Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Dilema Kenaikan PPN: Antara Peningkatan Penerimaan Negara dan Dampak Sosial

Dilema Kenaikan PPN: Antara Peningkatan Penerimaan Negara dan Dampak Sosial

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yullie Sudi Amanda 

DINAMIKADUNIA.COM – Tahun 2025 mendekat, dan bersamaan dengan itu, pemerintah Indonesia kembali dihadapkan pada persimpangan kebijakan yang krusial: rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen.

Kebijakan ini, yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), membawa dilema yang kompleks bagi perekonomian Indonesia.

Di satu sisi, kenaikan tarif PPN dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan negara.

Dengan meningkatnya penerimaan negara, pemerintah dapat mengalokasikan dana yang lebih besar untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan program-program sosial lainnya.

Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Di sisi lain, kekhawatiran mendalam muncul mengenai dampaknya terhadap masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Kenaikan PPN berpotensi meningkatkan harga barang dan jasa, yang pada akhirnya dapat membebani daya beli masyarakat.

Hal ini dapat berdampak negatif pada konsumsi dan pertumbuhan ekonomi, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang lebih rentan terhadap inflasi.

Dilema ini menuntut pemerintah untuk mempertimbangkan dengan cermat berbagai aspek, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Peningkatan penerimaan negara memang penting, namun tidak boleh mengorbankan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah perlu merumuskan strategi yang tepat untuk meminimalkan dampak negatif kenaikan PPN, seperti dengan memberikan bantuan sosial kepada kelompok rentan atau dengan mengendalikan inflasi.

Kenaikan PPN merupakan kebijakan yang kompleks dengan konsekuensi yang luas. Pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, dalam proses pengambilan keputusan.

Transparansi dan komunikasi yang efektif sangat penting untuk membangun kepercayaan dan meminimalkan resistensi terhadap kebijakan ini.

Regulasi PPN dari Masa ke Masa. Sejak pertama kali diberlakukan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983, PPN telah menjadi salah satu pilar utama penerimaan negara.

Pajak ini dikenakan atas pertambahan nilai barang dan/atau jasa dalam setiap transaksi jual-beli, di mana pembeli merupakan pihak yang menanggung beban pajak tersebut.

Sepanjang perjalanannya, regulasi PPN mengalami berbagai perubahan dan penyesuaian, yang mencapai puncaknya dengan pengesahan UU HPP.

Melalui UU HPP, pemerintah berupaya menyederhanakan sistem perpajakan, meningkatkan kepastian hukum, serta memperkuat penerimaan negara, terutama di masa pemulihan pascapandemi. Salah satu tujuan utama revisi regulasi PPN ini adalah untuk mengatasi tantangan keuangan yang dihadapi selama pandemi COVID-19.

Data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tahun 2020, menunjukkan bahwa banyak negara termasuk Indonesia, mengalami tekanan besar dalam keuangan publik akibat pandemi.

Sebagai respons, pemerintah menerbitkan serangkaian kebijakan insentif perpajakan untuk mendukung pelaku usaha dan Wajib Pajak, yang tertuang dalam beberapa Peraturan Menteri Keuangan (PMK), mulai dari PMK Nomor 23 Tahun 2020 hingga PMK Nomor 114 Tahun 2022.

Langkah-langkah ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, sembari tetap menjaga penerimaan negara agar tidak mengalami penurunan signifikan di masa yang penuh tantangan tersebut.

Dampak Kenaikan PPN terhadap Pola Konsumsi Masyarakat: Seiring dengan kebijakan ini, pemerintah menaikkan tarif PPN dari 10 persen menjadi sebesar 11 persen mulai 1 April 2022. Tujuannya kala itu jelas: meningkatkan penerimaan negara di tengah kondisi ekonomi yang masih terdampak pandemi.

Jika dibandingkan dengan negara lain, tarif PPN di Indonesia yang saat ini berada di angka 11 persen masih pada tingkat yang relatif moderat. Filipina, misalnya, menerapkan tarif PPN sebesar 12 persen, sementara Thailand berada di angka 10 persen.

Namun, di luar ASEAN, negara seperti Hungaria bahkan menetapkan tarif PPN hingga 27 persen, sedangkan Brunei Darussalam tidak mengenakan PPN sama sekali.

Artinya, penerapan PPN di berbagai negara memiliki variasi, baik dalam cakupan barang dan jasa yang dikenai pajak maupun dalam pengecualiannya.

Tentu, kenaikan tarif PPN 11 persen ini tak terlepas dari tantangan. Tetapi itu bisa dimaklumi karena Indonesia tidak pernah mengalami perubahan tarif PPN sejak 1983 silam, sehingga banyak pihak khawatir bahwa kebijakan ini justru akan menekan konsumsi masyarakat dan meningkatkan inflasi.

