Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Ancaman Bencana di Lereng Ijen Akibat Eksploitasi Lahan Menyebabkan Banjir dan Longsor di Banyuwangi

Ancaman Bencana di Lereng Ijen Akibat Eksploitasi Lahan Menyebabkan Banjir dan Longsor di Banyuwangi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pembukaan lahan di kawasan lereng Ijen, Kecamatan Licin, Banyuwangi, menjadi sorotan utama dalam upaya mitigasi bencana. Perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali berpotensi memicu bencana banjir dan longsor, terutama di daerah aliran sungai (DAS) yang berada di hulu. Hal ini mengkhawatirkan karena kondisi geografis lereng gunung yang rentan terhadap erosi dan aliran air.

Isu Utama: Alih Fungsi Lahan di Wilayah Lereng Ijen

Salah satu isu utama yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana BPBD Banyuwangi adalah maraknya alih fungsi lahan dari tanaman keras menjadi tanaman cabai dan jagung. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, menyatakan bahwa kondisi ini sangat berisiko jika tidak segera ditangani.

”Dalam rakor, kami belum menemukan titik tengah terkait ahli fungsi lahan yang ditanami jagung dan cabai di wilayah PT Perkebunan Lidjen yang juga hadir dalam pertemuan,” ujarnya.

Danang menegaskan bahwa setiap pembukaan lahan harus memiliki izin dari Dinas Pertanian (Dispertan). Namun, di lapangan, pembukaan lahan masih terus dilakukan tanpa dokumen teknis yang jelas.

Risiko Banjir dan Longsor Akibat Erosi Tanah

Kondisi tanah di lereng Ijen yang mudah tergerus air hujan memperparah risiko bencana. Jika pembukaan lahan terus dilakukan selama musim hujan, maka limpahan material dari hulu tidak bisa dihindari.

”Kalau hal ini terus dilakukan, potensi longsor semakin besar. Dampak paling ringan yang telah terjadi merupakan pendangkalan di bawah, karena erosi yang terus menumpuk di sungai. Tidak ada penangkapan air, sementara posisinya di lereng gunung yang merupakan hulu,” kata Danang.

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan rorak yang seharusnya memiliki kajian teknis mendalam. Rorak yang dibangun hanya dikira-kira sangat berbahaya karena bisa jebol dan menimbulkan banjir.

”Kalau rorak dibangun hanya dikira-kira, itu sangat berbahaya. Kalau tidak kuat bisa jebol dan menimbulkan banjir bah. Di desa yang berada disekitarnya beberapa kali terjadi banjir lumpur, dan datanya sudah ada. Kita lihat roraknya itu pembuangannya langsung ke sungai sehingga lari ke jalan apabila terjadi hujan hanya dalam waktu 15 menit saja,” ungkap Danang.

Upaya Peningkatan Sinergi Lintas Sektor

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah penanganan krisis lingkungan dan potensi bencana ekologis akibat kerusakan hutan. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain lurah dari wilayah lereng pegunungan Ijen, Sekretaris Camat Licin, Sekretaris Camat Glagah, perwakilan Perhutani, Koramil, perwakilan cabang Dinas Kehutanan (CDK) Banyuwangi, unsur kepolisian, serta perwakilan perkebunan PT Lidjen.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengendalian bukaan lahan, penertiban saluran buangan, hingga peningkatan fungsi rorak dan vegetasi hulu daerah aliran sungai (DAS).

Penanganan Terpadu untuk Mencegah Bencana

BPBD Banyuwangi menekankan pentingnya tindakan preventif dalam menghadapi ancaman bencana. Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut diminta untuk lebih sadar akan risiko yang muncul akibat alih fungsi lahan.

”Kami berharap adanya kesadaran bersama dari semua pihak untuk menjaga stabilitas kawasan rawan bencana. Ini tidak hanya untuk kepentingan warga, tetapi juga untuk memastikan kelangsungan pariwisata dan ekonomi lokal,” tambah Danang.

