Fakta Kecelakaan Maut Pesepeda di Jakarta Pusat: 3 Pejabat SKK Migas Tewas Setelah Tabrak Bus TransJakarta
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pejabat tinggi di Sekretariat Bersama Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Peristiwa ini menimpa Hudi Suryodipuro, yang menjabat sebagai Vice President Sekretaris SKK Migas. Kecelakaan tersebut terjadi saat korban sedang bersepeda di sekitar Halte Karet Sudirman pada pagi hari.
Kronologi Kecelakaan yang Menimpa Hudi Suryodipuro
Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi pada Selasa (9/12), sekitar pukul 06.20 WIB. Saat itu, Hudi sedang melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Jenderal Sudirman. Di lokasi kejadian, bus TransJakarta sedang berhenti untuk melayani penumpang.
“Korban diduga menabrak bodi belakang kendaraan bus listrik Transjakarta NRKB B-7058-SGX yang sedang berhenti,” jelas AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Hudi kemudian terpental ke sisi kanan jalan dan mengalami cedera serius pada bagian kepala. Ia tidak berhasil diselamatkan dan meninggal di tempat kejadian.
Kecepatan dan Kondisi Jalan Saat Kecelakaan
Menurut polisi, kecepatan sepeda Hudi diperkirakan berkisar antara 30 hingga 40 kilometer per jam. Meski jalan di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi datar dan tidak terlalu ramai, hal ini tidak cukup untuk mencegah kecelakaan.
“Kondisi jalan datar, ramai tapi tidak ada kepadatan, sehingga sepeda bisa dipacu,” ujar Ojo.
Dari keterangan saksi mata, Hudi tampaknya tidak sempat menghindari bus yang sedang berhenti. Akibatnya, ia mengalami cedera parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kematian di Tempat Kejadian Perkara
Setelah kecelakaan terjadi, pihak medis segera tiba di lokasi dan membawa Hudi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, upaya penyelamatan gagal karena luka yang dialaminya sangat parah.
“Korban mengalami luka pada bagian kepala, kemudian dibawa ke RSCM serta ver (visum et repertum) luar jenazah dimintakan,” tambah Ojo.
Pihak keluarga dan rekan kerja korban menyampaikan rasa duka mendalam atas kematian Hudi. Mereka berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan.
Konteks Kecelakaan Lalu Lintas di Jakarta
Kecelakaan yang menimpa Hudi bukanlah kasus pertama yang terjadi di Jakarta. Kota besar ini sering menjadi tempat kejadian kecelakaan lalu lintas, baik yang melibatkan kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.
Perlu adanya kesadaran lebih tinggi dari pengguna jalan, terutama para pesepeda, untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keamanan diri sendiri. Dalam konteks ini, kecelakaan yang menimpa Hudi menjadi peringatan bagi semua pengguna jalan di kota besar. ***

>

Saat ini belum ada komentar