Pengembangan Sistem Parkir Nontunai di Surabaya Menjadi Fokus Pemkot untuk Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya terus mempercepat transformasi sistem parkir dari metode tunai ke nontunai. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perparkiran.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menekankan bahwa digitalisasi parkir menjadi salah satu strategi utama dalam mewujudkan tata kelola parkir yang lebih modern. Ia menjelaskan bahwa penambahan jumlah petugas parkir yang menggunakan sistem pembayaran nontunai tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas cakupan layanan ke berbagai ruas jalan baru di kota.
Hingga 8 Juni 2026, jumlah juru parkir (jukir) yang telah menerapkan sistem pembayaran digital mencapai 926 orang. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 819 petugas. Penambahan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya untuk menyediakan sistem perparkiran yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Manfaat Sistem Pembayaran Nontunai bagi Masyarakat dan Pemerintah
Sistem pembayaran nontunai memberikan kemudahan bagi masyarakat saat bertransaksi. Selain itu, sistem ini juga membantu pemerintah menciptakan pengelolaan parkir yang lebih tertib dan terukur. Dengan adanya digitalisasi, penggunaan uang tunai bisa diminimalkan, sehingga mengurangi risiko kesalahan atau manipulasi dalam proses pembayaran.
Trio Wahyu Bowo menambahkan bahwa percepatan digitalisasi layanan publik menjadi prioritas utama Pemkot Surabaya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun kota yang lebih maju dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemkot Surabaya
Beberapa langkah telah diambil oleh Pemkot Surabaya dalam mendukung pengembangan sistem parkir nontunai. Di antaranya adalah:
- Pelatihan dan pendidikan bagi para jukir digital agar lebih mahir dalam menggunakan sistem pembayaran digital.
- Peningkatan infrastruktur teknologi untuk memastikan ketersediaan jaringan yang stabil.
- Pemantauan berkala terhadap kinerja jukir digital agar dapat diawasi secara efektif.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga terus memperluas cakupan layanan parkir nontunai ke berbagai kawasan kota. Ini bertujuan untuk memastikan semua pengguna jalan mendapat akses layanan yang sama dan merata.
Komentar Ahli dan Tantangan yang Dihadapi
Ahli manajemen transportasi, Dr. Budi Santoso, menilai bahwa digitalisasi parkir merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga kota. “Ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang keadilan dan transparansi,” katanya.
Namun, ia juga menyebutkan beberapa tantangan yang masih perlu diperhatikan, seperti kesiapan teknologi dan penyesuaian mental masyarakat terhadap sistem baru. “Perlu adanya sosialisasi yang intensif agar masyarakat lebih nyaman menggunakan layanan digital,” tambahnya.
Digitalisasi parkir di Surabaya menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam mendorong inovasi dan transformasi layanan publik. Dengan peningkatan jumlah jukir digital dan perluasan layanan, kota ini semakin dekat pada tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan masa depan.***
- Penulis: Diagram Kota

>

Saat ini belum ada komentar