Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Fenomena Work from Cafe di Surabaya: Tren, Kebutuhan, atau Gaya Hidup?

Fenomena Work from Cafe di Surabaya: Tren, Kebutuhan, atau Gaya Hidup?

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Work from cafe (WFC) atau bekerja dari kafe kini menjadi tren yang semakin populer di kalangan masyarakat, terutama di kota-kota besar seperti Surabaya. Bukan hanya sebagai tempat nongkrong atau bersantai, kafe kini bertransformasi menjadi ruang kerja yang nyaman dan efisien. Namun, apakah fenomena ini benar-benar menjadi budaya baru, atau sekadar gaya hidup yang sedang naik daun?

Ruang Kerja yang Nyaman dan Terjangkau

Di tengah kesibukan rutinitas harian, banyak orang memilih kafe sebagai alternatif untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Fasilitas seperti akses wifi, colokan listrik, dan suasana yang tenang membuat kafe menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin fokus tanpa gangguan.

Aginka Ilmas, seorang mahasiswa di Surabaya, mengungkapkan bahwa kafe memberikan kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di rumah atau kos. “Kopi, wifi, dan suasana yang enak jadi alasan utama aku bekerja di sini,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa kafe-kafe di Surabaya biasanya memiliki harga yang terjangkau, sehingga cocok untuk kalangan pelajar maupun pekerja paruh waktu.

Perusahaan yang Mendukung Fleksibilitas Kerja

Selain individu, banyak perusahaan kini mulai mendorong kebijakan kerja fleksibel, termasuk work from cafe. Hal ini memberi ruang bagi karyawan untuk bekerja di mana saja selama tetap produktif. Menurut Aginka, kebijakan ini sangat membantu karena membuatnya lebih nyaman dalam bekerja.

“Dulu aku sering bekerja di kos atau rumah, tapi sekarang aku merasa lebih fokus di kafe,” tambahnya. Ia mengaku bahwa ia melakukan WFC sekitar seminggu sekali, tergantung pada tugas yang harus diselesaikan.

Suasana yang Mendukung Kreativitas

Yohan, seorang desainer grafis yang bekerja di sebuah agensi kreatif, mengatakan bahwa kafe memberikan suasana yang lebih mendukung kreativitas dibandingkan kantor. “Aku merasa lebih inspiratif ketika bekerja di kafe. Suasana yang santai dan pengunjung yang beragam justru membantu ide-ide kreatif muncul,” katanya.

Ia juga menilai bahwa kafe-kafe di Surabaya kini telah menghadirkan fasilitas yang memadai, seperti kursi yang nyaman, meja kerja, dan bahkan area khusus untuk rapat singkat. Hal ini menjadikan kafe sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan oleh para profesional.

Meningkatnya Jumlah Kafe di Surabaya

Banyaknya kafe yang bermunculan di Surabaya juga turut memperkuat tren ini. Kafe-kafe tersebut tidak hanya menawarkan minuman dan makanan, tetapi juga ruang kerja yang nyaman dengan harga yang kompetitif. Ini membuat kafe menjadi pilihan utama bagi para freelancer, mahasiswa, dan pekerja lepas.

Menurut Yohan, kafe-kafe ini juga menjadi tempat interaksi sosial yang baik. “Banyak orang dari berbagai latar belakang datang ke sini, jadi kita bisa saling bertukar informasi atau bahkan mendapatkan kolaborasi,” ujarnya.

Kebutuhan atau Gaya Hidup?

Meski tren ini terlihat menarik, pertanyaannya adalah apakah ini benar-benar kebutuhan atau hanya sekadar gaya hidup yang sedang naik daun. Bagi sebagian orang, bekerja di kafe adalah cara untuk menciptakan keseimbangan antara kerja dan kehidupan sosial. Namun, bagi yang lain, ini bisa jadi sekadar upaya untuk tampil modis di media sosial.

Namun, berdasarkan pengalaman para pengguna, tren ini tampaknya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan fasilitas yang memadai dan suasana yang nyaman, kafe tidak lagi hanya tempat untuk bersantai, tetapi juga menjadi ruang kerja yang efektif.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Bhayangkara ke-79 Polres Lamongan Salurkan Bansos untuk Pemulung di TPA

    Hari Bhayangkara ke-79 Polres Lamongan Salurkan Bansos untuk Pemulung di TPA

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 186
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polres Lamongan Polda Jatim bersama Bhayangkari dan Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan penyerahan bantuan sosial (Bansos). Kali ini basos tersebut diberikan kepada para pemulung yang bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Lamongan Iptu I […]

  • Kebijakan angkutan umum di Kota Bandung belum berpihak pada perempuan

    Kebijakan angkutan umum di Kota Bandung belum berpihak pada perempuan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kebijakan dan pengembangan transportasi publik perlu memihak keselamatan perempuan. Masih maraknya kasus pelecehan di dalam angkutan kota (angkot) di Kota Bandung menjadi kontraproduktif dengan semangat memasyarakatkan transportasi umum. Penelitian dari Sapa Institute menyebutkan, 1 dari 2 perempuan yang mengakses angkot di Kota Bandung pernah melihat dan mengalami kekerasan termasuk pelecehan verbal. Peneliti Sapa Institute, […]

  • Hindari Kegaduhan, Sound Horeg Saat Sahur Dilarang Polisi

    Hindari Kegaduhan, Sound Horeg Saat Sahur Dilarang Polisi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM– Untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Polres Tulungagung Polda Jawa Timur melarang penggunaan sound horeg saat kegiatan sahur, termasuk dalam aktivitas sahur on the road (SOTR). Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto melalui Kasi Humas Iptu Nanang menyampaikan bahwa penggunaan sound horeg berpotensi menimbulkan kebisingan, keresahan warga, hingga memicu bentrokan antar […]

  • EJIF 2025 Dorong Investasi Inklusif dan Berkelanjutan di Jawa Timur

    EJIF 2025 Dorong Investasi Inklusif dan Berkelanjutan di Jawa Timur

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap solid dan berkelanjutan, sinergi berbagai pihak dalam memperkuat daya tarik dan promosi investasi terus digencarkan. Salah satu wujud nyata upaya tersebut terlihat dalam East Java Investment Forum (EJIF) 2025 yang digelar pada 21–22 Oktober 2025 di Surabaya. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia […]

  • Aldy Blaviandy anggota Komisi A DPRD Surabaya

    Aldy Blaviandy Dorong Perda Hunian Layak Libatkan Swasta Tanpa Bebani Warga

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 224
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Hunian Yang Layak DPRD Surabaya, Aldy Blaviandy, menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan rumah vertikal adalah hal yang tidak bisa dihindari. Pasalnya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029, alokasi anggaran dari APBD untuk pembangunan rumah susun sudah tidak tercantum. “Kita tidak bisa hanya […]

  • Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus

    Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus, Ratusan Siswa dan Guru Terkena Dampak

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 65
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Kasus keracunan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan jumlah korban. Hingga saat ini, sebanyak 118 siswa dan guru mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang diberikan oleh pihak pengelola. Penyebaran Korban di Berbagai Rumah Sakit […]

expand_less