Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Kisah Penjaga Makam di Situbondo yang Bergantung pada Sumbangan

Kisah Penjaga Makam di Situbondo yang Bergantung pada Sumbangan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Hairudin (67) sering berjalan dengan posisi membungkuk, mengenakan baju batik lengan panjang dan celana pendek serta menggunakan topi jerami saat bekerja di sawah yang diberi tanggung jawab oleh orang lain.

Selain bekerja sebagai petani, Hairudin juga bertugas sebagai penjaga kuburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimas Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Pekerjaan tersebut telah ia lakukan selama 15 tahun terakhir.

“Saya memang bertugas menjaga makam di sini, tetapi saya juga menggarap lahan pertanian,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Lebih tepatnya, Hairudin bekerja paruh waktu. Segala jenis pekerjaan yang diberikannya akan diselesaikan selama ada imbalan yang diperolehnya. Uang hasil pekerjaannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Rumahnya terletak di area makam. Luas kawasan TPU Kalimas sekitar 2 hektar lebih. Lahan yang luas tersebut masih digunakan setengahnya sebagai tempat pemakaman. Sisanya tampak sebagai hamparan luas rumput hijau.

“Saya adalah seorang petani, sedangkan istri saya bekerja sebagai pijat. Setiap hari saya mencari rumput untuk kambing-kambing tersebut, semuanya milik orang lain,” katanya.

Menurutnya, pekerjaan sebagai penjaga makam tidak terlalu sulit. Setiap hari hanya melakukan pembersihan makam. Rumput liar dipotong sebanyak yang mungkin.

Jika ada seseorang yang meninggal, dia akan melakukan penggalian kubur. Dalam sekali kali penggalian kubur, dia mendapatkan upah sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000. Namun, ketika tidak ada orang yang meninggal, aktivitasnya hanya berupa pembersihan.

“Secara rata-rata, penduduk setempat (Kalimas) menggali lubang kubur dengan kedalaman 1,7 meter, panjang 2 meter, dan lebar 1 meter,” katanya.

Ketua Pengelola TPU Kalimas Sukartono (63) hadir menyambut para jurnalis saat mengunjungi kompleks pemakaman tersebut. Ia tiba dengan ekspresi wajah yang tenang dan tanpa senyuman.

“Saya sudah 10 tahun menjadi pengelola. Sebelum saya, tetapi sudah meninggal,” katanya.

Ia mengeluhkan kondisi pengelolaan pemakaman di TPU Kalimas. Tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah terhadap dirinya dan teman-temannya selama ini.

“Kami benar-benar tidak diperhatikan oleh pemerintah, mulai dari RT hingga kades tidak ada,” katanya.

Iuran setiap 6 bulan

Untuk memenuhi keperluan di makam, dia bersama teman-temannya mengajukan donasi secara sukarela kepada ahli waris.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti listrik, kami mengajukan iuran kepada ahli waris secara sukarela. Mereka biasanya memberikan dana antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 setiap enam bulan dari warga kampung, sehingga terkumpul sekitar Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Jika untuk pembangunan perumahan, jumlahnya lebih besar, biasanya mencapai Rp 2,5 juta secara keseluruhan,” katanya.

Menurutnya, dana yang didapat dari iuran warga akan digunakan untuk membeli token listrik dan membayar pengelola makam. Hal ini karena makam memerlukan perawatan harian.

“Ada perawatan harian, seperti membersihkan, memotong rumput dan sebagainya,” katanya.

Sukartono dalam mengelola TPU Kalimas tidak bermaksud membebankan masyarakat terkait kebutuhan operasional sehari-hari. Hal ini dilakukan karena tujuannya bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk meraih keberkahan.

“Tidak dapat dijadikan sebagai sumber penghidupan, ini mas, kami mencari keberkahan,” katanya.

Seorang pria yang juga bekerja sebagai tukang bangunan berharap pihak pemerintah mulai memperhatikan pengelolaan makam. Menurutnya, tidak semua makam dikelola dengan baik.

“Jika pemakaman di kawasan perkotaan jelas dan ada penghasilannya, tetapi kami tidak bisa menerapkannya seperti itu, hanya keikhlasan saja,” katanya.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pengelolaan makam, seperti kebutuhan listrik dan penerangan. Dengan demikian, dirinya tidak selalu khawatir tentang biaya listrik ketika pulsa habis.

