Pemda Ende Terima Laporan Survei Arsitektur SPBE dari ITS Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Ende menerima laporan dan penyampaian hasil survei lapangan dalam penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ende (Diskominfo Ende). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Jumat (14/9/2025).
Survei lapangan dilakukan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (8–11 September 2025), sebagai bagian dari tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat terkait percepatan penyelenggaraan pemerintahan digital sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ende, Maria Yasinta Wonga Sare, ST, M.Sc, menyampaikan bahwa tim survei dari ITS yang terdiri dari empat anggota, yaitu Revina sebagai ketua tim, Febri Pujiani, Cahyo Joyo, dan Ihsan Sutanto, bersama Diskominfo Ende telah melakukan survei di 48 titik.
“Tempat survei mencakup perangkat daerah, bagian-bagian di Setda Ende, sampel kecamatan dan kelurahan di kota, RSUD Ende sebagai contoh rumah sakit, serta Puskesmas Kota sebagai contoh fasilitas pelayanan kesehatan,” jelas Maria Yasinta.
Penelitian ini mencakup situasi terkini, dukungan data dan informasi, serta arah perkembangan digitalisasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 mengenai Arsitektur SPBE. Enam bidang yang menjadi perhatian penelitian meliputi bidang layanan SPBE, proses bisnis, data dan informasi, aplikasi SPBE, infrastruktur SPBE, serta keamanan SPBE.
Ketua Tim Survei ITS, Revina, dalam penyampaiannya mengatakan bahwa pelaksanaan survei lapangan berjalan dengan lancar berkat dukungan penuh Diskominfo Ende dan tanggapan cepat dari para Person in Charge (PIC) di setiap perangkat daerah dalam memenuhi kebutuhan data.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ende yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Hiparkus Heppi, SE, dalam arahannya menyatakan bahwa hasil survei lapangan menjadi dasar yang sangat penting dalam melengkapi data dan informasi untuk mendukung penyusunan Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Kabupaten Ende.
“Kurangnya data yang masih ada perlu segera diisi melalui komunikasi intensif dengan PIC perangkat daerah. Pemerintah Kabupaten Ende sepenuhnya mendukung penyusunan dokumen ini, dan seluruh tahapan harus berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyusunan SPBE merupakan bagian dari proses transformasi digital pemerintah melalui Program Prioritas Pemerintah Digital (Pemdi) 2025–2029, yang mencakup penguatan tata kelola, peningkatan teknologi, pengembangan budaya dan kompetensi digital bagi ASN, transformasi layanan publik prioritas secara digital, serta penguatan ketersediaan dan pemanfaatan data.
Sementara itu, Diskominfo Ende melaporkan bahwa seluruh tahapan penyusunan dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE akan selesai dengan presentasi akhir yang direncanakan pada 12 Desember 2025.
Rapat evaluasi tersebut berlangsung dalam suasana yang terbuka dan penuh keakraban, diisi dengan paparan, diskusi, serta penilaian teknis untuk memastikan kelengkapan data dan kesesuaian dengan tujuan penyusunan dokumen.
Melalui inovasi JATABARA, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Ende terus berupaya mempercepat pelaksanaan pemerintahan digital, mendukung penerapan Ende Smart City, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), meningkatkan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan memanfaatkan teknologi.
JATABARA adalah singkatan dari nama lokal Burung Elang Flores, hewan langka yang tinggal dan berkembang biak di Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. ***
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ende

>

Saat ini belum ada komentar