Bupati Pasuruan: Petani Harus Tahu Strategi Pengelolaan Bisnis Pertanian di Era Modern
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Petani modern kini dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Di tengah perubahan iklim dan permintaan pasar yang dinamis, petani harus mampu membaca peluang bisnis untuk memastikan keberlanjutan usaha mereka. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menekankan pentingnya pengelolaan bisnis secara profesional dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi.
Pentingnya Manajemen Bisnis dalam Pertanian
Pengelolaan bisnis tidak hanya terbatas pada proses tanam dan panen, tetapi juga melibatkan perencanaan jangka panjang, pengelolaan modal, dan strategi pemasaran. Bupati Rusdi menyampaikan bahwa pengelolaan greenhouse melon hidroponik harus dilakukan dengan pendekatan bisnis yang matang. Hal ini mencakup perhitungan biaya produksi, pemilihan bibit berkualitas, dan penggunaan alat serta bahan yang efisien.
Inovasi dalam Pemasaran Hasil Pertanian
Salah satu aspek krusial dalam pengelolaan bisnis adalah pemasaran. Bupati Rusdi menekankan perlunya pemetaan pasar yang tepat agar hasil panen dapat langsung tersalurkan ke konsumen. Dengan adanya jejaring bisnis yang kuat, petani dapat menjual produknya ke pasar yang lebih luas, seperti supermarket atau toko buah di kota besar.
BUMDes Sari Mandiri, misalnya, telah bermitra dengan beberapa supermarket untuk menjual melon premium. Harga yang ditawarkan mencapai Rp 30 ribu per kilogram, yang terbukti diminati oleh banyak warga. Strategi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal.
Peran BUMDes dalam Pembangunan Ekonomi Desa
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu pilar utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dalam kasus BUMDes Sari Mandiri, pengelolaan greenhouse melon hidroponik memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga setempat. Selain itu, BUMDes juga berkomitmen untuk memberdayakan pemuda desa melalui pelatihan dan kesempatan berwirausaha di bidang pertanian.
Kesiapan Infrastruktur dan Teknologi
Infrastruktur yang memadai sangat penting dalam mendukung usaha pertanian berbasis teknologi. Greenhouse yang digunakan oleh BUMDes Sari Mandiri memiliki luas 400 meter persegi dengan kapasitas tanaman sebanyak 1.100 unit. Dengan sistem hidroponik, hasil panen bisa dipertahankan dengan kualitas yang stabil.
Selain itu, infrastruktur seperti penyediaan air bersih dan sistem irigasi yang baik juga menjadi faktor penentu keberhasilan usaha pertanian. Bupati Rusdi menyarankan agar pemerintah desa dan lembaga terkait terus berkoordinasi dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Peluang dan Tantangan di Masa Depan
Meski ada banyak peluang, petani juga menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga pasar dan risiko cuaca. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan adaptasi yang cepat dalam menghadapi situasi tersebut. Bupati Rusdi berharap agar para petani dan pengelola BUMDes terus berinovasi dan tidak ragu untuk mencoba metode baru dalam pengelolaan usaha.
Dengan semangat dan strategi yang tepat, pertanian modern bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. ***





Saat ini belum ada komentar