Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Kearifan Lokal Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Kearifan Lokal Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkunganKearifan ini, yang tertanam dalam budaya dan tradisi masyarakat selama bergenerasi, telah terbukti efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan jauh sebelum konsep konservasi modern dikenal luas. Sayangnya, seiring modernisasi dan globalisasi, kearifan lokal ini terancam tergerus dan terlupakan. Padahal, di tengah krisis lingkungan global yang semakin mengkhawatirkan, pemahaman dan penerapan kembali kearifan lokal menjadi kunci penting dalam upaya pelestarian lingkungan.

Salah satu contoh nyata kearifan lokal dalam menjaga lingkungan adalah sistem pertanian tradisional. Subak di Bali, misalnya, merupakan sistem irigasi sawah yang terintegrasi dengan nilai-nilai spiritual dan sosial. Pengelolaan air secara kolektif dan berkelanjutan, diiringi dengan ritual-ritual keagamaan yang menghormati alam, menjamin ketersediaan air dan kesuburan lahan secara berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya menjaga produktivitas pertanian, tetapi juga melindungi keanekaragaman hayati di sekitarnya. Hal serupa juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti sistem pertanian ladang berpindah di Kalimantan atau terumbu karang terawat di beberapa daerah pesisir yang dijaga oleh masyarakat adat.

Selain pertanian, kearifan lokal juga tercermin dalam pengelolaan hutan. Masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia memiliki sistem pengelolaan hutan lestari yang telah diwariskan turun-temurun. Mereka mengenal konsep "hutan larangan" atau kawasan hutan suci yang dilindungi dari eksploitasi. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat keanekaragaman hayati, sumber air, dan tempat perlindungan berbagai spesies flora dan fauna. Penggunaan hutan secara bijak, hanya mengambil apa yang dibutuhkan dan menghindari pemborosan, merupakan inti dari pengelolaan hutan lestari berbasis kearifan lokal. Mereka memahami siklus alam dan menyesuaikan aktivitas mereka dengan siklus tersebut, sehingga tidak merusak keseimbangan ekosistem.

Penggunaan bahan-bahan alami dan daur ulang juga merupakan bagian integral dari kearifan lokal. Masyarakat tradisional terbiasa memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan meminimalkan limbah. Mereka menggunakan bahan-bahan alami untuk keperluan sehari-hari, seperti bambu, kayu, dan daun-daunan, serta mengembangkan teknik daur ulang yang sederhana namun efektif. Contohnya, penggunaan daun pisang sebagai pembungkus makanan, yang ramah lingkungan dan terurai secara alami, atau penggunaan limbah pertanian sebagai pupuk organik.

Namun, kearifan lokal bukan tanpa tantangan. Modernisasi dan globalisasi seringkali mengarah pada pergeseran nilai dan pengabaian praktik-praktik tradisional. Teknologi modern yang dianggap lebih efisien, kadang-kadang justru merusak lingkungan dalam jangka panjang. Selain itu, kurangnya pengakuan dan penghargaan terhadap hak-hak masyarakat adat atas tanah dan hutan juga membuat pelestarian kearifan lokal menjadi semakin sulit.

Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pemanfaatan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pendokumentasian dan pelestarian pengetahuan tradisional, serta integrasi kearifan lokal ke dalam kebijakan pemerintah. Penting juga untuk memberdayakan masyarakat adat dan mengakui peran mereka dalam konservasi lingkungan. Dengan memanfaatkan kembali kearifan lokal, kita dapat membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, adil, dan berbasis pada kearifan nenek moyang kita. Hanya dengan demikian, kita dapat memastikan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan

(red)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemulihan Perdagangan di BEI, Saham INET dan Empat Emiten Lainnya Siap Diperdagangkan Mulai Besok

    Pemulihan Perdagangan di BEI, Saham INET dan Empat Emiten Lainnya Siap Diperdagangkan Mulai Besok

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 176
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kabar baik bagi para investor saham. Otoritas bursa mengumumkan pencabutan sanksi suspensi terhadap lima emiten yang sebelumnya dilarang bertransaksi. Keputusan ini memungkinkan saham-saham tersebut kembali diperdagangkan mulai tanggal 10 Desember 2025. Saham-saham yang kembali diperdagangkan adalah PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT […]

  • Timnas Futsal Indonesia, SEA Games 2025

    Timnas Futsal Indonesia Tampil Mengesankan di SEA Games 2025

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 238
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim nasional futsal Indonesia menunjukkan performa yang mengesankan sejak pertandingan pertama mereka di ajang SEA Games 2025. Dalam laga pembuka melawan Myanmar, Timnas berhasil memetik kemenangan telak dengan skor 5-1. Hasil ini memberikan kepercayaan diri yang kuat bagi tim dalam menghadapi lawan-lawan berat seperti Vietnam. Performa Kunci Pemain dalam Laga Pembuka Pada laga melawan […]

  • Kasus Sengketa Tanah di Nganjuk Memanas, Bariyah Laporkan Kakaknya ke Polda Jatim atas Dugaan Pemalsuan Dokumen

    Kasus Sengketa Tanah di Nganjuk Memanas, Bariyah Laporkan Kakaknya ke Polda Jatim atas Dugaan Pemalsuan Dokumen

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 322
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Sengketa lahan antara dua saudara di Kabupaten Nganjuk memasuki babak baru. Bariyah, warga Desa Gondangwetan, Kecamatan Jatikalen, resmi melaporkan kakaknya sendiri, Badiyem, ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Laporan itu terkait dugaan pemalsuan dokumen dalam penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas sebidang tanah sawah. Kuasa hukum Bariyah, Maharani Roya Ananta, […]

  • Hari Bhayangkara ke-79 Polres Lamongan Salurkan Bansos untuk Pemulung di TPA

    Hari Bhayangkara ke-79 Polres Lamongan Salurkan Bansos untuk Pemulung di TPA

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 239
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polres Lamongan Polda Jatim bersama Bhayangkari dan Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan penyerahan bantuan sosial (Bansos). Kali ini basos tersebut diberikan kepada para pemulung yang bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Lamongan Iptu I […]

  • Remaja Surabaya Ditangkap Setelah Menyetubuhi Anak di Bawah Umur di Sampang

    Remaja Surabaya Ditangkap Setelah Menyetubuhi Anak di Bawah Umur di Sampang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Penangkapan Pelaku Pencabulan yang Buron Selama Berbulan-bulan DIAGRAMKOTA.COM – Seorang remaja berusia 18 tahun, RH, warga Kenjeran, Surabaya, akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian setelah beberapa bulan menjadi buron dalam kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Jatanras Satreskrim Polres Sampang, yang telah melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan keberadaannya. […]

  • bansos BPNT, PKH, BLT Kesra

    Kesalahan Kecil Penyebab BPNT, PKH, dan BLT Kesra 900 Ribu Tidak Cair: Dicoret Sistem

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 435
    • 0Komentar

     DIAGRAMKOTA.COM – Kesalahan yang sangat kecil ternyata menjadi penyebab terhentinya bantuan sosial (bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra sebesar 900 ribu. Oleh karena itu, masyarakat jangan sampai melakukan kesalahan ini agar bansos masih cair pada bulan November ini. Pencairan hari ini akan merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini terlihat dari kode yang muncul di SIKS-NG […]

expand_less