Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Aturan Ganjil Genap Jakarta 2025: Pengaruh pada Lalu Lintas dan Kehidupan Warga

Aturan Ganjil Genap Jakarta 2025: Pengaruh pada Lalu Lintas dan Kehidupan Warga

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Aturan ganjil genap di Jakarta kembali diberlakukan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di ibu kota. Penerapan kebijakan ini telah berlangsung sejak tahun 2016 dan dianggap efektif dalam mengendalikan jumlah kendaraan di jalan raya. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi lalu lintas dan mengurangi polusi udara.

Pembatasan kendaraan berlaku di puluhan ruas jalan protokol, termasuk jalur-jalur utama yang sering mengalami kemacetan. Pada hari Kamis (18/12), mobil dengan pelat nomor genap diperbolehkan melintas bebas, sedangkan kendaraan bernomor ganjil harus menunggu hingga pembatasan berakhir. Namun, aturan ini tidak berlaku selama 24 jam, sehingga pengemudi masih bisa menggunakan kendaraannya di waktu-waktu tertentu.

Jadwal dan Pelaksanaan Aturan Ganjil Genap

Aturan ganjil genap Jakarta berlaku dalam dua periode waktu, yaitu:

  • Pagi: Pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB
  • Sore: Pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB

Selain itu, pemerintah juga menyediakan beberapa jalur alternatif bagi masyarakat yang ingin tetap bepergian menggunakan kendaraan dengan pelat berbeda. Meski demikian, rute yang diberikan lebih memutar, sehingga waktu tempuh bisa lebih lama dibanding jalur utama.

Kendaraan yang Dikecualikan dari Aturan Ganjil Genap

Beberapa jenis kendaraan tidak terkena aturan ganjil genap, antara lain:

  • Mobil listrik
  • Kendaraan TNI-Polri
  • Ambulans
  • Pemadam kebakaran
  • Mobil tenaga kesehatan, termasuk dokter
  • Angkutan kota serta taksi

Kebijakan ini dilakukan agar mobilitas warga tetap lancar dan tidak terganggu. Selain itu, transportasi umum seperti TransJakarta, LRT, MRT, dan KRL juga siap menjadi alternatif bagi masyarakat.

Pengawasan dan Sanksi Pelanggaran

Untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan ganjil genap, kepolisian melakukan pengawasan langsung di sejumlah titik rawan. Selain itu, teknologi seperti ETLE statis dan mobile digunakan untuk mengawasi lalu lintas. Setiap pelanggaran akan dijerat sanksi berupa denda sebesar Rp 500.000, sesuai Pasal 287 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Selain pengawasan fisik, kepolisian juga menggelar contraflow di tol dalam kota yang berlaku mulai KM 0+200 (Cawang) sampai KM 7+200 (Semanggi) pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Hal ini dilakukan sebagai dukungan terhadap pembangunan MRT.

Persepsi Masyarakat Terhadap Aturan Ganjil Genap

Banyak warga Jakarta mengakui bahwa aturan ganjil genap membantu mengurangi kemacetan, meskipun ada beberapa keluhan terkait kesulitan dalam mengatur jadwal perjalanan. Seorang warga, Andi, mengatakan, “Meski agak merepotkan, tapi saya merasa lalu lintas jadi lebih lancar.”

Namun, tidak semua orang setuju. Beberapa pengemudi mengeluhkan bahwa aturan ini terlalu ketat dan kurang fleksibel. “Saya sering terjebak di jalan karena harus menunggu giliran,” ujar Rina, seorang pegawai swasta.

Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Kemacetan

Selain aturan ganjil genap, pemerintah DKI Jakarta juga terus melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa lokasi. Tujuannya adalah untuk mendukung proyek infrastruktur seperti MRT dan LRT. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terganggu.

