Investor Asing Kembali Tertarik pada Sektor Keuangan dan Komoditas
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Investor asing kembali menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap pasar modal Indonesia, khususnya di sektor keuangan dan komoditas. Pada awal tahun 2026, aliran dana asing mencatatkan peningkatan signifikan, dengan net buy mencapai Rp2,04 triliun selama periode 5-9 Januari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa investor global mulai memperhatikan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan stabilitas pasar saham.
Pergerakan Pasar Saham Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi selama pekan lalu, namun secara keseluruhan mengakhiri perdagangan dengan kenaikan. Meski sempat turun ke zona merah, IHSG akhirnya berada di level 8.936,75 setelah naik 0,13% pada Jumat (9/1/2026). Dengan demikian, pada pekan pertama tahun ini, IHSG berhasil meningkat sebesar 1,8%.
Selama periode tersebut, sebanyak 381 saham mengalami kenaikan, sementara 331 saham turun, dan 246 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp27,32 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 54,36 miliar saham dalam 3,4 juta kali transaksi. Hal ini menunjukkan tingkat likuiditas yang cukup tinggi di pasar modal Indonesia.
Sektor yang Menarik Minat Investor
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor konsumer non-primer menjadi salah satu yang paling kencang naiknya, dengan kenaikan sebesar 2,1%. Diikuti oleh sektor industri yang naik 1,78%, serta sektor kesehatan yang bertambah 1,34%. Sementara itu, sektor perbankan dan tambang juga menjadi prioritas bagi investor asing.
Daftar Saham yang Diserbu Investor Asing
Beberapa saham unggulan di pasar modal Indonesia mendominasi daftar saham dengan net buy terbesar dari investor asing. Berikut adalah 10 saham yang paling banyak dibeli:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Rp653,5 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp628 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) – Rp555,8 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp555,4 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp505,3 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) – Rp393,3 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp329,8 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp264,2 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp220,7 miliar
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) – Rp209 miliar
Saham-saham ini menjadi incaran investor asing karena prospek pertumbuhan yang baik dan kinerja keuangan yang stabil. Terutama untuk saham perbankan seperti BBRI dan BBCA, yang masih menjadi pilihan utama investor global.
Faktor Penyebab Minat Investor Asing
Ada beberapa faktor yang mendorong minat investor asing terhadap pasar modal Indonesia. Pertama, situasi makroekonomi yang relatif stabil dan pertumbuhan ekonomi yang positif. Kedua, harga saham yang relatif terjangkau dibandingkan pasar lain di kawasan Asia. Ketiga, adanya proyeksi kenaikan harga komoditas seperti logam dan mineral strategis, yang memberikan peluang bagi emiten tambang.
Perspektif Pasar di Tengah Tahun 2026
Dengan tren positif di awal tahun, pasar modal Indonesia tampaknya siap menghadapi tantangan dan peluang di sepanjang tahun 2026. Investor asing akan tetap menjadi penggerak utama, terutama jika pemerintah dan otoritas pasar terus memperkuat regulasi dan infrastruktur keuangan. Selain itu, perkembangan sektor-sektor strategis seperti teknologi, energi, dan transportasi juga bisa menjadi faktor pendorong pertumbuhan pasar saham.***





Saat ini belum ada komentar