Peringatan BMKG: Pesisir Jawa Timur Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga Awal 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir rob kembali menjadi perhatian masyarakat pesisir Jawa Timur, khususnya wilayah yang rawan terhadap dampak pasang air laut. BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi banjir rob akan terjadi hingga awal tahun 2026.
Fenomena Pasang Maksimum Akibat Purnama
Sutarno, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya menjelaskan bahwa banjir rob dipicu oleh fenomena pasang maksimum air laut. Kejadian ini terjadi karena posisi bulan yang berada pada fase purnama atau full moon.
“Pasang air laut maksimum yang terjadi saat ini merupakan siklus bulanan posisi bulan di mana saat ini fase tengah bulan atau purnama. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir rob di area pesisir,” ujar Sutarno.
Wilayah Terdampak Banjir Rob
Beberapa wilayah di Jawa Timur disebut berpotensi terkena dampak banjir rob. Antara lain:
- Surabaya Pelabuhan
- Surabaya Timur seperti Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, dan Kenjeran
- Pesisir Bangkalan Selatan, Kuanyar, Sukolilo, Sampang, Sepanjang, Selat Madura, Kreseh (barat Sampang), dan Pamekasan
Perlu diketahui, banjir rob diperkirakan terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.00-23.00 WIB.
Dampak dan Ancaman yang Ditimbulkan
Ketinggian genangan rob di daratan diperkirakan antara 10-30 sentimeter. Meski tidak terlalu dalam, genangan tersebut dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar pesisir.
“Genangan yang ditimbulkan bisa mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, juga mengganggu kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” jelas Sutarno.
Selain itu, air dari banjir rob bersifat korosif dan berpotensi merusak infrastruktur serta alat-alat yang digunakan oleh masyarakat pesisir.
Langkah Pencegahan dan Penanganan
BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi terkini yang disampaikan melalui lembaga meteorologi. Hal ini penting agar masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum terjadi banjir rob.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari wilayah yang tergenang. Tidak hanya berisiko terhadap keselamatan, air banjir rob juga bisa merusak tanaman dan sarana produksi yang ada di daerah pesisir.
Peran Pemerintah Daerah
Pemkot Surabaya sebelumnya telah melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti menunda rencana pembangunan tanggul laut. Namun, langkah-langkah ini belum sepenuhnya mencegah potensi banjir rob yang terjadi setiap tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah juga aktif dalam memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir rob. Misalnya, program relokasi rumah bagi warga Indramayu yang terkena banjir rob dan bantuan perbaikan rumah bagi warga Demak.
Banjir rob adalah ancaman nyata bagi masyarakat pesisir Jawa Timur. Meskipun terjadi secara musiman, dampaknya bisa sangat signifikan. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap waspada dan mengikuti informasi dari BMKG. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ancaman banjir rob. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar