Dukung Kesehatan Balita dan Lansia, Mahasiswa KKN-T UNESA Bantu Posyandu Desa Pacekulon
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Kegiatan Posyandu di Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, kembali dilaksanakan di berbagai tempat pelayanan kesehatan desa. Pelaksanaan posyandu rutin ini diselenggarakan mulai tanggal 3 November hingga 8 November 2025 di beberapa lokasi, yaitu Posyandu Mawar Dusun Sentono, Posyandu Delima Dusun Tanjung, Posyandu Lamboyan, Posyandu Teratai Dusun Cangkring, serta Posyandu Melati Dusun Kauman.
Mahasiswa KKN-T Universitas Negeri Surabaya turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka terlibat mulai dari pengukuran berat badan balita, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala balita, hingga pencatatan perkembangan anak. Mahasiswa juga membantu dalam pengukuran dan pencatatan berat badan, tinggi badan, serta pemeriksaan tekanan darah. Selain itu, mereka juga membantu mengatur alur pelayanan dan memberikan pendampingan kepada para orang tua, anak-anak, serta lansia agar kegiatan berjalan lancar, tertib, dan nyaman.
Salah satu anggota Posyandu Desa Pacekulon, Wiji, menyampaikan bahwa tanggapan dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan Posyandu selama ini cukup baik. Ia mengungkapkan bahwa warga bahkan menantikan jadwal Posyandu setiap bulan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan keluarga mereka.
“Masyarakat kini sangat aktif dalam menanyakan jadwal Posyandu. Jika terjadi perubahan jadwal, mereka langsung bertanya melalui grup WhatsApp masing-masing, baik itu grup untuk balita, ibu hamil, remaja, maupun lansia,” katanya. Menurutnya, antusiasme ini menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar merasa didukung oleh keberadaan layanan Posyandu.
Namun, beberapa hambatan masih sering dialami dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu. Wiji menyebutkan bahwa hambatan terbesar adalah ketidakhadiran sebagian warga, yang biasanya disebabkan oleh anak sedang sakit, ibu sedang di rumah orang tua atau mertua, atau karena ada keperluan keluarga yang mendesak.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Posyandu menyediakan solusi berupa kunjungan ke rumah setelah kegiatan selesai, khususnya untuk balita dan ibu hamil yang tidak bisa hadir. Tindakan ini dilakukan agar pemantauan kesehatan tetap dapat dilakukan meskipun warga tidak mampu datang langsung ke lokasi Posyandu.
Dalam hal pelayanan, Wiji menjelaskan bahwa layanan Posyandu saat ini semakin berkembang dan tidak lagi hanya berfokus pada balita seperti dulu. Posyandu kini menawarkan pelayanan terpadu untuk seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak, ibu, hingga lansia. Pelayanan yang diselenggarakan mencakup penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita, vaksinasi, pemeriksaan kesehatan ibu seperti pemantauan berat badan, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta layanan kesehatan untuk lansia.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Posyandu Pacekulon tetap fokus pada penguatan program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang saat ini sudah berjalan. Program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem layanan kesehatan dasar berbasis keluarga di tingkat desa.
Di masa depan, Posyandu Pacekulon berencana memperluas layanan dengan menambahkan lima bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang akan dimulai diterapkan pada tahun 2026, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, kesejahteraan sosial, serta layanan masyarakat lainnya. Rencananya, akan disediakan meja konsultasi khusus di setiap bidang agar masalah warga dapat ditangani atau diberikan solusi secara lebih tepat.
Mengenai kehadiran mahasiswa KKN Universitas Negeri Surabaya, Wiji menilai kontribusi mereka sangat signifikan dalam memperlancar operasional Posyandu. Keterbatasan jumlah kader membuat kehadiran mahasiswa menjadi tambahan sumber daya yang sangat bermanfaat.
Mahasiswa KKN dianggap memiliki peran dalam hampir seluruh tahapan pelayanan, mulai dari pendaftaran, penimbangan balita dan lansia, pencatatan data, penyuluhan kesehatan, hingga pendampingan ibu dan anak saat menunggu. Kehadiran mahasiswa menyebabkan proses pelayanan berjalan lebih cepat, teratur, dan efisien, khususnya ketika jumlah peserta Posyandu meningkat.
Kegiatan Posyandu ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kepentingan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud kerja sama nyata antara mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan penduduk Desa Pacekulon serta mendukung program kesehatan desa secara berkelanjutan. ***





Saat ini belum ada komentar