Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Pak Purnomo: Perjalanan Panjang Mbah Kirno, Dari Kandang Besi ke Harapan Baru

Pak Purnomo: Perjalanan Panjang Mbah Kirno, Dari Kandang Besi ke Harapan Baru

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Seorang warga Ponorogo, Sukirno atau dikenal dengan panggilan Mbah Kirno (60), hidup dalam keterasingan selama hampir 20 tahun. Dalam kandang besi yang terkunci rapat, dia menjalani kehidupan yang nyaris terputus dari dunia luar. Pada Rabu sore (28/1/2026), pintu kandang itu akhirnya dibuka, mengakhiri masa penderitaan yang berlarut-larut.

Sejarah Kandang Besi yang Menyengsarakan

Mbah Kirno ditempatkan di dalam kandang besi oleh keluarganya karena gangguan kejiwaan. Selama bertahun-tahun, dia tidak pernah menyentuh tanah dan hidup dalam keterbatasan. Alasannya, keluarga percaya bahwa jika dia menyentuh tanah, kekuatan supranaturalnya akan kembali dan bisa membahayakan orang-orang sekitarnya.

Menurut warga setempat, sebelum mengalami gangguan jiwa, Mbah Kirno dikenal sebagai sosok yang hidup normal. Perubahan perilaku disebut terjadi setelah dia mendalami ilmu kanuragan atau ilmu Jawa, yang diduga melebihi kesiapan mental dan batinnya.

Proses Pembebasan yang Tidak Mudah

Proses pembebasan Mbah Kirno tidak berlangsung mulus. Keluarga sempat menolak, khawatir dia akan mengamuk jika dilepas. Namun, setelah pendekatan persuasif yang dipimpin langsung oleh Ipda Purnomo, bersama lintas instansi seperti kepolisian, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, dan TNI, akhirnya keluarga luluh.

Karena kunci gembok kandang telah hilang, petugas terpaksa membuka kurungan menggunakan gerinda dan linggis. Momen itu menjadi titik balik bagi seorang lelaki yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterasingan.

Peran Penting Ipda Purnomo

Ipda Purnomo, perwira polisi sekaligus penggiat sosial dari Polres Lamongan, hadir bukan sekadar menjalankan tugas. Dia datang dengan misi kemanusiaan, yakni menjemput, membebaskan, dan merawat seorang lelaki yang selama bertahun-tahun dipasung keluarganya karena gangguan kejiwaan.

“Jadi kami menjemput salah satu warga Ponorogo atas nama Pak Sukirno. Kalau berbicara secara medis, Pak Kirno mengalami gangguan kejiwaan,” kata Ipda Purnomo.

Langkah Purnomo tidak hanya memutus rantai pemasungan, tetapi juga membuka harapan baru bagi Mbah Kirno. Bahwa hidupnya tidak harus berakhir di balik jeruji besi.

Kehidupan Setelah Pembebasan

Setelah dievakuasi, Mbah Kirno dibawa ke Lamongan. Ipda Purnomo berkomitmen merawatnya sampai sehat. “Saya berkomitmen merawatnya sampai sehat,” tegasnya.

Kisah ini kembali menyoroti persoalan pemasungan ODGJ di Indonesia. Yakni antara keterbatasan keluarga, stigma sosial, dan minimnya akses layanan kesehatan jiwa. Namun di tengah situasi itu, sosok Ipda Purnomo hadir sebagai pengingat bahwa empati dan keberanian bisa mengubah nasib seseorang.

Isu Sosial yang Masih Menghantui

Pemasungan ODGJ masih menjadi isu penting di masyarakat. Banyak keluarga yang tidak memiliki pengetahuan cukup tentang cara merawat orang dengan gangguan jiwa. Mereka cenderung mengambil langkah ekstrem, seperti memasung, karena takut korban akan membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Selain itu, stigma terhadap penyakit mental masih sangat kuat. Banyak orang menganggap gangguan jiwa sebagai hal yang tabu, sehingga tidak jarang korban tidak mendapatkan perlakuan manusiawi.

