BBRI dan BBCA, Perbedaan Perilaku Investor Asing pada Saham Perbankan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Investor asing menunjukkan perbedaan signifikan dalam perilaku mereka terhadap saham perbankan di pasar modal Indonesia. Pada perdagangan Selasa (20/1/2026), tercatat adanya aksi beli dan jual yang berbeda antara emiten perbankan besar seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA). Hal ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah, terutama dalam konteks kinerja keuangan perusahaan.
Kinerja Investor Asing pada Saham BBRI
Salah satu saham yang paling diminati oleh investor asing adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Data pasar menunjukkan bahwa investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 224,57 miliar pada saham BBRI. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan dan stabilitas perusahaan tersebut.
Saham BBRI pada hari itu menguat tipis sebesar 0,26% menjadi Rp 3.850 per saham. Sejak awal tahun, saham ini telah mengalami apresiasi hingga 5,19%. Pergerakan positif ini diperkuat oleh harapan bahwa bank tersebut akan melaporkan kinerja keuangan yang solid dalam beberapa minggu ke depan.
Aksi Jual Besar pada Saham BBCA
Sebaliknya, saham Bank Central Asia (BBCA) mengalami penurunan yang signifikan akibat aksi jual besar-besaran dari investor asing. Data menunjukkan bahwa net sell investor asing pada saham BBCA mencapai Rp 269,21 miliar. Saham BBCA ditutup melemah sebesar 1,54% menjadi Rp 8.000 per saham.
Ini menjadi salah satu contoh bagaimana investor asing dapat dengan cepat mengubah strategi investasi mereka berdasarkan informasi terkini atau ekspektasi terhadap kinerja perusahaan. BBCA juga diharapkan segera melaporkan hasil operasional tahunan, meski ada kemungkinan perusahaan memilih untuk melakukan audit penuh atau penelaahan terbatas atas laporan keuangan.
Kondisi Pasar Secara Keseluruhan
Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari itu ditutup stagnan di posisi 9.134,70. Nilai transaksi mencapai Rp29,78 triliun, dengan total volume perdagangan sebesar 72,41 miliar saham dalam 3,94 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 336 saham mengalami kenaikan, 323 saham turun, dan 143 saham tidak bergerak.
Perdagangan hari itu menunjukkan ketidakpastian di pasar, terutama karena adanya harapan terhadap pelaporan kinerja keuangan perusahaan. Namun, investor asing tetap aktif dalam memperbaiki portofolio mereka, baik melalui pembelian maupun penjualan saham.
Tren Investasi dan Harapan Masa Depan
Tren investasi yang terjadi pada hari itu menunjukkan bahwa investor asing cenderung lebih memilih saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan stabil. Selain BBRI, beberapa saham lain juga mendapat perhatian khusus dari pemodal asing. Namun, penjualan besar-besaran pada BBCA menunjukkan bahwa tidak semua saham mendapat sambutan positif.
Harapan terhadap kinerja keuangan perusahaan menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi. Meski IHSG stagnan, investor tetap waspada dan siap mengambil peluang di pasar modal Indonesia. Kehadiran saham-saham unggulan seperti BBRI memberikan optimisme bagi para pemodal, baik lokal maupun asing.***

>

Saat ini belum ada komentar