Peran Nilai TKA dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti memberikan penjelasan terkait peran nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Ia menegaskan bahwa nilai TKA tidak akan menggantikan peran nilai rapor dalam proses seleksi. Sebaliknya, TKA bertujuan untuk memperkuat objektivitas dan standarisasi penilaian prestasi akademik.
“Nilai TKA berfungsi sebagai bagian dari penguatan objektivitas dan standarisasi penilaian prestasi akademik dalam jalur SNBP tanpa menggantikan peran rapor dan prestasi lainnya,” jelas Muti dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR yang disiarkan secara daring.
Integrasi Sistem PDSS dengan Nilai TKA
Nilai TKA telah terintegrasi secara langsung pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk persiapan SNBP sejak 5 Januari 2026. Dengan integrasi ini, sekolah dapat menggunakan data tersebut untuk menentukan siswa yang layak menjadi peserta SNBP 2026.
“Nilai TKA telah terintegrasi secara host-to-host dengan sistem PDSS, sehingga digunakan oleh Satuan Pendidikan sebagai bagian dari proses penetapan siswa yang memenuhi kriteria atau eligible SNBP 2026 secara akuntabel dan transparan,” ujar Muti.
Akses Pendidikan Tinggi Tetap Terbuka
Meski nilai TKA menjadi salah satu komponen dalam SNBP, Muti menekankan bahwa siswa yang tidak memiliki nilai TKA tetap bisa mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Jalur masuk PTN tidak hanya SNBP, tetapi juga ada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing PTN.
“Daya tampung SNBT dan jalur Mandiri relatif seimbang dan bahkan lebih besar dari SNBP,” tambahnya.
Tujuan Kebijakan TKA
Muti menjelaskan bahwa kebijakan TKA bertujuan untuk memperkuat kualitas dan objektifitas seleksi jalur prestasi tanpa membatasi akses pendidikan tinggi bagi peserta didik secara keseluruhan.
“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kebijakan TKA bertujuan memperkuat kualitas dan objektifitas seleksi jalur prestasi tanpa membatasi akses pendidikan tinggi bagi peserta didik secara keseluruhan,” jelasnya.
Keberagaman Jalur Masuk Perguruan Tinggi
Selain SNBP, calon mahasiswa memiliki beberapa jalur masuk perguruan tinggi, termasuk SNBT dan jalur mandiri. Setiap jalur memiliki mekanisme dan persyaratan yang berbeda, sehingga memberikan peluang yang lebih luas bagi siswa untuk diterima di PTN.
Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi SNBP 2026
Sekolah-sekolah sudah mulai bersiap untuk menyambut SNBP 2026. Salah satunya adalah dengan memastikan bahwa semua siswa memiliki data yang lengkap dan akurat dalam PDSS. Hal ini mencakup nilai-nilai yang diperlukan seperti nilai rapor dan TKA.
“Nilai-nilai tersebut bisa digunakan sekolah untuk menentukan siswa eligible peserta SNBP 2026,” kata Muti.
Pentingnya Objektivitas dalam Seleksi
Dalam konteks objektivitas, nilai TKA membantu menghindari bias dalam penilaian prestasi akademik. Dengan adanya TKA, proses seleksi menjadi lebih transparan dan adil, karena setiap siswa dinilai berdasarkan standar yang sama.
Kesimpulan
Kebijakan TKA dalam SNBP 2026 dirancang untuk meningkatkan kualitas dan objektivitas seleksi, bukan untuk menggantikan nilai rapor. Dengan integrasi sistem PDSS dan keberagaman jalur masuk perguruan tinggi, siswa tetap memiliki banyak peluang untuk meraih pendidikan tinggi.

>

Saat ini belum ada komentar