BMKG Juanda 8-10 Januari 2026: Peringatan Cuaca Ekstrem untuk Wilayah Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Timur pada periode 8-10 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama musim hujan, khususnya banjir, genangan, dan longsor di wilayah rawan.
Peringatan dini ini menunjukkan bahwa sejumlah kabupaten dan kota diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang pada beberapa wilayah dapat disertai petir. Wilayah yang masuk dalam kategori Waspada meliputi Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
Wilayah Terdampak dan Prediksi Hujan
Dalam rilis BMKG Juanda, Kamis (8/1/2026), peringatan cuaca di Jawa Timur didominasi oleh status Waspada, yang berarti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi. Pada periode tertentu, terdapat pula wilayah yang masuk kategori Siaga atau hujan lebat hingga sangat lebat, meskipun tidak ditemukan status Awas atau hujan ekstrem.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat mencakup banyak daerah seperti Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kota Surabaya, Lamongan, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tulungagung, dan Ponorogo. Daerah-daerah tersebut juga berpotensi mengalami hujan yang disertai kilat atau petir.
Rekomendasi dari BMKG Juanda
BMKG Juanda memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Mereka menyarankan agar masyarakat menghindari daerah rawan longsor dan banjir, serta waspada terhadap cuaca ekstrem siang/malam hari. Selain itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan perlengkapan darurat.
Untuk infrastruktur, masyarakat diminta memperhatikan sistem drainase, saluran, dan resapan air untuk menampung curah hujan tinggi. Dalam hal lingkungan, BMKG Juanda menyarankan manfaatkan musim hujan untuk menanam pohon guna investasi lingkungan, mengurangi banjir, dan memperkuat tanah.
Informasi Resmi dan Perkembangan Cuaca
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi Info BMKG, media sosial, dan Call Center 196. Informasi dapat diperbarui sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
Selain itu, masyarakat diminta untuk memastikan saluran drainase di lingkungan masing-masing berfungsi dengan baik. Pemerintah daerah juga diminta bersiaga dan menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem.
Potensi Dampak Cuaca Ekstrem
BMKG Juanda mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang menimbulkan genangan air, banjir lokal, serta longsor di wilayah dengan kontur tanah labil atau drainase yang kurang baik. Aktivitas transportasi dan kegiatan masyarakat juga dapat terdampak akibat jarak pandang yang menurun dan kondisi jalan yang licin.
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang bisa terjadi selama periode 8-10 Januari 2026.***





Saat ini belum ada komentar