Selamat Jalan Kusnadi: Profil Mantan Ketua DPRD Jawa Timur
- account_circle Shinta ms
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi dikabarkan tutup usia pada Selasa 16 Desember 2025.
Kusnadi sempat dirawat dirawat di RSUD dr Soetomo Kota Surabaya lantaran sakit yang dideritanya.
Profil Kusnadi
Kusnadi adalah seorang politikus Indonesia yang dikenal luas sebagai mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur.
Ia juga merupakan tokoh senior dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) di Jawa Timur.
Latar Belakang dan Pendidikan
• Nama lengkap: Kusnadi, S.H., M.Hum.
• Tempat & tanggal lahir: Tebing Tinggi, Sumatera Utara lahir pada 7 Desember 1958.
Pendidikan:
• Menyelesaikan pendidikan menengah di SMA di Sumatera Utara. (Liputan6)
• Sarjana Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag).
• Magister Hukum (S2) dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, lulus pada 1995.
Selain karier politiknya, Kusnadi juga berkiprah sebagai dosen di Fakultas Hukum Untag Surabaya sejak 1987, sebuah peran yang dijalani selama bertahun-tahun di dunia akademik.
Karier Politik
Kusnadi memulai kiprahnya di DPRD Provinsi Jawa Timur sejak periode 2004–2009 dan terus terpilih kembali dalam periode berikutnya (2009–2014, 2014–2019).
Dalam Pemilu 2019, PDI-Perjuangan menjadi partai peraih suara terbanyak di DPRD Jawa Timur, sehingga Kusnadi — dari Fraksi PDI-Perjuangan — diangkat menjadi Ketua DPRD Jatim periode 2019–2024 dalam rapat paripurna DPRD.
Sebagai Ketua DPRD Jatim, Kusnadi dikenal mendorong semangat gotong royong dan menyatukan pemikiran seluruh anggota Dewan demi kemajuan masyarakat Jawa Timur.
Isu Hukum dan Pemeriksaan KPK
Pada 2025 Kusnadi menjadi sorotan publik bukan hanya karena kiprahnya di parlemen, tetapi juga karena keterlibatannya dalam proses hukum.
Ia diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengelolaan dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2021-2022.
KPK beberapa kali memanggil dan memeriksa Kusnadi serta pihak lain sehubungan dengan perkara tersebut.
Dalam beberapa pemberitaan, ia disebut sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pokmas, meskipun hingga kini belum dilakukan penahanan terhadapnya karena mempertimbangkan kondisi kesehatan.
Selain itu, pada Oktober 2025 laporan media menyebut bahwa KPK menyatakan Kusnadi menerima komitmen fee sekitar 15–20% dari pencairan dana hibah tersebut sebuah hal yang menjadi bagian dari proses penyelidikan suap dana hibah pokmas.
Pada pertengahan Juni 2025, Kusnadi sempat menjadi pemberitaan nasional setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya selama beberapa hari di daerah Sidoarjo dan Madura.
Ia akhirnya ditemukan dalam kondisi linglung di Bangkalan, Madura dan dirinya sendiri kemudian memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan penculikan tetapi karena perjalanan bersama teman.
Berikut adalah profil Kusnadi yang merupakan Politisi Senior dari PDIP, Selamat Jalan Kusnadi.,SH.,M.Hum. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
>
>
