Pemkot Surabaya Pastikan Keamanan Daging Kurban Meski Ada Temuan Cacing Hati dan Cacing Pita
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka memastikan keamanan pangan selama Iduladha 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pengawasan ketat terhadap daging kurban. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya temuan cacing hati dan cacing pita di beberapa lokasi pemotongan hewan kurban, namun pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah distribusi daging yang terinfeksi kepada masyarakat.
Pengawasan Menyeluruh Terhadap Hewan Kurban
Nanik Sukristina, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu antemortem (pemeriksaan sebelum pemotongan) dan post-mortem (pemeriksaan setelah pemotongan). Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi dengan cacing pita.
“Kami melakukan pemeriksaan di 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban,” ujarnya. “Semua organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan ke masyarakat.”
Tindakan Cepat untuk Melindungi Kesehatan Masyarakat
Selain itu, petugas juga menemukan satu ekor sapi yang terindikasi mengalami skabies. Hewan tersebut langsung diisolasi sebelum disembelih. Nanik menegaskan bahwa sebagian besar kasus dapat ditangani di lapangan, termasuk hewan yang mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh.
“Untuk hewan yang lelah, kami memberikan vitamin dan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tetap terjaga,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Jumlah Hewan yang Diperiksa
Selama periode pengawasan Iduladha, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap:
- 2.123 ekor sapi
- 4.772 ekor kambing
- 133 ekor domba
Sementara pada tahap antemortem di lapak penjualan, petugas memeriksa:
- 4.890 ekor sapi
- 11.142 ekor kambing
- 452 ekor domba
Upaya Memastikan Pangan Kurban Aman dan Halal
Nanik menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari langkah pemkot untuk memastikan pelaksanaan kurban tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal.
Tips Mengolah Daging Kurban yang Aman dan Sehat
Bagi masyarakat yang ingin mengolah daging kurban, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Pastikan daging dikelola dengan higienis dan disimpan dalam suhu yang tepat.
- Masak daging hingga matang sempurna untuk menghindari risiko infeksi.
- Hindari konsumsi organ seperti hati jika ada indikasi terinfeksi.
- Gunakan bahan bumbu alami dan hindari penggunaan bahan kimia berlebihan.
Dengan pengawasan yang ketat dan kesadaran masyarakat, daging kurban di Surabaya tetap aman untuk dikonsumsi dan menjaga kesehatan masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar