SMK Go Global, Pekerja Muda Indonesia Diberi Kesempatan Mengikuti Program Pelatihan di Rusia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 56 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja muda melalui berbagai inisiatif yang bertujuan untuk menyiapkan pekerja dengan keahlian tinggi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah kerja sama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dengan perusahaan aluminium terbesar di dunia, RUSAL, serta Duta Besar Rusia di Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan peluang bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia untuk memperluas wawasan dan pengalaman di industri berat Rusia.
Kerja Sama yang Berorientasi pada Pengembangan Profesional
Pertemuan antara Menteri P2MI Mukhtarudin dengan Duta Besar Rusia Sergei Tolchenov dan perwakilan RUSAL menjadi awal dari kolaborasi yang sangat signifikan. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah membuka jalan bagi lulusan SMK Indonesia untuk mengikuti program pelatihan selama dua tahun di Rusia. Program ini mencakup pelatihan teknis di bidang konstruksi, permesinan, energi, dan ilmu material, serta pelatihan bahasa untuk memastikan para peserta dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan kerja baru.
“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman pekerja migran dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan resmi. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan bahwa lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar internasional, terutama di negara-negara mitra seperti Rusia.
Gaji Fantastis dan Skema Sharing Knowledge
Salah satu aspek menarik dari program ini adalah skema gaji yang sangat menarik. Setelah menyelesaikan pelatihan selama dua tahun, peserta akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun. Untuk posisi tertentu seperti welder, jika peserta mencapai grade 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa mendapatkan gaji hingga 200.000 Rubel per bulan, setara dengan sekitar Rp34 juta.
Selain itu, program ini juga menggunakan skema sharing knowledge. Sebanyak 25 orang akan tetap bekerja di Rusia, sementara 25 lainnya akan kembali ke Indonesia untuk memperkuat proyek strategis atau kantor perwakilan Rusia di tanah air. Hal ini bertujuan untuk memastikan transfer pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh di Rusia dapat dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia.
Persiapan Kurikulum dan Kolaborasi Lintas Kementerian
Untuk memastikan kesuksesan program ini, Kementerian P2MI akan melakukan sinkronisasi kurikulum, terutama pada kompetensi pengelasan (welder), agar lulusan Indonesia dapat langsung sesuai dengan standar sistem peringkat di Rusia. Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa pekerja migran yang dipilih memiliki kesehatan fisik dan mental yang prima serta dasar teknis yang kuat.
Selain itu, Kementerian P2MI juga akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan ESDM untuk memastikan penyerapan tenaga kerja yang kembali ke tanah air dapat berjalan efektif. Saat ini, sudah ada MoU dengan 12 kementerian untuk mengawal proyek strategis nasional.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Program “SMK Go Global” ini menjadi bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan tenaga kerja yang terampil sekaligus terlindungi di pasar internasional. Target rekrutmen akan dimulai sebelum Mei 2026, dengan keberangkatan perdana pada September 2026. Ini menjadi langkah nyata dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia dan memperkuat posisi negara di panggung global.

>

Saat ini belum ada komentar