Langkah Konkret untuk Mitigasi Bencana

Beberapa langkah konkret yang direkomendasikan dalam rapat ini meliputi:

  • Peningkatan pengawasan terhadap pembukaan lahan.
  • Penguatan sistem drainase dan rorak.
  • Edukasi masyarakat tentang risiko bencana dan cara mitigasinya.
  • Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Dengan pendekatan terpadu dan kolaborasi yang baik, diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor di kawasan lereng Ijen. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Dorong Dialog Terbuka soal Relokasi RPH Pegirian: Jangan Ganggu Pasokan Daging Surabaya

    DPRD Dorong Dialog Terbuka soal Relokasi RPH Pegirian: Jangan Ganggu Pasokan Daging Surabaya

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM– Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyoroti belum optimalnya komunikasi dalam rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun. Ia menilai, persoalan yang mencuat saat ini terjadi karena belum adanya dialog yang komprehensif antara pengelola RPH dan para mitra jagal. Hal itu disampaikan Arif Fathoni usai pertemuan dengan perwakilan jagal dan […]

  • BI Dorong Akselerasi Investasi Manufaktur Lewat Java Regional Economics Forum 2025

    BI Dorong Akselerasi Investasi Manufaktur Lewat Java Regional Economics Forum 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 186
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bank Indonesia menggelar Java Regional Economics Forum (JREF) 2025 di Surabaya, 4 November 2025, dengan fokus memperkuat investasi sektor manufaktur sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa. Forum ini melibatkan sejumlah kementerian, OJK, dan pemda se-Jawa untuk merumuskan langkah percepatan realisasi investasi berkelanjutan. Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menegaskan bahwa sektor manufaktur memiliki peran vital […]

  • Jadwal Pelayaran Kapal DLN Oasis dan DLN Batu Layar untuk Rute Lombok-Surabaya

    Jadwal Pelayaran Kapal DLN Oasis dan DLN Batu Layar untuk Rute Lombok-Surabaya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DIAGRMAKOTA.COM – Pelayaran laut antara Lombok dan Surabaya merupakan salah satu jalur transportasi penting yang dilayani oleh perusahaan pelayaran PT Damai Lautan Nusantara (DLN). Dua kapal yang digunakan dalam rute ini adalah DLN Oasis dan DLN Batu Layar. Kedua kapal ini beroperasi setiap hari, memberikan akses bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan antar daerah. Jadwal pelayaran […]

  • Wisma Karanggayam,Sepak Bola Surabaya, Wali Kota Eri ,Bonek ,Persebaya

    Wisma Karanggayam Jadi Pusat Kebanggaan Sepak Bola Surabaya, Wali Kota Eri Libatkan Bonek dan Persebaya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wisma Karanggayam, yang dulu sempat dianggap sebagai tempat yang terabaikan, kini menjadi pusat perhatian dalam upaya pemerintah kota Surabaya untuk mengembangkan sepak bola lokal. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa kawasan ini akan diubah menjadi ikon sepak bola yang tak terpisahkan dari klub Persebaya dan suporter setia mereka, Bonek. Pengembangan Wisma Karanggayam tidak […]

  • Protes Massal di Amerika, Petugas Imigrasi

    Protes Massal di Amerika Terkait Kematian Perempuan yang Ditembak oleh Petugas Imigrasi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengunjuk rasa di seluruh Amerika Serikat turun ke jalan untuk mengecam kematian Renee Nicole Good, seorang perempuan berusia 37 tahun yang ditembak oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis, Minnesota. Insiden ini memicu gelombang protes dan memperburuk ketegangan antara pihak federal dan negara bagian. Tindakan Pengunjuk Rasa dan Kekhawatiran Masyarakat Puluhan pengunjuk […]

  • Pembatasan KK di Surabaya Diprotes, DPRD Janji Akan Perjuangkan Hak Warga

    Pembatasan KK di Surabaya Diprotes, DPRD Janji Akan Perjuangkan Hak Warga

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 187
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Forum RW Simolawang yang terdiri dari sejumlah Ketua RW dari Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, menyampaikan keluhan ke DPRD Surabaya terkait Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Surabaya tertanggal 31 Mei 2024. Mereka menilai kebijakan yang membatasi maksimal tiga Kepala Keluarga (KK) dalam satu alamat rumah itu diskriminatif dan menyulitkan warga ekonomi lemah. Aspirasi ini […]

expand_less