Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Setelah GOLKAR Giliran PDIP Yang Mau Direbut

Setelah GOLKAR Giliran PDIP Yang Mau Direbut

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Saiful Huda Ems.

DIAGRAMKOTA.COM – Sudah banyak saksi yang membaca prediksi politik yang saya tulis melalui opini politik di tanggal 16 Februari 2024 yang lalu, bahwa sebenarnya bukan PSI melainkan Partai GOLKAR lah yang akan direbut dan dipersiapkan untuk menjadi benteng perlindungan politik terakhir Jokowi, melalui operator politiknya di GOLKAR yakni Agus Gumiwang Kartasasmita.

Ketika itu saya hanya menulis inisial namanya saja, yakni AGK. Lalu semua itu menjadi kenyataan ketika Ketum GOLKAR Airlangga Hartarto, seolah-olah tiba-tiba mengundurkan diri dari Ketum GOLKAR, Sabtu (10/8/2024), padahal itu nyatanya bukan tiba-tiba, namun sekenario drama politik Sang Nepotis yang sudah lama.

Penguasa yang sekarang bertahta di Kerajaan Siluman Kelelawar ini memang brutal dan sadis sekali dalam mengobrak-abrik tatanan hukum dan sendi-sendi demokrasi, juga sangat pendendam dengan siapapun pengkritiknya.

Jika mereka tidak bersedia untuk patuh pada instruksinya, ia akan diganggu dengan berbagai teror kasus hukum yang dibuat-buat, dan jika bukan itu ya ia akan berusaha dikucilkan dari panggung politik nasional. Ini tidak hanya berlaku untuk personal sebagaimana yang ia lakukan pada Hasto Kristiyanto dan Anies Baswedan, melainkan juga berlaku untuk partai politik yang tidak mau mengikuti instruksinya.

Mungkin karena teror penguasa yang bertahta di Kerajaan Siluman Kelelawar itu begitu sadis, maka sampai detik ini masih belum ada partai politik yang dengan tegas bersedia mendukung Anies maupun Ahok dan kader-kader yang hendak diusung oleh PDIP lainnya, selain PDIP itu sendiri.

Semua ketum-ketum partai sepertinya gemetar jika tidak mau mendukung Ridwan Kamil dan Kaesang untuk Cagub/Cawagub DI Jakarta misalnya, karena hanya dua nama itu yang ditawarkan oleh Sang Penguasa Kerajaan Siluman Kelelawar bersama Koalisi Indonesia Maju yang dikomandani oleh Prabowo.

Meski demikian, yang namanya partai politik tentu mempunyai kepentingan sendiri yang bisa dinegosiasikan, olehnya konon mereka (NASDEM, PKB dan PKS) ditawari masing-masing 3 menteri di kabinet Prabowo-Gibran mendatang.

Ini juga merupakan jebakan, tipu muslihat Sang Penguasa Siluman Kelelawar untuk menjauhkan partai-partai itu dari PDIP. Ibarat pepatah menyelam sambil minum air. Memberi umpan jabatan masing-masing 3 menteri untuk melumpuhkan kekuatan NASDEM, PKB dan PKS yang berarti pula tujuan akhirnya untuk “menghabisi” PDIP tercapai.

Bagi NASDEM, PKB dan PKS tentu itu merupakan tawaran yang menggiurkan sekaligus mengerikan, namun jika mereka tidak bersepakat dikhawatirkan mereka hanya akan bisa mendukung Cagub asal-asalan, yang diibaratkan dengan mendukung Kotak Kosong. Risiko terbesarnya lagi, mereka harus siap diperkarakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kasus hukum.

Hanya PDIP dengan Ketumnya Ibu Megawati Soekarno Putri bersama Sekjennya Hasto Kristiyantolah yang tidak mungkin bisa diteror dengan hal-hal semacam itu, karena selain karena beliau berdua sudah terkenal integritasnya, juga sudah memiliki riwayat perlawanan politiknya yang dahsyat dari waktu ke waktu.

