Tahun Baru di Surabaya Tanpa Kembang Api, Pengajian Gantikan Pesta, Solidaritas untuk Sumatera
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 15 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Perayaan Tahun Baru 2026 di Balai Kota Surabaya akan sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada pementasan kembang api, tetapi digantikan dengan acara pengajian dan doa bersama.
Informasi ini diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia menyampaikan bahwa perayaan malam tahun baru 2026 yang diselenggarakan secara sederhana merupakan wujud dukungan dan kepedulian masyarakat Surabaya terhadap bencana banjir yang terjadi di Sumatera.
“Masih ada keluarga kita yang mengalami kesulitan di Aceh dan Sumatera. Kita tingkatkan doa agar Surabaya terhindar dari bencana, serta memberi dukungan kepada saudara-saudara kita di Sumatera,” katanya, Minggu (14/12).
Sebagai informasi, bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa beberapa daerah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada akhir November 2025, meninggalkan rasa duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Tidak heran, hingga Sabtu (13/12), BNPB melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana ini mencapai 1.006 orang, terdiri dari 415 korban di Aceh, 349 korban di Sumatera Utara, dan 242 korban di Sumatera Barat.
Secara khusus, Eri menyampaikan belasungkawa atas bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Selain korban jiwa, beberapa infrastruktur masih mengalami gangguan dan banyak jalur-jalur yang terputus.
“Sampai saat ini perbaikan infrastruktur masih belum berjalan dengan baik karena terputusnya jalur-jalur, sehingga di sana kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sumatera,” tambah Eri.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mengajak masyarakat Kota Pahlawan untuk bersama-sama mendoakan para korban bencana banjir di Sumatra.
“Mari kita tidak melakukan perayaan Tahun Baru yang berlebihan, tetapi sederhana. Ayo, jika memungkinkan, donasi di Tahun Baru dikumpulkan untuk para korban, lalu kami kirimkan ke Sumatera,” ujarnya.
Namun, Eri menekankan bahwa merayakan tahun baru secara sederhana bersifat sebagai ajakan, bukan perintah. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ingin mengingatkan pentingnya saling peduli terhadap masyarakat.
“Keluarga, serta tempat usaha seperti hotel di Surabaya tetap diperbolehkan untuk merayakan, nanti aturannya akan kami sampaikan melalui surat edaran (Perayaan Natal dan Tahun Baru atau Nataru),” tambah Eri. ***





Saat ini belum ada komentar