“Jika tidak membayar listrik, alhamdulillah, tetapi kami memiliki kas setiap bulan,” katanya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cabup Tulungagung Maryoto Bhirowo Coblos Pilkada 2024 di TPS 01 Desa Sembon

    Cabup Tulungagung Maryoto Bhirowo Coblos Pilkada 2024 di TPS 01 Desa Sembon

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 304
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Calon Bupati Tulungagung, Maryoto Bhirowo, beserta pasangannya Didik Girnoto Yekti, sukses mencoblos di TPS 01 Sembon, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Proses pemungutan suara berjalan lancar dan kondusif, berkat sinergi apik antara pihak keamanan, tokoh masyarakat, dan panitia penyelenggara pemilu (KPPS). Maryoto Bhirowo menyampaikan apresiasinya atas kerja keras KPPS dalam memastikan kelancaran dan keamanan proses […]

  • Moroseneng: Jejak Panjang Prostitusi Benowo yang Tak Kunjung Padam

    Moroseneng: Jejak Panjang Prostitusi Benowo yang Tak Kunjung Padam

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 390
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di balik geliat pembangunan Kota Surabaya, masih tersimpan kisah lama yang belum sepenuhnya tuntas: Moroseneng, kawasan di Kecamatan Benowo yang dulunya menjadi salah satu lokalisasi terbesar setelah Dolly. Meski telah dinyatakan tutup sejak 2013 oleh pemerintahan Walikota Tri Rismaharini, denyut bisnis prostitusi di kawasan ini ternyata belum sepenuhnya padam. Secara geografis, Moroseneng berada […]

  • Perang AI dan Kepentingan Nasional: Persoalan Hukum yang Mengguncang Pentagon

    Perang AI dan Kepentingan Nasional: Persoalan Hukum yang Mengguncang Pentagon

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah dunia bisnis, tetapi juga menjadi titik temu penting antara perusahaan swasta dan pemerintah. Salah satu contoh terbaru adalah kasus yang melibatkan perusahaan AI besar, Anthropic, yang kini berada di tengah perselisihan hukum dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Kasus ini menunjukkan bagaimana isu keamanan nasional bisa […]

  • Donyell Malen Jadi Pahlawan AS Roma dengan Hattrick Mengesankan

    Donyell Malen Jadi Pahlawan AS Roma dengan Hattrick Mengesankan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Donyell Malen, pemain asal Belanda yang bermain untuk AS Roma, menjadi bintang utama dalam pertandingan melawan Pisa. Ia mencetak hattrick yang memastikan kemenangan timnya dan membawa Roma lebih dekat ke target Liga Champions. Performa luar biasa Malen membuat fans dan media terkesan. Kemenangan yang Bersejarah Pertandingan antara AS Roma dan Pisa berlangsung pada hari […]

  • DTSEN DPRD Surabaya cak YeBe

    Di Balik DTSEN, DPRD Surabaya Ungkap Fakta Mengejutkan 181 Ribu KK Tak Terdata

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pendataan Data Terpadu Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN) di Surabaya masih menyisakan persoalan besar. Hingga pertengahan Februari 2026, tercatat 181.867 kepala keluarga (KK) belum berhasil diverifikasi. Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengungkapkan angka tersebut memang terus menurun, namun tetap menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah kota. “Awalnya ada 250 ribu lebih […]

  • Bahlil Lahadalia Dihina, AMPG Laporkan Akun Media Sosial ke Bareskrim dan Polda Metro Jaya

    Bahlil Lahadalia Dihina, AMPG Laporkan Akun Media Sosial ke Bareskrim dan Polda Metro Jaya

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 477
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) resmi melaporkan sejumlah akun media sosial ke Direktorat Siber Polda Metro Jaya. Langkah ini diambil setelah diduga beberapa akun membuat unggahan yang bermuatan penghinaan terhadap Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Dewan Pembina AMPG, Bahlil Lahadalia. “Akun-akun tersebut dengan konten-kontennya diduga telah melakukan hal-hal sebagaimana diatur […]

expand_less