Fenomena Liburan Nataru 2025: Jogja Jadi Tujuan Utama Wisatawan Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Kota Yogyakarta kembali menjadi pusat perhatian nasional selama momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dengan tagar #SatuIndonesiaLiburanKeJogja yang viral di media sosial, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai angka yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Jogja tidak hanya menjadi destinasi favorit tetapi juga menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk menghabiskan waktu liburan.
Kenaikan Mobilitas Wisatawan
Pantauan terhadap aktivitas wisatawan menunjukkan bahwa mobilitas kendaraan di sejumlah ruas jalan yang biasanya sepi meningkat drastis. Kemacetan menjadi hal yang tak terhindarkan, terutama di kawasan wisata seperti Malioboro, Keraton Yogyakarta, Taman Sari, serta destinasi alam di Gunungkidul dan Sleman. Arus wisatawan yang ramai membuat suasana kota menjadi lebih hidup, dengan berbagai aktivitas mulai dari belanja suvenir hingga menikmati pemandangan malam.
Faktor Akses dan Biaya yang Terjangkau
Menurut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, salah satu alasan utama tingginya minat wisatawan adalah kemudahan akses. Jaringan tol yang kini telah tersambung hingga Prambanan, serta moda transportasi seperti kereta api dan kendaraan pribadi, menjadi pilihan favorit. Hal ini dinilai lebih hemat dibandingkan menggunakan pesawat menuju destinasi wisata lain yang lebih jauh dan mahal.
Selain itu, Jogja dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong. Biaya penginapan, makanan, dan tiket masuk objek wisata relatif terjangkau. Dengan anggaran terbatas, wisatawan tetap bisa menikmati beragam pengalaman, mulai dari wisata budaya, kuliner, hingga wisata alam.
Peningkatan Volume Kendaraan
Dinas Perhubungan DIY mencatat pergerakan kendaraan keluar dan masuk wilayah DIY hingga 24 Desember 2025 telah mencapai lebih dari dua juta unit. Angka ini merupakan akumulasi dari 1.100.944 kendaraan masuk dan 1.043.133 kendaraan keluar dari wilayah DIY. Data tersebut diperoleh dari 10 titik pos pengamatan arus lalu lintas, termasuk Gerbang Samudra Raksa di Kalibawang, Kulonprogo, Temon PJR, serta beberapa titik di Semin dan Rongkop di wilayah Gunungkidul.
Selain kendaraan pribadi, arus penumpang transportasi umum juga meningkat. Dishub DIY mencatat penumpang datang terbanyak melalui stasiun kereta api dengan total 21.917 orang, sementara penumpang berangkat melalui stasiun mencapai 21.313 orang. Kendaraan yang melintas di wilayah DIY didominasi pelat nomor luar daerah, terutama roda empat dan bus pariwisata.
Pengalaman Wisatawan
Republika juga menyusuri kawasan Malioboro dan berbincang dengan wisatawan. Qonita, seorang wisatawan asal Boyolali, mengaku memilih Jogja karena mudah diakses. Ia bersama lima temannya mengisi waktu libur dengan berbagai aktivitas, meski sesekali cuaca kurang bersahabat.
Sementara itu, Evie, wisatawan asal Klaten, menyampaikan kombinasi antara kemudahan akses, suasana kota yang nyaman, beragam destinasi wisata, serta harga makanan yang murah menjadi alasan utama memilih Jogja sebagai tujuan liburan Nataru. Bagi dia, Jogja adalah destinasi yang selalu dirindukan dan tak pernah kehilangan pesonanya di mata para pelancong.
Upaya Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah terus berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan wisatawan selama libur Nataru. Rekayasa lalu lintas, pengaturan parkir, serta pengawasan di kawasan wisata dilakukan guna mengantisipasi kepadatan. Berbagai langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman liburan yang nyaman bagi semua pengunjung.
Fenomena ‘Satu Indonesia Liburan ke Jogja’ menunjukkan bahwa Yogyakarta telah berhasil menarik perhatian wisatawan nasional. Dengan akses yang mudah, biaya yang terjangkau, serta beragam destinasi wisata, Jogja menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk menghabiskan waktu liburan. Kenaikan jumlah wisatawan juga membawa dampak positif bagi ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan wisata. ***





Saat ini belum ada komentar