Kenaikan PPN sebesar 1 persen, meskipun terlihat kecil, terbukti membawa dampak signifikan terhadap perekonomian domestik. Kenaikan ini memicu inflasi, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap harga seperti bahan bakar minyak (BBM), yang menyebabkan lonjakan harga komoditas lain, termasuk bahan pangan.

Kenaikan PPN merupakan kebijakan yang kompleks dengan konsekuensi yang luas. Pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, dalam proses pengambilan keputusan.

Transparansi dan komunikasi yang efektif sangat penting untuk membangun kepercayaan dan meminimalkan resistensi terhadap kebijakan ini.

Kenaikan PPN merupakan salah satu contoh bagaimana kebijakan ekonomi dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Pemerintah perlu mempertimbangkan dengan cermat berbagai aspek, baik ekonomi maupun sosial, dalam merumuskan kebijakan yang adil dan berkelanjutan. (red/akha)

  • Penulis: Arie Khauripan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 0806/Trenggalek Pimpin Rakor Percepatan Koperasi Desa Merah Putih

    Dandim 0806/Trenggalek Pimpin Rakor Percepatan Koperasi Desa Merah Putih

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sinergitas TNI melalui satuan teritorial kewilayahan bersama Pemerintah Daerah terus menunjukkan peran strategis dalam mendukung program kerja pemerintah pusat. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata oleh Kodim 0806/Trenggalek dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Trenggalek, Senin (29/12/2025). Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Makodim […]

  • Hasil Imbang dalam Laga Kunci di Serie A, hasil imbang 1-1 di Genoa-Pisa dan Sassuolo-Parma

    Hasil Imbang dalam Laga Kunci di Serie A, hasil imbang 1-1 di Genoa-Pisa dan Sassuolo-Parma

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DIDAGRAMKOTA.COM – Dalam pertandingan yang berlangsung pada hari ini, 3 Januari 2026, beberapa laga krusial di Serie A berakhir dengan hasil imbang. Dua pertandingan yang menjadi fokus utama adalah antara Genoa melawan Pisa serta Sassuolo menghadapi Parma. Kedua pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1, memberikan dampak kecil terhadap posisi klasemen. Di laga Genoa vs Pisa, […]

  • DA 7

    Siapa yang Tersingkir di Top 8 DA7 Malam Ini? Ini Daftar Peserta yang Pulang

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 719
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kompetisi Dangdut Academy 7 kian memanas dan penuh perasaan di babak Top 8. Persaingan sengit antara peserta menjadikan setiap tampilan menjadi perhatian publik. Penonton juga menantikan siapa yang akan berhenti berjuang di panggung megah ini. Pada malam eliminasi Top 8 yang diadakan pada Rabu, 12 November 2025, terjadi suasana penuh emosi. Delapan peserta tampil […]

  • Performa Buruk Schalke 04 Memicu Kekhawatiran di Musim Ini

    Performa Buruk Schalke 04 Memicu Kekhawatiran di Musim Ini

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pada awal musim 2025/2026, performa Schalke 04 terlihat tidak stabil. Meskipun klub ini sempat mendapatkan perhatian positif dari pasar transfer, kenyataannya, tim asuhan Miron Muslic belum mampu menunjukkan kualitas yang seharusnya. Dalam laga melawan VfL Bochum, Schalke mengalami kekalahan dengan skor 0-2. Hasil ini menjadi catatan terburuk bagi klub dalam sejarah pertandingan resmi mereka […]

  • Prediksi dan Analisis Pertandingan Phoenix Suns vs Los Angeles Lakers

    Prediksi dan Analisis Pertandingan Phoenix Suns vs Los Angeles Lakers

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 126
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Phoenix Suns dan Los Angeles Lakers dalam babak reguler NBA 2025-26 menjadi salah satu laga paling dinantikan di konferensi Barat. Dengan posisi klasemen yang berada di zona playoff, pertandingan ini memiliki bobot signifikan bagi kedua tim. Di sini, kita akan melihat prediksi, analisis strategi, dan penjelasan mengenai pentingnya pertandingan ini. Pemain Kunci […]

  • Jadwal Lengkap Pertandingan Super League Minggu Ini: Persebaya vs Dewa United, Persija vs Borneo FC

    Jadwal Lengkap Pertandingan Super League Minggu Ini: Persebaya vs Dewa United, Persija vs Borneo FC

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Jadwal Laga Kunci BRI Super League 2025/2026: Persebaya vs Dewa United dan Persija vs Borneo FC Pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026 akan menjadi momen penting bagi banyak klub. Beberapa pertandingan krusial dijadwalkan berlangsung, termasuk laga antara Persebaya Surabaya melawan Dewa United serta Persija Jakarta menghadapi Borneo FC. Pertandingan-pertandingan ini tidak hanya menentukan posisi tim […]

expand_less