Kebutuhan Rumah Pompa di Surabaya yang Masih Belum Terpenuhi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, sebagai kota yang berada di wilayah datar dan hilir, menghadapi tantangan besar dalam menghadapi banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyadari bahwa jumlah rumah pompa yang tersedia masih jauh dari kebutuhan yang diperlukan. Hingga akhir 2025, hanya sebanyak 81 rumah pompa yang telah dibangun, padahal kebutuhan mencapai sekitar 150 unit.
Faktor Penyebab Banjir di Surabaya
Syamsul Hariadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa topografi kota yang datar menjadi salah satu penyebab utama banjir. Wilayah ini termasuk kawasan hilir, sehingga aliran air cenderung lambat dan memerlukan solusi khusus untuk mempercepat pengurasan air.
“Kita ini di hilir, jadi proses flushing harus dilakukan agar air bisa segera dibuang ke laut,” ujar Syamsul. Ia menekankan bahwa prinsip pengendalian banjir berbeda di setiap wilayah. Di hulu, air ditahan; di tengah diatur dengan pintu air atau bangunan pengendali; sedangkan di hilir, air harus segera dibuang ke laut.
Proses Pembangunan Rumah Pompa
Hingga saat ini, baru 76 titik rumah pompa yang telah terbangun, sementara lima tambahan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Namun, anggaran yang diperlukan untuk membangun satu rumah pompa mencapai Rp30 miliar, membuat proses pembangunan menjadi sangat lambat.
“Pembangunan satu rumah pompa kalau lengkap itu bisa mencapai Rp30 miliar,” tambah Syamsul. Meski demikian, ia belum bisa memperkirakan kapan seluruh kebutuhan rumah pompa tersebut akan terpenuhi.
Tantangan Anggaran dan Pengelolaan
Selain masalah anggaran, pengelolaan rumah pompa juga menjadi perhatian serius. Dalam beberapa kasus, banjir masih terjadi meskipun ada rumah pompa yang sudah beroperasi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua rumah pompa berfungsi secara optimal.
Beberapa faktor seperti perawatan yang kurang, sistem drainase yang tidak memadai, dan kondisi cuaca ekstrem turut memengaruhi efektivitas penanggulangan banjir. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Upaya Pemkot Surabaya dalam Menghadapi Banjir
Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan kapasitas penanggulangan banjir. Salah satunya adalah dengan mempercepat pembangunan rumah pompa dan meningkatkan sistem drainase. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan dana kepada RW untuk mengajukan program yang bermanfaat bagi anak muda.
Meski begitu, tantangan tetap besar. Surabaya masih membutuhkan banyak waktu dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan 150 rumah pompa. Dengan kondisi geografis yang unik, kota ini memerlukan strategi khusus dalam menghadapi ancaman banjir yang terus mengancam.
Peran Masyarakat dalam Pencegahan Banjir
Selain upaya pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam mencegah banjir. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta partisipasi dalam kegiatan pembersihan saluran air dapat membantu mengurangi risiko banjir.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Surabaya memiliki peluang besar untuk mengurangi dampak banjir dan meningkatkan kualitas hidup warga. Namun, hal ini memerlukan komitmen jangka panjang dan investasi yang cukup besar. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar