Pengunduran Diri Rusdi Masse dari Partai NasDem dan DPR RI
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengunduran diri seorang tokoh politik penting dari partai berlambang banteng ini menarik perhatian publik. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rusdi Masse Mappasessu, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR serta partai politik yang membesarkan namanya. Keputusan ini diumumkan oleh Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, yang menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut sudah terjadi sejak awal tahun 2026.
Peran dan Kontribusi Rusdi Masse di Partai NasDem
Rusdi Masse dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam struktur Partai NasDem, khususnya di Sulawesi Selatan. Sebagai mantan Ketua DPW NasDem Sulsel, ia memiliki peran signifikan dalam memperkuat basis partai di wilayah tersebut. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kebijakan legislatif di DPR RI, terutama di Komisi III yang menangani isu hukum dan keamanan.
Meski tidak banyak berkomentar secara langsung, Rusdi Masse pernah menyatakan dukungan terhadap berbagai inisiatif partai, termasuk dalam upaya memperluas jaringan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, kini ia memilih untuk mundur, sebuah langkah yang menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan politikus dan pengamat.
Tanggapan dari Pihak Partai NasDem
Ahmad Sahroni, Bendahara Umum Partai NasDem, memberikan penjelasan terkait pengunduran diri Rusdi Masse. Menurutnya, keputusan tersebut sudah diambil sejak awal tahun 2026, dan secara otomatis membuat Rusdi Masse keluar dari posisinya sebagai anggota DPR. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa segala keputusan terkait proses pengunduran diri masih berada di tangan DPP Partai NasDem.
Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI ini juga menekankan bahwa partai akan mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan aturan internal untuk menangani situasi ini. “Benar sekali (mundur dari DPR). Semua keputusan dari DPP NasDem,” ujar Sahroni.
Proses Pengunduran Diri yang Masih Tertutup
Meski pengunduran diri telah diumumkan, detail lebih lanjut tentang alasan dan mekanisme pengunduran diri masih belum sepenuhnya terungkap. Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri Rusdi Masse sudah sampai di meja ketua umum partai, Surya Paloh.
Menurut Syaharuddin, Rusdi Masse telah dipanggil ke Jakarta untuk membahas surat pengunduran dirinya. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Surya Paloh atau pihak terkait mengenai respons mereka terhadap keputusan Rusdi Masse.
Dampak Politik dan Kehidupan Publik
Keputusan Rusdi Masse untuk mundur dari partai dan DPR RI menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat. Beberapa pengamat politik melihat ini sebagai tanda perubahan dalam dinamika partai, sementara yang lain mencermati potensi dampak terhadap kinerja komisi yang ia pimpin.
Selain itu, pengunduran diri ini juga menjadi topik pembicaraan di media sosial, di mana netizen mulai berspekulasi tentang alasan di balik keputusan tersebut. Beberapa bahkan menghubungkannya dengan isu-isu internal partai atau pergeseran kebijakan yang sedang dijalankan.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Dengan mundurnya Rusdi Masse, partai dan DPR RI harus segera menyiapkan langkah-langkah untuk mengisi kekosongan yang tercipta. Ini bisa menjadi peluang bagi tokoh-tokoh baru untuk masuk ke dalam sistem politik, terutama di Komisi III yang berperan penting dalam penyusunan undang-undang.
Di sisi lain, Rusdi Masse sendiri mungkin akan mengambil langkah-langkah baru dalam karier politiknya. Apakah ia akan bergabung dengan partai lain, atau fokus pada aktivitas swasta, masih menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.
Kesimpulan
Pengunduran diri Rusdi Masse dari Partai NasDem dan DPR RI merupakan peristiwa penting yang menunjukkan dinamika politik di tingkat nasional. Meski alasan pasti belum sepenuhnya terungkap, keputusan ini akan berdampak pada struktur partai, komisi DPR, dan masyarakat luas. Bagi partai, ini menjadi tantangan untuk tetap stabil dan mempertahankan konsistensi dalam kebijakan. Bagi publik, ini menjadi momen untuk terus memantau perkembangan politik tanah air.

>

Saat ini belum ada komentar