DPRD Surabaya: Penundaan Pembangunan JPO Tunjungan, Faktor Keselamatan Jadi Prioritas Utama
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan wisata Tunjungan Romansa Surabaya mengalami penundaan. Proyek yang awalnya direncanakan selesai pada tahun 2025 kini dipastikan terlambat hingga April 2026. Hal ini disebabkan oleh adanya kendala teknis yang memerlukan revisi desain agar sesuai dengan standar keselamatan publik.
Alasan Penundaan dan Perubahan Desain
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, M Eri Irawan, menjelaskan bahwa penundaan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Hasil evaluasi mendalam bersama Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan bahwa beberapa bagian konstruksi perlu direvisi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa JPO yang dibangun memiliki standar keamanan yang tinggi, mengingat lokasinya berada di area yang ramai dikunjungi wisatawan.
“Kami berharap JPO Tunjungan bisa segera dituntaskan. Meski tidak dikerjakan lewat APBD, tapi harus tertib. Utamakan aspek teknis keamanan bangunan,” tegas Eri Irawan saat dikonfirmasi mengenai progres pembangunan tersebut.
Revisi struktur menjadi syarat mutlak sebelum JPO tersebut dibuka untuk umum. Akibat adanya perubahan desain dan penyesuaian konstruksi, durasi pengerjaan otomatis bertambah panjang hingga memasuki awal triwulan kedua tahun depan.
Dampak Terhadap Kualitas Bangunan
Meskipun mengalami keterlambatan, Eri meminta masyarakat melihat hal ini dari sisi positif. Menurutnya, tambahan waktu pengerjaan ini harus dimanfaatkan untuk memastikan kualitas bangunan benar-benar prima. JPO baru ini digadang-gadang tidak hanya sekadar jembatan penyeberangan, melainkan menjadi elemen beautifikasi yang mempercantik wajah Jalan Tunjungan sebagai destinasi wisata unggulan Surabaya.
“Tambahan waktu pengerjaan justru diharapkan menghasilkan JPO yang lebih baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan,” imbuhnya.
Pengawasan Ketat oleh DPRD Surabaya
DPRD Surabaya memastikan akan terus mengawal ketat proses pengerjaan proyek yang didanai oleh pihak swasta melalui skema kolaborasi ini. Eri menekankan bahwa meskipun bukan proyek APBD, pengawasan terhadap standar teknis dan regulasi keselamatan tetap menjadi prioritas utama dewan agar tidak membahayakan pengguna jalan di kemudian hari.
Hingga saat ini, aktivitas konstruksi masih terus berjalan di lokasi. Dengan target baru yang ditetapkan rampung pada April 2026, DPRD berharap percepatan yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar JPO Tunjungan nantinya benar-benar aman, estetis, dan fungsional mendukung pariwisata kota.
Komentar dari Narasumber
Eri Irawan menegaskan bahwa komitmen terhadap keselamatan dan kualitas bangunan adalah prioritas utama. “Penyesuaian teknis merupakan konsekuensi dari komitmen memastikan fasilitas publik dibangun dengan standar keselamatan tertinggi,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dari sisi masyarakat, banyak yang menyambut positif keputusan untuk menunda proyek. Mereka berharap JPO Tunjungan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengunjung dan pengguna jalan. Namun, ada juga yang khawatir tentang dampak ekonomi akibat penundaan ini, terutama bagi pelaku usaha di sekitar area wisata.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Proyek JPO Tunjungan tidak hanya menjadi bagian dari infrastruktur kota, tetapi juga menjadi simbol perkembangan pariwisata Surabaya. Dengan penundaan ini, pihak terkait diharapkan mampu menghadapi tantangan tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan.
DPRD Surabaya akan terus memantau progres pembangunan agar segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Semoga JPO Tunjungan dapat segera selesai dan menjadi salah satu ikon kota yang indah dan aman. ***

>

Saat ini belum ada komentar