Pemkot Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana di Sumatra dan Jawa Barat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar kegiatan spiritual untuk mendoakan korban bencana yang terjadi di wilayah Sumatra dan Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk istigasah dan doa bersama, yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Acara ini menjadi bagian dari rutinitas pemerintah kota yang digelar setiap Senin dan Kamis atau Selasa dan Jumat.
Peran Spiritualitas dalam Menghadapi Bencana
Eri Cahyadi menekankan bahwa bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor adalah peringatan bagi seluruh masyarakat. Ia menyatakan bahwa masalah yang terjadi tidak bisa hanya diselesaikan dengan kemampuan manusia semata. Oleh karena itu, ia menyarankan agar semua pihak memohon pertolongan kepada Tuhan.
“Kita tidak mungkin menyelesaikan permasalahan di dunia ini hanya mengandalkan kemampuan kita sebagai manusia,” ujar Eri saat memimpin doa bersama. Ia juga mengajak masyarakat untuk berdoa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
Keterlibatan Masyarakat dalam Doa
Wali Kota Surabaya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh masyarakat dalam doa bersama. Ia menyebutkan bahwa masyarakat non-Muslim juga diminta untuk berdoa di tempat ibadah masing-masing. “Saudara-saudara kita yang beribadah di vihara, pura, maupun kelenteng, saya titip doa karena kedekatan kita dengan Tuhan inilah yang bisa menjauhkan Surabaya dari bala, bencana, dan fitnah,” imbuhnya.
Harapan untuk Keselamatan Kota Surabaya
Selain fokus pada keselamatan fisik, Eri juga menekankan pentingnya keselamatan rohani. Ia mendoakan agar jajaran pemerintah diberi kesehatan dan hati yang istikamah. Ia berharap agar mereka selalu dekat dengan Tuhan dan terhindar dari perbuatan negatif serta tetap menjaga kepentingan keluarga.
Data Bencana yang Terjadi di Wilayah Sumatra
Sebagai informasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 967 warga meninggal dunia akibat bencana banjir bandang hingga tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, lebih dari 262 orang masih hilang dan diperkirakan belum ditemukan. Lebih dari 5.000 orang dilaporkan mengalami cedera, baik ringan maupun parah, akibat dampak banjir dan longsoran material.
Kerusakan fisik juga sangat luas, dengan lebih dari 157 ribu rumah rusak di 52 kabupaten/kota yang terdampak. Bencana ini telah menimbulkan kerugian besar baik secara fisik maupun sosial.
Upaya Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Pemerintah daerah dan lembaga terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat. Salah satunya adalah pengadaan bantuan logistik dan pendanaan untuk pemulihan. Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan kredit dan asuransi bagi korban bencana. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.
Pentingnya Kebersamaan dan Solidaritas
Eri Cahyadi menekankan bahwa solidaritas dan kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana. Ia berharap masyarakat Surabaya tetap saling mendukung dan membantu sesama, terutama bagi yang terdampak bencana. Dengan doa dan tindakan nyata, diharapkan kepedulian dapat terus berkembang dan mendorong keberlanjutan pembangunan. ***

>

Saat ini belum ada komentar