DPRD Surabaya Minta Sekolah dan Orang Tua Lebih Waspada terhadap Kekerasan Anak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus kekerasan anak di Surabaya kembali menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan fisik dan seksual yang terjadi di lingkungan keluarga maupun sekolah. Menurutnya, masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan, tetapi juga kewajiban orang tua untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan anak.
Kekerasan dalam Keluarga Terbuka Jadi Ancaman Serius
Dalam keterangannya, Syaifuddin Zuhri menyebut bahwa perceraian orang tua memiliki dampak besar pada perkembangan psikologis anak. Banyak kasus di mana pelaku kekerasan adalah orang tua sambung atau bahkan orang tua kandung sendiri. Hal ini mengkhawatirkan karena pengawasan yang kurang ketat bisa memicu tindakan tidak terduga.
“Ada orang tua sambung yang menggauli anaknya, bahkan orang tua kandung pun tak jarang melakukan hal serupa,” ujarnya.
Sekolah Diminta Jadi Pilar Pendidikan yang Komprehensif
Selain itu, DPRD Surabaya meminta Dispendik Surabaya dan sekolah-sekolah untuk lebih waspada terhadap siswa-siswi. Pendekatan tidak hanya sebatas pembelajaran akademik, tetapi juga edukasi tentang pencegahan kekerasan.
“Sekolah harus memberikan bekal kewaspadaan kepada siswa, bukan hanya skill akademik saja,” katanya.
Pihaknya juga menyarankan agar program konseling antara sekolah dan orang tua dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah untuk memantau perkembangan anak dan mencegah risiko kekerasan yang mungkin terjadi.
Media Sosial Jadi Faktor Pengaruh Baru
Menurut Syaifuddin, pengaruh media sosial juga semakin signifikan dalam membentuk perilaku anak. Banyak kasus di mana anak-anak digoda oleh orang-orang asing melalui aplikasi media sosial. Dari situ, mereka bisa terjebak dalam situasi berbahaya seperti pelecehan atau pemerkosaan.
“Kita minta Dispendik membuat program konseling bersama wali murid. Narasumber bisa dari pengadilan atau kepolisian, agar para orang tua lebih paham bagaimana mengenali tanda-tanda kekerasan pada anak,” jelasnya.
Peran Orang Tua dalam Mengawasi Anak
Salah satu hal yang paling penting menurut Syaifuddin adalah peran orang tua dalam mengawasi anak. Ia menekankan bahwa tugas orang tua tidak hanya memberikan makan dan pendidikan, tetapi juga pengawasan yang intensif.
“Di sekolah, pengawasan memiliki batas jam. Maka, di rumah, tugas orang tua menjadi sangat penting. Sayangnya, banyak orang tua yang sibuk dengan urusan sendiri, sehingga lupa akan tanggung jawab mereka sebagai pengasuh anak,” ujarnya.
Sentuhan Hati Jadi Faktor Penting dalam Perkembangan Anak
Syaifuddin menambahkan bahwa sarana dan fasilitas tidak cukup jika tidak diimbangi dengan sentuhan hati. Anak-anak mudah terpengaruh oleh perhatian orang lain, terutama jika mereka merasa diperlakukan dengan baik.
“Nah, jika anak merasa ditinggalkan, mereka bisa mudah dirayu oleh orang lain. Itu justru menjadi jebakan yang berbahaya,” pungkasnya.***

>

Saat ini belum ada komentar