Harapan untuk Masa Depan

Bagi Mbah Kirno, hari itu bukan sekadar hari pembebasan. Itu adalah hari ketika dia kembali diperlakukan sebagai manusia. Dengan bantuan Ipda Purnomo dan komunitas sekitar, dia memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik dan menerima perawatan yang layak.

Peristiwa ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memahami dan merawat ODGJ dengan cara yang manusiawi. Dengan kesadaran yang lebih tinggi, banyak kejadian serupa bisa dihindari.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putri “Bon-Bon” Polwan Polres Tuban Pertama Yang Tergabung Dalam Pasukan Perdamaian

    Putri “Bon-Bon” Polwan Polres Tuban Pertama Yang Tergabung Dalam Pasukan Perdamaian

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Diagram Kota Tuban – Mengenal lebih dekat sosok Brigadir Polisi Wahyu Putri Widyaningrum salah satu Polisi wanita (Polwan) berprestasi yang dimiliki Polres Tuban Polda Jatim, yang saat ini sedang menempuh pelatihan pra tugas Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA di pusat misi Internasional Polri Tangerang. Lulusan Sepolwan Tahun 2014 itu merupakan anak ke 3 dari […]

  • Waket Komisi III DPR: Putusan MK 114/PUU-XXIII/2025 Bukan Larangan Mutlak Penugasan Anggota Polri

    Waket Komisi III DPR: Putusan MK 114/PUU-XXIII/2025 Bukan Larangan Mutlak Penugasan Anggota Polri

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Panitia Kerja Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan DPR RI, Moh. Rano Alfath, menegaskan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 114/PUU-XXIII/2025 tidak boleh dimaknai sebagai larangan absolut terhadap penugasan atau perbantuan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di luar struktur institusi kepolisian. Menurut Rano, […]

  • Prioritaskan Sumber Daya Manusia, Ketua Komisi A : Kunci Perbaikan Pemkot Surabaya

    Prioritaskan Sumber Daya Manusia, Ketua Komisi A : Kunci Perbaikan Pemkot Surabaya

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 156
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Yona Bagus Widiyatmoko Ketua Komisi A DPRD Surabaya, menyebut bahwa aset paling berharga yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya sejatinya adalah Sumber Daya Manusia (SDM), disamping aset-aset lain yang lebih kepada materi dan fisik. Oleh karenanya, Yona-sapaan akrab Yona Bagus Widiyatmoko, mengatakan bahwa untuk melakukan perbaikan di segala lini agar lebih baik dari sebelumnya […]

  • MAKI Jatim Turun Pantau Anggaran Kirab Maskot KPU Di Pilkada 2024

    MAKI Jatim Turun Pantau Anggaran Kirab Maskot KPU Di Pilkada 2024

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Surabaya – Giat Kirab Maskot dalam Pilkada serentak oleh KPU,baik KPU Provinsi Jawa Timur dan KPU Kota/Kabupaten se Jawa Timur mulai serentak dilaksanakan sesuai wilayah masing masing. Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim juga telah serentak turun untuk melakukan tugas dan fungsi pemantauan pengelolaan anggaran Kirab Maskot,bahkan MAKI Jatim terlebih dahulu sudah turun ke […]

  • Hakordia 2025

    Hakordia 2025 Menggema di Bandung! Jurnalis Hukum Serukan Perang Total Lawan Korupsi

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 69
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), Selasa 9 Desember 2025, Jurnalis Hukum Bandung (JHB) menegaskan sikap tegas dan komitmennya untuk mendukung penuh pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Bagi JHB, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan serius yang berdampak sistemik, menggerogoti sendi kehidupan berbangsa […]

  • Perkuat Komitmen terhadap Nilai-Nilai Luhur Bangsa, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Peringati Hari Lahir Pancasila 2025

    Perkuat Komitmen terhadap Nilai-Nilai Luhur Bangsa, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Peringati Hari Lahir Pancasila 2025

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2025. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Ari Bayuaji, dan dilaksanakan di Lapangan Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin, 2 Juni 2025. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) […]

expand_less