Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025 Bertugas Hadiri Semarak Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 Di Boyolali
- account_circle Arie Khauripan
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM — Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025 turut menghadiri dan bertugas memeriahkan acara Puncak Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat.
Perwakilan Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025 yang bertugas menghadiri acara adalah Jenar Kabisatya Maharani, Anjaly Parsmawati dan Yunisa Wulandari kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri.
Dalam rangkaian acara yang mengusung semangat pemberdayaan desa, pelestarian budaya, serta penguatan peran desa sebagai pilar pembangunan nasional dengan mengusung tema Bangun desa bangun Indonesia, desa terdepan untuk Indonesia.
Kehadiran Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025 menjadi simbol dukungan generasi muda dalam mengawal kemajuan desa di Jawa Tengh dan Indonesia.
L
Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan puncak peringatan Hari Desa Nasional, mulai dari pertunjukan seni budaya lokal, pameran produk unggulan desa, hingga kegiatan edukatif yang menampilkan inovasi dan kreativitas desa-desa dari berbagai daerah. Lapangan Kebun Raya Indrokilo dipadati pengunjung yang datang sejak pagi hari untuk menyaksikan puncak perayaan tersebut.
Dalam peringatan hari desa nasional 2026 ini, Jateng dipilih menjadi lokasi puncak peringatan di skala nasional, Gubernur Ahmad Luthfi menyulap desa menjadi potensi perekonomian besar di Jawa Tengah.
Melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus tumbuh dan naik kelas, hingga keberadaan Desa Mandiri telah menjadikan ekonomi Jateng semakin maju.
Ahmad LUthfi menekankan UMKM merupakan salah satu nafas perekonomian di Jawa Tengah. Di mana jumlah UMKM di Jawa Tengah sekitar 4,2 juta dengan sekitar 3 juta diantaranya berada khususnya di pedesaan.
“Itu potensi desa yang perlu kita kembangkan. Artinya perlu kita tingkatkan lagi dinas koperasi dan UMKM kita khususnya mereka yang UMKM menengah di mana ia punya kualifikasi ekspor. Kita guidance ini bekerja sama dengan kementerian perdagangan,” katanya.
Di antaranya UMKM yang ada di pedesaan itu juga ada yang sudah menjadi Desa Ekspor. Yaitu desa yang memiliki usaha skala menengah yang mempunyai kualifikasi ekspor.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga memaparkan secara umum kondisi desa di wilayahnya. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia, sekitar 7.810 desa yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mendorong pembangunan desa secara berkelanjutan. Sebagaimana yang Ahmad Luthfi sampaikan tentang desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan nasional.
Dalam pidatonya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan desa merupakan subjek pembangunan sebagaimana arahan Presiden Prabowo. Hari Desa Nasional merupakan momentum untuk menyatukan energi dalam membangun desa.
“Kita akan ciptakan supaya ekonomi desa bangkit dan tumbuh. Ini merupakan salah satu astacita Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Membangun desa sejatinya membangun Indonesia. Landasan besar itu harus kita sematkan,” katanya
Senada dengan itu Mas dan Mbak Jawa Tengah 2025 yang bertugas diwakili oleh Jenar Kabisatya Maharani, Anjaly Parsmawati dan Yunisa Wulandari menyampaikan apresiasinya terhadap peran desa yang semakin strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Desa memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi sumber daya manusia, budaya, maupun ekonomi. Momentum Hari Desa Nasional ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia berawal dari desa dan desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek utama yang mampu melahirkan inovasi dan prestasi,” jelas mereka
Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (dk/chan)
- Penulis: Arie Khauripan

>
>
>