Dengan adanya aturan ganjil genap dan langkah-langkah lainnya, diharapkan Jakarta dapat memiliki sistem lalu lintas yang lebih baik dan ramah lingkungan. Pemerintah juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi polusi udara dan kemacetan. ***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Genteng Selidiki Motif Pembunuhan dengan Barbel Besi

    Polsek Genteng Selidiki Motif Pembunuhan dengan Barbel Besi

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polsek Genteng, di bawah Polrestabes Surabaya, berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi pada Minggu (17/11/2024) sekitar pukul 18.00 WIB. Kejadian ini merenggut nyawa seorang perempuan berinisial L, berusia 53 tahun. Korban diduga menjadi sasaran kekerasan oleh pelaku GAS, seorang pria berusia 50 tahun, di sebuah rumah di Jl. Ngaglik 2/5-7, Kecamatan Genteng, Surabaya. […]

  • Dari Lahan Pesantren untuk Negeri: Santri Tanam Jagung, Sidoarjo Siap Mandiri Pangan

    Dari Lahan Pesantren untuk Negeri: Santri Tanam Jagung, Sidoarjo Siap Mandiri Pangan

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 356
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus digencarkan di berbagai daerah. Di Kabupaten Sidoarjo, langkah nyata itu diwujudkan lewat penanaman jagung secara serentak bersama para santri di lahan milik Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan serentak tanam jagung se-Jawa Timur yang digagas Kepolisian RI. Bupati Sidoarjo H. Subandi […]

  • Ketersediaan Beras

    Mencuri di Bulan Ramadan, Beras di warung Madura raib disikat Pria tak dikenal saat tarawih

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 433
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bulan Ramadan biasanya dimanfaatkan umat Muslim untuk berlomba-lomba mencari pahala. Namun, seorang pria di Kecamatan Waru justru memanfaatkan momen ini untuk mencuri beras di sebuah warung Madura. Aksi pencurian itu terjadi di Jalan Wedoro Belahan, Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Pria tersebut mencuri tujuh kantong beras dengan kemasan lima dan tiga kilogram saat […]

  • Proses Seleksi Sekda DKI Jakarta

    Latar Belakang dan Proses Seleksi Sekda DKI Jakarta, Alasan Pramono Pilih Uus Kuswanto

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemilihan Sekda DKI Jakarta yang baru, Uus Kuswanto, dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa keputusan ini didasarkan pada rekam jejak dan kemampuan seseorang sebagai administrator yang mampu menggerakkan birokrasi. Ia menekankan bahwa Jakarta membutuhkan sosok yang kuat dan terampil dalam menjalankan tugas pemerintahan. Pengalaman dan Kompetensi yang […]

  • Irjen Pol Yudhiawan Wibisono: Dari Penyidik KPK ke Jabatan di Kementerian ESDM

    Irjen Pol Yudhiawan Wibisono: Dari Penyidik KPK ke Jabatan di Kementerian ESDM

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Penunjukan Irjen Pol Yudhiawan Wibisono sebagai Inspektur Jenderal Kementerian ESDM DIAGRAMKOTA.COM – Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini menjabat sebagai Inspektur Jenderal di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penunjukan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Presiden No.147/TPA Tahun 2025 yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan […]

  • Dua Tahun Lalu! Persebaya Pernah Cetak 5 Gol, Eduardo Perez Ulang Rekor Aji Santoso

    Dua Tahun Lalu! Persebaya Pernah Cetak 5 Gol, Eduardo Perez Ulang Rekor Aji Santoso

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 216
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Publik Surabaya telah menantikan momen spesial ini selama dua tahun. Persebaya Surabaya akhirnya kembali mencetak lima gol dalam satu pertandingan, sebuah rekor yang sebelumnya terjadi pada masa Aji Santoso di musim 2022/2023. Kemenangan 5-2 melawan Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/8/2025), menjadi kesempatan bagi pelatih baru Eduardo Perez untuk menunjukkan kemampuannya […]

expand_less