton di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu film lokal paling populer yang dinanti penggemar. Melanjutkan kesuksesan tersebut, kini film tersebut berjudul Agak […]

  • Jaga Stabilitas Harga Bapok,Komisi B Dukung GPM Pemkot Jelang Lebaran

    Jaga Stabilitas Harga Bapok,Komisi B Dukung GPM Pemkot Jelang Lebaran

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 211
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi B DPRD Kota Surabaya mendukung penuh Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemkot Surabaya menjelang hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025.

  • Penyelidikan KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

    Penyelidikan KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM- KPK telah mengungkap adanya dugaan korupsi terkait kuota haji yang sudah berlangsung sejak tahun 2023. Sebelumnya, kasus ini hanya diketahui terjadi pada pelaksanaan haji 2024. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula pada Mei 2023 ketika Indonesia menerima tambahan kuota haji sebanyak 8 ribu dari Pemerintah Arab Saudi. Fuad […]

  • Cakrawala Pemikiran Seorang Double Doktor Hasto Kristiyanto 

    Cakrawala Pemikiran Seorang Double Doktor Hasto Kristiyanto 

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems. DIAGRAMKOTA.COM – Menarik sekali jika kita membaca cakrawala pemikiran seorang Hasto Kristiyanto yang meraih gelar Doktor keduanya dari Universitas Indonesia, setelah Doktor pertamanya di bidang Geo Politik diraihnya dari Universitas Pertahanan Indonesia. Dalam salah satu topik bahasan dari Disertasi Doktoral keduanya Mas Hasto Kristiyanto di Universitas Indonesia (UI), Jum’at (18/Oktober/2024) ini, disebutkan […]

  • Kerugian Kerusakan Taman Nasional Gunung Salak Capai Rp 350 Miliar, dari Tambang Emas Hingga Vila

    Kerugian Kerusakan Taman Nasional Gunung Salak Capai Rp 350 Miliar, dari Tambang Emas Hingga Vila

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Kementerian Kehutanan menyebutkan kerugian akibat kerusakan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) mencapai Rp 350 miliar. Sedangkan luas area yang telah diukur dan ditertibkan mencapai 439 Hektare. “Kerusakan hutan TNGHS, selain oleh para penambang ilegal dan pengguna vila serta wisata,” ujar Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Rudianto Saragih Napitu saat menutup lubang […]

expand_less