Aktivis SPM-MP Mengaku Alami Intimidasi PascaDemo APBD
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

SPM-MP alami intimidasi orang tak dikenal di depan kantor Pemkot Surabaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih (SPM-MP) Jawa Timur mengaku mendapatkan intimidasi pasca aksi demonstrasi di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan penyimpangan APBD 2025.
Koordinator Wilayah SPM-MP Jawa Timur, A. Sholeh, menyebut sejumlah mahasiswa yang ikut aksi mengalami tindakan represif dari kelompok tertentu.
Pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan berencana menyerahkannya ke aparat penegak hukum.
“Adik-adik mahasiswa kami mengalami represif maupun intimidasi. Padahal mereka hanya menyampaikan aspirasi secara damai. Negara harus hadir melindungi kebebasan berpendapat,” tegas Sholeh via gawainya, Jumat (26/9/2025).
Sholeh menambahkan, intimidasi terhadap aktivis tidak hanya mengancam kebebasan sipil, tapi juga melemahkan kontrol publik terhadap kebijakan anggaran.
“Kalau mahasiswa dibungkam, siapa lagi yang berani bersuara soal dugaan mark-up ratusan miliar dalam APBD Surabaya?” ujarnya.
SPM-MP Tuntut Mediasi Terbuka Didepan Publik
Selain melaporkan ke Kejati Jatim dan Polda Jatim, SPM-MP juga mendesak Pemkot Surabaya membuka ruang dialog. Mereka menuntut mediasi terbuka dengan menghadirkan Wali Kota Surabaya, Sekda/Ketua TAPD, dan Ketua DPRD Surabaya.
“Mediasi harus diketahui publik, bukan di ruang tertutup. Supaya jelas siapa yang bertanggung jawab atas kebijakan APBD,” pungkasnya. [@]

>
>
>