Sayangnya, untuk konteks Pilkada di DI Jakarta, PDIP tidak memiliki cukup syarat untuk mengusung Cagub/Cawagub sendirian, PDIP harus bekerjasama dengan partai politik lainnya untuk dapat mengusung Cagub/Cawagubnya. Kenyataan politik yang demikian telah “dimanfaatkan” oleh penguasa di Kerajaan Siluman Kelelawar untuk membantai habis PDIP.

Atau minimal mengucilkannya dan yang nantinya direbutnya, sebagaimana ia telah merebut Partai GOLKAR melalui sandiwaranya yang sekenarionya sangat mudah terbaca dari awal, semenjak menjelang PILPRES dan PILEG 14 Februari 2024 yang lalu. Dan ternyata sekenario mengucilkan PDIP ini juga akan ia lakukan di PILKADA di daerah-daerah strategis lainnya. Yang saya dengar ada di 5 Provinsi besar.

Ratusan Kota dan Kabupaten akan menyelenggarakan PILKADA serentak di bulan November 2024 mendatang, hanya ia yang memiliki kuasaan besar yang sanggup membuat sekenario dahsyat dan curang untuk memperoleh kemenangan dengan cara-cara manipulatif, percis sebagaimana yang ia lakukan di PILPRES dan PILEG 2024.

Ini sungguh sebuah praktik pemberangusan Demokrasi yang sangat biadab sekali, yang hanya bisa dilakukan oleh seorang Nepotis Norak dan gemar menyeret-nyeret aparat dan birokrat ke medan politik. Komprador kampungan yang menyerahkan tanah air ini pada negara asing dengan pemberian izin selama hampir dua abad mendatang.

“Seorang pemimpin tamak yang diam-diam memberi keleluasaan pada anak dan menantunya untuk berkomplot dengan mafia-mafia tambang !”

Maka renungkanlah hai Ketum-Ketum Partai Politik, khususnya Ketum NASDEM, PKB dan PKS, kalian harus berani menolak segala tawaran penguasa yang bertahta di Kerajaan Siluman Kelelawar itu, dan segera perkuat konsolidasi kekuatan politik bersama PDIP sebelum PDIP berhasil ia rebut setelah ia berhasil merebut GOLKAR. Sebab jika tidak, nasib kalian tidak akan jauh berbeda dengan nasib Airlangga Hartarto !.

Percayalah, setelah Sang Nepotis nantinya turun tahta, peta politik akan berubah. Arus balik itu akan terjadi ketika Presiden Prabowo nantinya siuman dari “pingsan” politiknya, dan sadar bahwa yang menjegalnya untuk jadi Presiden di 2019 dan 2024 itu Sang Nepotis, dan bahwa yang memintanya pulang dari Yordania dan memberinya karpet merah (kehormatan) itu bukan siapa-siapa, melainkan Ibu Megawati Soekarno Putri yang dikhianati orang yang sama, yang juga menghianati Prabowo.

Jika hal yang demikian itu tidak terjadi pada pemerintahan Prabowo di masa mendatang, itu berarti karakter Prabowo yang dinilai banyak kalangan sebagai seorang mantan prajurit yang kesatria, terbuka dan gentle ternyata hanyalah bualan-bualan saja !.

Dan itu berarti pula sebagai deklarasi dari Prabowo untuk mengajak duel politik lagi dengan Rakyat Indonesia, khususnya para Aktivis ’98 seperti kami !. Kita perlu perubahan 100 %, bukan 50 apalagi 0 % !. Dan tidak ada cara lain untuk terlaksananya perubahan itu, kecuali berani menyetop habis seluruh sekenario drama terburuk sepanjang perjalanan bangsa ini yang dilakukan oleh Sang Bapak Nepotis !.

Ibu Megawati Soekarno Putri itu pejuang sejati, tidak pernah tunduk pada kekuasaan. Apalagi tanggung jawabnya sebagai Putri Bung Karno, pasti akan menjaga Pancasila dan NKRI dengan pertaruhan jiwa raga.

