Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Lahan Pertanian di Jombang Mengalami Penyusutan

Lahan Pertanian di Jombang Mengalami Penyusutan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Lahan pertanian di Kabupaten Jombang mengalami penyusutan yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa luasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) telah berkurang sekitar 1.000 hektare dari jumlah sebelumnya yang mencapai sekitar 36.000 hektare. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi Komisi B DPRD Jombang, yang akan segera melakukan investigasi langsung ke lapangan.

Investigasi dan Penyebab Penyusutan Lahan

Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menyatakan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk menelusuri penyebab penyusutan lahan pertanian tersebut. Menurut Anas, penyebab utama adalah alih fungsi lahan untuk pemukiman. Banyak warga membangun rumah atau bangunan lain tanpa memperhatikan aturan yang berlaku.

“Temuan ini harus kami klarifikasi. Kami akan melihat kondisi di lapangan dan meminta keterangan dari dinas yang menangani,” ujarnya. Ia menilai ketidaktahuan masyarakat tentang status lahan pertanian menjadi salah satu faktor utama penyusutan ini.

Regulasi yang Tidak Jelas

Anas juga menyampaikan bahwa belum jelasnya status Peraturan Bupati (Perbup) tentang LP2B menjadi salah satu hambatan dalam perlindungan lahan pertanian. Meskipun Peraturan Daerah (Perda) sudah berlaku, implementasinya masih membutuhkan Perbup untuk mengatur teknis pelaksanaannya.

“Perda sudah menjadi payung hukum, tetapi implementasinya membutuhkan Perbup. Sampai sekarang kami belum menerima kabar apakah Perbup tersebut sudah terbit atau masih dalam proses,” katanya.

Ketidakselarasan Data Antara Dinas

Selain itu, Anas menyoroti ketidaksinkronan data antara Dinas Pertanian dan Dinas PUPR. Kedua instansi ini memiliki definisi berbeda mengenai fungsi suatu lahan. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan lahan.

“Pernah terjadi, data PUPR menyebut suatu area dapat dialihfungsikan, tapi menurut Dinas Pertanian masih termasuk lahan produktif. Ketidaksinkronan seperti ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Upaya Edukasi dan Pengawasan

Untuk mengatasi masalah ini, Komisi B DPRD Jombang juga mendorong pemerintah melakukan edukasi mengenai aturan pembangunan. Minimnya informasi membuat banyak warga tidak memahami batasan penggunaan lahan pertanian.

Anas menegaskan bahwa seluruh pihak harus tetap menjalankan aturan perlindungan lahan sesuai Perda meski regulasi turunan belum ditetapkan. Ia berharap dengan adanya edukasi dan pengawasan yang lebih ketat, penyusutan lahan pertanian dapat diminimalisir.

Langkah Selanjutnya

Komisi B DPRD Jombang akan segera memanggil dinas terkait untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Mereka juga akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi lahan pertanian di wilayah Jombang.

Anas menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. “Ini bukan hanya soal data, tapi juga bagaimana kita bisa menjaga sumber daya alam yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertumbuhan Ekonomi Surabaya

    Kasus Amsal Sitepu: Perjalanan Hukum yang Mengguncang Ruang Kreatif di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perkembangan kasus Amsal Sitepu, seorang kreator video yang dituduh melakukan penggelembungan harga dalam proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, telah memicu perdebatan luas mengenai batasan hukum dan perlindungan terhadap pekerja ekonomi kreatif. Dugaan kerugian negara sebesar Rp 202 miliar menjadi dasar penuntutan terhadapnya, namun berbagai pihak menilai bahwa proses […]

  • Jay Idzes, Sassuolo ,Udinese

    Performa Jay Idzes dalam Laga Sassuolo vs Bologna: Kekalahan Berulang dan Tekanan yang Menghimpit

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali menjadi sorotan setelah mengalami kekalahan beruntun bersama klub Serie A Italia, Sassuolo. Dalam pertandingan melawan Bologna di pekan ke-29 Liga Italia 2025-2026, timnya kalah dengan skor 0-1. Gol cepat yang tercipta pada menit keenam menjadi pukulan berat bagi Sassuolo, yang sebelumnya juga harus menerima kekalahan dari Lazio […]

  • Profil Kajari Sumenep Nurhadi Puspandoyo: Kepemimpinan yang Berbasis Integritas dan Humanis

    Profil Kajari Sumenep Nurhadi Puspandoyo: Kepemimpinan yang Berbasis Integritas dan Humanis

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 227
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kajari Sumenep Nurhadi Puspandoyo kini menjadi pusat perhatian setelah resmi menjabat sebagai kepala kejaksaan negeri di daerah tersebut. Ia hadir dengan gaya sederhana namun penuh kesan, membawa semangat baru bagi jajaran Kejari Sumenep. Dalam kunjungannya pertama ke kantor, ia langsung disambut oleh para pegawai dengan pakaian dinas harian yang rapi dan berdiri di pintu […]

  • PT Imasco Diduga Caplok Tanah Negara, MAKI Jatim Siap Tempuh Jalur Hukum

    PT Imasco Diduga Caplok Tanah Negara, MAKI Jatim Siap Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 358
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menyoroti dugaan pencaplokan tanah negara oleh PT Imasco yang berpotensi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Menyikapi temuan ini, MAKI Jatim menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut.13 /02 /25 Koordinator MAKI Jatim, Heru MAKI, dalam konferensi pers di Jember pada Kamis , […]

  • Beras Lokal Jadi Alternatif di Pasuruan Saat Harga Beras Premium Naik

    Beras Lokal Jadi Alternatif di Pasuruan Saat Harga Beras Premium Naik

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 197
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dengan meningkatnya harga beras premium dan kualitas yang tidak memuaskan, beras lokal kini menjadi alternatif yang dipilih. Meskipun berasnya tidak terlalu putih, pasti lebih tahan lama karena kualitas yang terjaga dan tidak mengandung bahan kimia. “Saya memilih beras lokal atau penggilingan yang ada di sini. Karena berasnya bisa dilihat secara langsung,” kata Slamet, warga […]

  • Harga Emas di Bener Meriah Kembali Melambung Jumat 31 Oktober 2025

    Harga Emas di Bener Meriah Kembali Melambung Jumat 31 Oktober 2025

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 242
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Harga emas di Kabupaten Bener Meriah kembali mengalami peningkatan mesti tidak terlalu siginifikan. Pada Jumat (31/10/2025), logam mulia mengalami kenaikan tipis untuk emas murni perhiasan, sedangkan emas london bertahan tanpa ada pergerakan. Berdasarkan informasi yang disampaikan pengelola Toko Emas Mutiara Baru Simpang Tiga Bener Meriah jika harga emas murni perhiasan hari ini dibandrol Rp […]

expand_less