Tumbler Sering Hilang di Area Stasiun Daop 8 Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar


DIAGRAMKOTA.COM – Kehilangan tumbler atau botol minum seorang penumpang KRL Commuter Line memicu kegaduhan di kalangan masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengingatkan perlunya meningkatkan kewaspadaan para penumpang terhadap barang bawaan pribadi mereka.
“Menurut peraturan yang berlaku, kehilangan atau kerusakan barang menjadi tanggung jawab penumpang, sehingga tidak ada dasar untuk mengajukan permohonan ganti rugi kepada KAI jika terjadi kehilangan,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif, Sabtu (29/11).
Luqman menambahkan, agar dapat memberikan dukungan terbaik, KAI Daop 8 Surabaya menyediakan layanan Penemuan Barang Hilang di setiap stasiun. Petugas akan mencatat, menyimpan, dan menjaga keamanan barang yang ditemukan hingga pemiliknya mengambilnya. Barang yang ditemukan bisa diambil melalui Pos Pengamanan Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang.
“Botol minum menjadi salah satu benda yang paling sering terlupakan di area stasiun maupun kereta,” katanya.
Luqman menyampaikan, selama bulan Januari hingga Oktober 2025, layanan Lost and Found Daop 8 mencatat sebanyak 197 tumbler yang ditemukan. Dari angka tersebut, 24 tumbler telah dikembalikan kepada pemiliknya, sedangkan 173 tumbler lainnya masih disimpan dengan aman menunggu pemiliknya datang. Data ini menunjukkan pentingnya pemberian edukasi terus-menerus agar para penumpang selalu memeriksa kelengkapan barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta atau stasiun.
KAI memiliki sistem pengelolaan barang yang hilang yang terorganisir dan dapat dengan mudah diakses oleh penumpang:
1. Penumpang memberitahukan kehilangan kepada petugas di stasiun.
2. Petugas melakukan pemeriksaan daftar barang yang ditemukan di layanan Lost and Found.
3. Bila barang yang ditemukan sesuai, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan dokumen identitas serta bukti kepemilikan.
“Kami mengajak seluruh penumpang membawa botol minum sendiri karena fasilitas Water Station telah tersedia di stasiun keberangkatan. Tindakan kecil ini tidak hanya lebih baik untuk kesehatan, tetapi juga berdampak besar dalam mengurangi limbah plastik,” ujar Luqman.
“Kami juga mengajak penumpang untuk selalu memperhatikan barang bawaannya. Jika terdapat barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas karena KAI memiliki prosedur resmi melalui layanan Lost and Found,” tambahnya. ***





Saat ini belum ada komentar