Perketat Keamanan di Surabaya, Wali Kota Eri Beri Arahan Khusus untuk Lindungi Anak-anak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan anak-anak di tengah maraknya isu penculikan yang beredar di wilayah lain. Tindakan ini dilakukan melalui penguatan sistem keamanan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga hingga lembaga pendidikan.
Langkah Pemkot Surabaya dalam Mencegah Penculikan Anak
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.4/32621/436.7.8/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Upaya Pencegahan Penculikan Anak. Surat edaran ini menjadi dasar bagi seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penculikan anak.
Eri menekankan bahwa isu penculikan tidak boleh dianggap remeh, terutama ketika informasi tersebut memicu keresahan di kalangan masyarakat. “Isu penculikan anak tidak boleh dianggap enteng, terutama ketika informasi yang beredar memicu keresahan publik,” ujarnya.
Partisipasi Aktif Seluruh Elemen Masyarakat
Dalam surat edaran tersebut, seluruh elemen masyarakat, termasuk RT/RW, tokoh agama, pemuda, serta Satgas PKBM dan PPA, diminta untuk aktif memantau lingkungan sekitar dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang atau layanan darurat 112.
“Semua elemen masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak,” tambah Eri.
Penguatan Protokol Keamanan di Sekolah
Sekolah menjadi fokus utama dalam penguatan keamanan. Guru piket dan petugas keamanan diminta untuk memantau pergerakan di sekitar sekolah pada jam-jam kritis seperti masuk, istirahat, dan kepulangan. Sistem penjemputan juga diperketat, dengan murid hanya boleh pulang bersama orang tua atau pihak yang terdaftar.
“Untuk transportasi online, sekolah harus memverifikasi bukti pemesanan sebelum murid meninggalkan area sekolah,” jelas Eri.
Selain itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua juga diwajibkan agar tidak terjadi miskomunikasi yang dapat menimbulkan kepanikan.
Pengawasan Digital untuk Anak-Anak
Selain pengamanan fisik, Pemkot Surabaya juga menyoroti aspek digital. Orang tua diminta meningkatkan literasi digital agar bisa mengawasi penggunaan gawai anak dan mencegah manipulasi online yang bisa berujung pada penculikan atau eksploitasi.
“Orang tua harus mengawasi penggunaan gawai anak, karena ancaman bisa datang dari ruang digital,” jelas Eri.
Pentingnya Verifikasi Informasi
Eri juga menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Ia memperingatkan warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu penculikan yang tidak terverifikasi.
“Informasi harus bersumber dari pihak resmi. Jangan sampai hoaks justru menimbulkan kepanikan,” katanya.
Strategi Komprehensif untuk Keamanan Anak
Langkah-langkah yang diambil Pemkot Surabaya merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga keamanan anak-anak di tengah situasi yang semakin dinamis. Dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, diharapkan Surabaya dapat menjadi kota yang aman dan nyaman bagi anak-anak. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar