Penjelasan Ahli IPB Peran Vitamin C dalam Memperkuat Sistem Imun Tubuh
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Vitamin C, salah satu nutrisi penting yang dikenal luas, memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama sistem imun. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, kecukupan asupan vitamin C menjadi faktor penentu untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Nutrisi ini membantu tubuh memproduksi antibodi, memperkuat sel-sel imun, serta menjaga kesehatan kulit dan jaringan tubuh secara keseluruhan.
Prof Hardinsyah, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat di Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, menjelaskan bahwa kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. “Dampaknya bisa berupa daya tahan tubuh menurun, kulit menjadi kering dan kasar, penyembuhan luka menjadi lebih lama, serta gusi mudah berdarah,” ujarnya dalam wawancara dengan IPB Podcast.
Keistimewaan Vitamin C dalam Sistem Imun
Vitamin C merupakan vitamin larut air yang memiliki fungsi unik dibandingkan jenis vitamin lainnya. Ia berperan dalam merangsang produksi antibodi, termasuk natural killer cell, yang meningkat jumlahnya ketika seseorang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah cukup. Selain itu, vitamin C juga berkontribusi dalam meningkatkan produksi sel darah putih serta mendukung pembentukan interferon dan kerja imunoglobulin.
“Kebutuhan harian vitamin C bagi orang dewasa berkisar antara 60–70 miligram dan masih aman dikonsumsi hingga dua kali lipat karena sifatnya yang larut dalam air,” tambah Prof Hardinsyah.
Sumber Alami Vitamin C yang Terbaik
Menurut Prof Hardinsyah, sumber vitamin C terbaik berasal dari buah dan sayuran segar. “Selain vitamin C, kita juga mendapatkan serat, vitamin lain, dan zat gizi pendukung lainnya. Jadi manfaatnya lebih lengkap,” katanya.
Beberapa buah yang kaya akan vitamin C antara lain jambu biji, jeruk, tomat, pepaya, dan berbagai buah tropis lainnya. Ia juga menekankan bahwa vitamin C mudah rusak oleh panas, sehingga pengolahan sayuran sebaiknya dilakukan dengan suhu rendah. “Jika sayuran dimasak dengan suhu tinggi, sebagian besar vitamin C-nya hilang. Konsumsi sebagai salad atau tumis cepat tetap memungkinkan vitamin C tetap ada,” jelasnya.
Penggunaan Suplemen Vitamin C
Meski sumber alami lebih disarankan, Prof Hardinsyah mengatakan bahwa suplemen vitamin C bisa menjadi pilihan dalam kondisi tertentu, seperti saat bepergian jauh atau sulit mengakses buah dan sayur. Namun, ia menekankan bahwa dalam kondisi normal, konsumsi buah dan sayur tetap menjadi prioritas utama.
Gejala Awal Kekurangan Vitamin C
Gejala kekurangan vitamin C tidak selalu spesifik, namun sering muncul dalam bentuk kulit yang kasar dan kering, serta bibir yang tampak keriput. “Itu gejala awal yang sering muncul, meskipun bisa juga berkaitan dengan kekurangan zat gizi lain,” ujar Prof Hardinsyah.
Rekomendasi Harian untuk Pemenuhan Vitamin C
Untuk menjaga daya tahan tubuh, Prof Hardinsyah menyarankan masyarakat mengonsumsi buah dan sayur secara seimbang setiap hari. “Dengan mengonsumsi dua porsi sayur dan tiga porsi buah per hari, kebutuhan vitamin C umumnya sudah bisa terpenuhi,” tuturnya.***





Saat ini belum ada komentar