Semangat juangnya masih menyala dan kejernihan pemikiran dan jiwanya untuk terus mengobarkan perlawanan pada bandit-bandit negara itu sudah nyata teruji dari rezim ke rezim dari Orde Baru, Orde Reformasi hingga Orde Pinokio !

Hanya kepada Ibu Megawatilah kalian bisa saling taut menautkan tangan untuk bersama berjuang bagi kemajuan bangsa ini !. Sekarang beliau dan Sekjennya sedang diintai untuk direbut posisinya, lindungilah, agar Demokrasi terselamatkan dan Republik Indonesia segera terbebas dari Sang Nepotis norak dan tamak ! (SHE).

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE), Lawyer dan  Pemerhati Politik.

  • Penulis: Arie Khauripan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Buah Eks Mendikbud Nadiem Makarim Kembalikan Miliaran Rupiah ‘Kick Back’ Terkait Korupsi Laptop Chromebook

    Anak Buah Eks Mendikbud Nadiem Makarim Kembalikan Miliaran Rupiah ‘Kick Back’ Terkait Korupsi Laptop Chromebook

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Penyidik Kejagung Mengungkap Pengembalian Uang Korupsi di Kasus Chromebook DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah pihak terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dikabarkan telah mengembalikan kerugian keuangan negara. Hal ini dilakukan setelah beberapa saksi menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) […]

  • May Day 2025, Agus Mashuri : Momentum  Mewujudkan Surabaya Sebagai Kota Yang Adil dan Sejahtera

    May Day 2025, Agus Mashuri : Momentum Mewujudkan Surabaya Sebagai Kota Yang Adil dan Sejahtera

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 217
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agus Mashuri, menyampaikan harapannya agar hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja di Surabaya berjalan seimbang, harmonis, dan berlandaskan aturan yang berlaku. Agus menekankan pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan karyawan sesuai peraturan daerah. Ia mengingatkan bahwa para […]

  • UNAIR Buka Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

    UNAIR Buka Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM- Kepedulian Universitas Airlangga (UNAIR) terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang diwujudkan melalui pembukaan posko kesehatan yang kini mulai melayani warga. Posko ini berlokasi di lahan Klinik Abah, Kuala Simpang, yang sebelumnya tidak dapat beroperasi karena fasilitas dan peralatan medisnya rusak akibat terendam banjir. Kondisi serupa juga terjadi di hampir seluruh rumah […]

  • PKS dan Nasdem Temui Menhan Sjafrie, Bagaimana dengan Golkar?

    PKS dan Nasdem Temui Menhan Sjafrie, Bagaimana dengan Golkar?

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Partai Golkar Belum Ada Rencana Kunjungi Menteri Pertahanan DIAGRAMKOTA.COM – Setelah beberapa partai politik melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, muncul pertanyaan apakah Partai Golkar akan mengikuti langkah serupa untuk membahas penguatan sistem pertahanan nasional. Anggota DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Muhidin M Said, menyatakan bahwa saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk […]

  • 5 Celana Pria Terbaik untuk Tampil Rapi di Kantor atau Acara Formal

    5 Celana Pria Terbaik untuk Tampil Rapi di Kantor atau Acara Formal

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 184
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Penampilan sering kali menjadi fokus utama ketika seseorang menghadiri wawancara kerja atau acara penting. Salah satu komponen yang sering memengaruhi kesan pertama adalah pemilihan celana khusus. Banyak laki-laki masih bingung dalam memilih celana yang cocok, mulai dari bahan, warna, hingga potongan. Padahal, celana formal yang tepat dapat memengaruhi bagaimana profesionalisme seseorang dinilai dalam […]

  • Aznil Tan Migrant Watch wapres

    Aznil Tan: Menyebut Ojol Sebagai UMKM Adalah Pemutihan Eksploitasi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 475
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan, mengecam keras rencana Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengategorikan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku UMKM. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk pemutihan eksploitasi yang memperdalam ketidakadilan terhadap pekerja digital. “Ini bukan solusi. Ini adalah upaya memutihkan praktik eksploitatif. Para pengemudi bekerja di bawah kendali ketat […]

expand_less