Perubahan Pasar Saham Akibat Pengambilan Keputusan Pemerintah Terhadap PTAR, UNTR dan Astra ASII
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengambilan keputusan pemerintah terkait pencabutan izin tambang emas dan perak Martabe yang dikelola oleh PT Agincourt Resources (PTAR) berdampak signifikan terhadap pasar saham. Dua perusahaan besar, PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induk usahanya PT Astra International Tbk (ASII), mengalami penurunan tajam pada hari Rabu (21/1/2026). Hal ini menunjukkan bagaimana kebijakan pemerintah dapat memengaruhi sektor industri dan investasi.
Penurunan Harga Saham yang Signifikan
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.04 WIB, saham UNTR turun sebesar 14,00 persen menjadi Rp27.500 per unit. Angka ini mendekati area auto rejection bawah (ARB) yang biasanya terjadi ketika harga saham mencapai ambang batas tertentu. Nilai transaksi yang sangat tinggi, yaitu mencapai Rp845,30 miliar, menunjukkan adanya aksi jual yang intensif dari investor.
Sementara itu, saham ASII juga mengalami penurunan yang cukup dalam, dengan turun sebesar 8,59 persen menjadi Rp6.650 per unit. Nilai transaksi yang mencapai Rp932,63 miliar juga mencerminkan tingginya minat investor untuk menjual saham mereka.
Profil Perusahaan yang Terkena Dampak
PT Agincourt Resources (PTAR) merupakan salah satu unit usaha yang mengoperasikan Tambang Emas Martabe di Sumatera Utara. Selama ini, tambang ini menjadi salah satu pilar diversifikasi UNTR di luar bisnis batu bara, selain bisnis nikel. PTAR memiliki kepemilikan saham sebesar 95 persen di PTAR dan 80 persen di PT Sumbawa Jutaraya (SJR).
Dampak dari pencabutan izin tambang ini tidak hanya berdampak pada saham UNTR dan ASII, tetapi juga pada seluruh rantai pasok dan karyawan yang terlibat dalam operasi tambang tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sektor pertambangan bagi ekonomi nasional.
Tanggapan dari Pihak Terkait
Meski belum ada respons resmi dari manajemen PT Agincourt Resources terkait pencabutan izin tambang, para analis pasar menyatakan bahwa keputusan ini bisa menjadi langkah penting dalam upaya pemerintah untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Sejumlah ahli ekonomi juga menyoroti pentingnya regulasi yang jelas dan transparan dalam sektor pertambangan. Mereka menyarankan agar pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di bidang ini.
Kondisi Pasar Saat Ini
Kondisi pasar saham saat ini tampaknya sedang dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Selain dampak dari pencabutan izin tambang, ada juga tekanan dari pasar global yang terus melemah. Namun, beberapa analis percaya bahwa pasar akan segera pulih jika pemerintah dapat memberikan kejelasan dan stabilitas dalam kebijakan ekonomi.

>

Saat ini belum ada komentar